Tag Archives: norwegia

Ini Besaran Uang Saku Beasiswa LPDP di 65 Negara, Tertinggi Capai Rp39 juta



Jakarta

Beasiswa LPDP 2025 telah dibuka hingga 17 Februari mendatang. Sebelum mendaftar, peminat bisa cek besaran uang saku Beasiswa LPDP di 65 negara berikut.

Beasiswa LPDP merupakan beasiswa di bawah naungan LPDP Kementerian Keuangan yang menawarkan bantuan studi Master dan Doktor. Cakupan bantuan yang akan didapat termasuk biaya pendidikan dan uang saku yang sesuai dengan standar hidup di negara tujuan.

Berdasarkan Buku LPDP Scholarship Funding Components (April) 2024, negara dengan bantuan uang saku terbanyak adalah Amerika Serikat yang mencapai USD 2.500 atau Rp39 juta. Disusul dengan Inggris GBP 1.600 atau Rp31 juta, Belgia EUR 1.300 atau Rp30 juta, dan Australia AUD 2.800 atau Rp29 juta.


Berapa besaran uang saku Beasiswa LPDP di negara lainnya? Simak di bawah ini.

Besaran Uang Saku Beasiswa LPDP di 65 Negara

1. Afrika Selatan: uang saku USD 800 atau Rp12,5 juta.
2. Amerika Serikat: USD 2.000-USD 2.500 atau Rp26 juta atau Rp39 juta
3. Arab Saudi: uang saku SAR 2.650 atau Rp11 juta.
4. Argentina: uang saku USD 700 atau Rp11 juta
5. Australia: AUD 2.500-AUD 2.800 atau Rp25 juta-Rp28 juta
6. Austria: uang saku EUR 1.100 atau Rp19 juta
7. Belanda: uang saku EUR 1.500 atau Rp25 juta
8. Belarus: uang saku USD 450 atau Rp7 juta
9. Belgia: uang saku EUR 1.300 atau Rp30 juta
10. Brazil: uang saku BRL 2.500 atau Rp8 juta
11. Brunei Darussalam: uang saku BND 570 atau Rp6 juta
12. Bulgaria: uang saku BGN 850 atau Rp7 juta
13. Chile: uang saku USD 1.400 atau Rp22 juta
14. Denmark: uang saku EUR 1.300 atau Rp22 juta
15. Estonia: uang saku EUR 700 atau Rp12 juta
16. Filipina: uang saku PHP 35.100 atau Rp10 juta
17. Finlandia: uang saku EUR 1.200 atau Rp10 juta
18. Hongkong: uang saku HKD 11.000 atau Rp22 juta
19. Hongaria: uang saku EUR 670 atau Rp11 juta
20. India: uang saku INR 29.000 atau Rp5 juta
21. Inggris: uang saku GPB 1.250-GPB 1.600 atau Rp24 juta-Rp31 juta
22. Iran: uang saku EUR 820 atau Rp14 juta
23. Irlandia: uang saku EUR 1.300 atau Rp22 juta
24. Islandia: uang saku USD 1.550 atau Rp24 juta
25. Italia: uang saku EUR 1.100 atau Rp19 juta
26. Jepang: uang saku JPY 155.000-170.000 atau Rp16 juta-Rp18 juta
27. Jerman: uang saku EUR 1.400 atau Rp24 juta
28. Kanada: uang saku CAD 1.900 atau Rp22 juta
29. Korea Selatan: uang saku KRW 1.300.000 atau Rp15 juta
30. Kroasia: uang saku EUR 550 atau Rp9 juta
31. Latvia: uang sakuEUR 540 atau Rp9 juta

32. Lebanon: uang saku USD 1.150 atau Rp18 juta
33. Lithuania: yang saku EUR 625 atau Rp10 juta
34. Luksemburg: uang saku EUR 1.220 atau Rp21 juta
35. Makau: uang saku MOP 7.800 atau Rp15 juta
36. Malaysia: uang saku MYR 2.300 atau Rp7 juta
37. Maroko: uang saku EUR 540 atau Rp9 juta
38. Meksiko: uang saku USD 1.100 atau Rp17 juta
39. Mesir: uang saku USD 758 atau Rp12 juta
40. Norwegia: uang saku NOK 12.000 atau Rp28 juta
41. Pakistan: uang saku USD 410 atau Rp16 juta
42. Perancis: uang saku EUR 1.500 atau Rp25 juta
43. Polandia: uang saku EUR 610 atau Rp10 juta
44. Portugal: uang saku EUR 800 atau Rp13 juta
45. Qatar: uang saku QAR 5.190 atau Rp22 juta
46. Rusia: uang saku USD 575-USD 876 atau Rp9 juta-Rp13 juta
47. Selandia Baru: uang saku NZD 2.000-NZD 2.300 atau Rp19 juta-Rp22 juta
48. Singapura: uang saku SGD 2.000 atau Rp23 juta
49. Cyprus: uang saku EUR 650 atau Rp11 juta
50. Slovenia: uang saku EUR 650 atau Rp11 juta
51. Spanyol: uang saku EUR 1.150 atau Rp19 juta
52. Sudan: uang saku USD 700 atau Rp11 juta
53. Swedia: uang saku SEK 10.700 atau Rp16 juta
54. Swiss: uang saku CHF 2.050 atau Rp37 juta
55. Taiwan: uang saku USD 900 atau Rp14 juta
56. Thailand: uang saku THB 21.500 atau Rp9 juta
57. China: uang saku CNY 5.700 atau Rp12 juta
58. Turki: uang saku EUR 420 atau Rp7 juta
59. UAE: uang saku AED 5.250 atau Rp22 juta
60. Uzbekistan: uang saku USD 620 atau Rp10 juta
61. Vietnam: uang saku VND 10.790.000 atau Rp7 juta
62. Yordania: uang saku USD 500 atau Rp8 juta
63. Yaman: uang saku USD 700 atau Rp11,4 juta
64. Yunani: uang saku EUR 550 atau Rp9 juta
65. Oman: uang saku USD 860 atau Rp14 juta

Itulah daftar besaran uang saku Beasiswa LPDP di 65 negara tujuan. Ada negara impianmu, detikers?

(nir/faz)



Sumber : www.detik.com

Museum di Bali Dinobatkan Jadi Salah Satu yang Terindah di Dunia



Badung

Saat beberapa museum di Indonesia dalam kondisi yang cukup memprihatinkan, kabar bagus datang dari Bali. SAKA Museum dinobatkan sebagai salah satu World’s Most Beautiful Museums 2025.

Penghargaan itu diberikan oleh Prix Versailles, lembaga asal Prancis yang menilai desain arsitektur, keberlanjutan, dan nilai budaya, pada 5 Mei 2025. Tahun ini, SAKA Museum menjadi satu-satunya museum dari Indonesia yang terpilih, bersama tujuh museum dunia lainnya seperti Grand Palais di Paris, Kunstsilo di Norwegia, dan Cleveland Museum of Natural History di Amerika Serikat.

Penghargaan ini diberikan kepada museum yang tak hanya memiliki arsitektur luar dan dalam yang memukau, tapi juga mampu memberikan pengalaman bermakna bagi pengunjung yang mencerminkan nilai budaya, inovasi, dan keunikan lokasinya. Penghargaan ini menandai dimulainya edisi ke-11 Prix Versailles, yang akan terus mengumumkan proyek-proyek terbaik dunia dari berbagai kategori sepanjang tahun.


Terletak di Ayana Bali di Jimbaran, SAKA Museum menambah daftar pengakuan internasional. Sejak dibuka pada 2024, museum itu dikenal luas sebagai salah satu destinasi budaya terbaik di Indonesia dan dinobatkan sebagai salah satu World’s Greatest Places 2024 oleh TIME Magazine, serta masuk dalam Top 100 Kyoto Global Design Awards atas inovasi dan keberlanjutan dalam desainnya.

“SAKA Museum telah menjadi sumber kebanggaan budaya dan inspirasi bagi Bali. Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas kreativitas dan kerja keras seluruh tim SAKA Museum, sekaligus menegaskan pentingnya ruang belajar budaya yang berkelanjutan, mudah diakses, dan inovatif,” ujar Dr. Judith E. Bosnak, Direktur SAKA Museum, dalam siaran pers yang diterima, Selasa (13/5/2025).

Sebagai ruang yang hidup untuk mengekspresikan budaya, SAKA Museum terus menghadirkan program-program baru untuk membantu masyarakat memahami lebih dalam tentang identitas budaya Bali. Pameran-pameran terbaru menampilkan cerita spiritual dan alam Bali, dihadirkan dengan cara yang menarik dan berkelas dunia.

SAKA Museum dinobatkan sebagai salah satu World's Most Beautiful Museums 2025.SAKA Museum dinobatkan sebagai salah satu World’s Most Beautiful Museums 2025. (SAKA Museum)

“The Kasanga: Nyepi Exhibition” menghadirkan pengalaman mendalam tentang hari keheningan yang paling dihormati di Bali, menampilkan berbagai karya seni yang menggambarkan tahapan perayaan Nyepi.

“Subak: The Ancient Order of Bali” membuka wawasan tentang sistem irigasi dan pura air tradisional Bali yang sudah diakui UNESCO dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat selama ratusan tahun.

Pameran yang akan datang, “Heritage Gallery: The Five Elements”, mengangkat bagaimana lima unsur alam-tanah, air, api, udara, dan eter-dipahami secara spiritual oleh masyarakat Bali sebagai dasar keseimbangan alam pulau ini.

(ddn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Wanita 37 Tahun Sukses Pangkas 72 Kg, Begini Metode Diet yang Dijalani

Jakarta

Seorang wanita di Norwegia membagikan ceritanya yang berhasil menurunkan berat badan hingga 72 kg. Lewat program diet yang dilakukannya selama dua tahun, ia berhasil menjalaninya tanpa merasa tersiksa.

Wanita bernama Maria Kirkeland itu selama bertahun-tahun mencoba menurunkan berat badan dengan mengurangi makan. Namun, cara itu malah membuatnya makan lebih banyak dan berat badannya semakin naik.

Selama perjalanan menurunkan berat badan, wanita 37 tahun itu menyadari bahwa ia tidak merasa termotivasi untuk mengubah gaya hidupnya. Meski begitu, ia terus berusaha dan konsisten menjalani diet.


Dikutip dari Business Insider, Kirkeland secara perlahan kembali mengubah pola makannya. Ia lebih banyak mengkonsumsi protein agar tetap merasa kenyang dan dapat membentuk otot dengan diiringi latihan atau olahraga.

Meski pola makannya berubah, Kirkeland tidak merasa lapar. Ia menganggap perhitungan kalori yang dijalani sebagai cara untuk memastikannya tetap makan dengan cukup.

Selain itu, Kirkeland juga tidak pernah terlalu membatasi. Ia tidak sepenuhnya menghilangkan makanan favoritnya, dan libur diet saat berlibur atau Natal.

Hal ini dilakukan untuk memastikannya tidak pernah merasa kekurangan dan dapat mempertahankan kebiasaan sehatnya dalam jangka panjang.

Kirkeland mengatakan tidak banyak mengubah kebiasaan sarapannya. Dulu, ia selalu makan roti dengan keju dan salami.

Namun, kini hampir setiap hari ia makan dua potong roti gandum utuh dengan keju cottage dan selai rendah gula.

Untuk makan siang, dulu Kirkeland sering membeli salad di kantin kantor yang banyak sausnya. Tapi, sekarang ia lebih sering membawa bekal yang dimasak di rumah, seperti salad ayam atau telur dadar.

Selama perjalan dietnya, Kirkeland merasa pola hidupnya sangat berubah saat makan malam. Sebelumnya, porsi makannya sangat tidak bisa dikendalikan karena sering makan makanan beku, seperti pizza besar atau setengah kantong besar kentang goreng.

Saat memilih daging, Kirkeland juga lebih cenderung beli yang berlemak tinggi. Tapi, sekarang ia lebih memilih yang rendah atau bahkan tanpa lemak.

“Saya merasa kentang sangat dibenci sepanjang masa muda saya. Dan akhirnya, saya sampai di titik dari budaya diet dan merasa kentang itu enak,” beber Kirkeland.

“Kentang tidak terlalu padat kalori, sangat mengenyangkan, dan kaya nutrisi. Saya suka kentang, hampir setiap hari untuk makan malam,” sambungnya.

Tetap Bisa Ngemil

Meski diet, Kirkeland tetap bisa makan camilan yang disukainya. Namun, porsinya tetap diatur dengan baik.

Sebelum diet, ia dapat menghabiskan sebatang cokelat besar tiap setelah makan malam. Tapi sekarang, Kirkeland cenderung membeli camilan yang sudah diporsi, seperti sekantong cokelat batangan mini.

(sao/kna)

Sumber : health.detik.com

Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto

Tak Ada Nobel Matematika, Tapi Ada Penghargaan Bergengsi Ini!


Jakarta

Setiap tahun, dunia menantikan siapa saja penerima hadiah Nobel, penghargaan paling bergengsi bagi mereka yang dianggap berkontribusi besar bagi kemanusiaan. Namun, dari semua kategori yang ada, mulai dari fisika, kimia, kedokteran, sastra, hingga perdamaian, ada satu bidang penting yang tak pernah masuk daftar, yaitu matematika.

Lalu, mengapa matematika tidak masuk ke dalam kategori penerima Nobel, bukankah ilmu ini penting bagi keberlangsungan hidup manusia? Simak penjelasan berikut ini ya detikers!

Asal-Usul Hadiah Nobel

Hadiah Nobel pertama kali digagas oleh Alfred Nobel, penemu dinamit sekaligus industrialis asal Swedia.


Dalam wasiatnya, Nobel mengamanatkan agar sebagian besar kekayaannya digunakan untuk memberikan penghargaan kepada individu yang memberi manfaat besar bagi umat manusia. Hal ini dilakukannya, karena ia memiliki visi untuk mendorong penemuan dan ide yang punya dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar teori.

Kenapa Matematika Tak Masuk Daftar?

Meski matematika adalah “bahasa universal” ilmu pengetahuan, Nobel justru tidak memasukkan bidang ini ke dalam daftar penerima penghargaan. Sejumlah spekulasi pun bermunculan.

Menurut catatan dari University of Waterloo, keputusan Nobel bukan karena alasan pribadi atau dendam seperti yang sering diceritakan dalam mitos populer. Banyak yang menduga Nobel bersaing dengan seorang matematikawan atau merasa cemburu, tapi tak ada bukti sejarah yang mendukung kisah itu.

Penjelasan yang lebih masuk akal adalah, Nobel ingin fokus pada ilmu yang berdampak langsung bagi manusia, seperti fisika dan kedokteran. Pada zamannya, matematika dianggap terlalu abstrak dan belum banyak menunjukkan manfaat praktis.

Selain itu, sejarawan juga menyebutkan bahwa pada masa tersebut, sudah ada penghargaan bergengsi di bidang matematika, yang dibuat oleh matematikawan Swedia Gösta Mittag-Leffler. Jadi, mungkin Nobel merasa tak perlu membuat versi lain.

Matematika Tetap Diakui Lewat Bidang Lain

Walaupun tidak ada kategori Nobel khusus Matematika, para matematikawan tetap mendapat pengakuan melalui bidang-bidang lain. Contohnya, John Nash, tokoh di balik teori permainan (game theory), menerima hadiah Nobel Ekonomi pada 1994. Karyanya membuktikan bagaimana konsep matematika bisa diterapkan dalam dunia nyata dan berdampak luas pada ekonomi modern.

Medali Fields: “Nobel-nya Dunia Matematika”

Untuk menutup kekosongan itu, komunitas matematika menciptakan penghargaan tersendiri. Salah satu yang paling bergengsi adalah Medali Fields, yang pertama kali diberikan pada 1936.

Medali ini sering disebut sebagai “Hadiah Nobel untuk Matematika” karena prestisenya. Bedanya, penghargaan ini diberikan setiap empat tahun sekali kepada matematikawan berusia di bawah 40 tahun yang telah memberikan kontribusi besar, menurut International Mathematical Union (IMU).

Hadiah Abel: Bentuk Penghormatan Seumur Hidup bagi Ahli Matematika

Selain Fields, ada juga Hadiah Abel yang diberikan pertama kali pada 2002 oleh Akademi Sains dan Sastra Norwegia. Berbeda dari Medali Fields, Abel Prize tidak memiliki batasan usia dan diberikan setiap tahun sebagai penghargaan seumur hidup. Nilai hadiahnya pun hampir setara dengan Nobel.

Kini, Medali Fields dan Hadiah Abel menjadi simbol tertinggi pengakuan dunia terhadap para matematikawan, memastikan bahwa kecemerlangan dalam bidang ini tetap dirayakan di panggung global.

Jadi, meskipun tidak ada Hadiah Nobel untuk Matematika, para ahli matematika tetap memiliki wadah untuk dihargai dan dirayakan. Dua penghargaan besar, Medali Fields dan Hadiah Abel menjadi bukti bahwa peran matematika tetap krusial dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia.

Pada akhirnya, meski Nobel “melewatkan” matematika, dunia tidak pernah berhenti merayakan keindahan logika dan rumus yang membentuk peradaban manusia tersebut.

Sekarang detikers sudah tahu kan, penyebab matematika tidak masuk dalam daftar penghargaan bergengsi Nobel.

Penulis adalah peserta program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama di detikcom.

(nah/nah)



Sumber : www.detik.com

Negara Paling Religius di Dunia Versi CEOWORLD, Indonesia Urutan Berapa?


Jakarta

Majalah CEOWORLD kembali merilis hasil survei global tentang tingkat religiusitas negara-negara di dunia. Survei ini melibatkan lebih dari 820.000 responden dari 148 negara, dan menghasilkan daftar negara paling religius serta negara paling sekuler di dunia.

Dalam laporan ini, sebagaimana dilansir dari laman resmi CEOWORLD, Somalia kembali menempati posisi pertama sebagai negara paling religius di dunia, diikuti oleh Niger dan Bangladesh. Sementara itu, negara-negara seperti Tiongkok, Estonia, dan Swedia menduduki peringkat terbawah sebagai negara dengan tingkat religiusitas paling rendah.

Somalia Kembali Menjadi Negara Paling Religius

Survei CEOWORLD menempatkan Somalia di posisi teratas, dengan 99,8% penduduknya menyatakan diri sebagai individu yang religius. Niger menyusul di posisi kedua dengan 99,7%, sementara Bangladesh menempati urutan ketiga dengan 99,5% populasi yang mengaku beriman dan menjalani nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.


Indonesia Masuk 10 Besar Negara Paling Religius di Dunia

Dalam analisis data terbaru, CEOWORLD juga mencatat sejumlah negara lain dengan tingkat religiusitas yang sangat tinggi. Indonesia masuk dalam daftar 10 besar, bersanding dengan beberapa negara dari Asia dan Afrika yang secara budaya dan sosial masih sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan.

Dalam konteks survei ini, “Religius” diartikan sebagai pengabdian yang setia kepada realitas tertinggi atau Tuhan, termasuk ketaatan terhadap ajaran agama, kesungguhan dalam ibadah, serta komitmen terhadap prinsip spiritual. Namun demikian, CEOWORLD juga menekankan bahwa definisi religiusitas bisa berbeda-beda tergantung pada persepsi dan pengalaman masing-masing individu serta konteks budaya suatu negara.

10 Negara Paling Religius (h2)

1. Somalia 99.8
2. Niger 99.7
3. Bangladesh 99.5
4. Ethiopia 99.3
5. Yemen 99.1
6. Malawi 99
7. Indonesia 98.7
8. Sri Lanka 98.6
9. Mauritania 98.5
10. Djibouti 98.2

Negara-Negara Besar yang Tak Masuk 10 Besar

Meskipun dikenal sebagai negara yang menjadi tempat lahir berbagai agama besar, India hanya menempati peringkat ke-54 dalam hal persepsi religiusitas. Padahal, India adalah tempat asal agama Hindu, Buddha, Jainisme, dan Sikhisme.

Sementara itu, Amerika Serikat, yang secara konstitusional menjamin kebebasan beragama, justru berada di peringkat ke-104. Negara-negara lain seperti Irlandia dan Israel masing-masing menempati peringkat ke-110 dan ke-11.

Menariknya, meskipun Israel dikenal sebagai negara Yahudi, berdasarkan laporan International Religious Freedom dari Departemen Luar Negeri AS, hukum dasar negara itu menjamin kebebasan beragama, berkeyakinan, dan beribadah bagi semua warganya, tanpa memandang afiliasi keagamaan.

China Jadi Negara Paling Tidak Religius

Di sisi lain, China menjadi negara paling tidak religius di dunia. Kurang dari 10% penduduknya mengaku merasa religius. Setelah China, negara-negara yang menyusul sebagai paling tidak religius adalah:

Estonia – 16%

Swedia – 17%

Denmark – 19%

Republik Ceko – 21%

Norwegia – 21%

Hong Kong – 24%

Jepang – 24%

Inggris (UK) – 27%

Finlandia – 28%

Negara-negara ini umumnya memiliki masyarakat yang lebih sekuler, di mana pengaruh agama dalam kehidupan publik cenderung minimal.

Meski demikian, rata-rata 74,44% orang dewasa di seluruh negara yang disurvei masih menganggap agama sebagai hal yang sangat penting dalam hidup mereka. Namun, tingkat komitmen religius, seperti keanggotaan dalam agama, pentingnya agama dalam kehidupan pribadi, kehadiran dalam ibadah, hingga frekuensi doa, sangat bervariasi antar negara.

Survei dari CEOWORLD menunjukkan bahwa religiusitas tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan global, meskipun mengalami perbedaan yang mencolok antar wilayah. Negara-negara di kawasan Afrika dan Asia, seperti Somalia, Niger, dan Indonesia, menunjukkan komitmen tinggi terhadap nilai-nilai agama.

(dvs/lus)



Sumber : www.detik.com