Tag Archives: lpdp kementerian keuangan

Penerima Beasiswa LPDP Tak Wajib Pulang Sudah Sesuai Perundang-undangan


Jakarta

Pengamat pendidikan Doni Koesoema menilai wacana penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) tidak wajib pulang ke Tanah Air jika mendapat izin sudah sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Setiap warga negara Indonesia akan berhak memperoleh pekerjaan, untuk mencari kebaikan bagi mereka, dan itu tidak terbatas di Indonesia saja tetapi di seluruh negara,” kata Doni pada detikEdu, Kamis (7/11/2024).

“(Terutama) mereka bekerja bagi kemanusiaan, bagi peradaban, dan mereka tetap membawa dampak besar bagi bangsa. Jadi sebenarnya nggak ada masalah dengan kebijakan ini,” sambungnya.


Penerima Beasiswa LPDP yang Tidak Wajib Pulang

Doni mengatakan, LPDP Kementerian Keuangan selaku pengelola program beasiswa LPDP berhak jika sekiranya berencana memperluas kriteria alumni beasiswa LPDP yang tidak wajib pulang ke Tanah Air.

Diketahui, berdasarkan aturan LPDP saat ini, kelompok alumni beasiswa LPDP yang tak wajib pulang ke Indonesia antara lain PNS, anggota Polri, personel TNI, pegawai BUMN, hingga pegawai swasta yang ditugaskan di luar negeri. Dokter dengan rekomendasi Kementerian Kesehatan juga dikenakan pengecualian ini.

Pengecualian yang sama juga berlaku bagi alumni beasiswa LPDP yang menjadi perwakilan RI pada lembaga internasional di mana Indonesia menjadi negara anggota. Contohnya seperti menjadi anggota PBB, IMF, dan IDF.

Alumni yang hendak lanjut studi, postdoctoral maupun magang di luar negeri juga dapat mengurus izin tidak pulang ke Tanah Air sesuai ketentuan. Bagi pemagang misalnya, magang harus dimulai paling lambat 3 bulan sejak tanggal lulus dan maksimal selama 3 tahun.

“Misal mereka sudah dapat beasiswa dari kampusnya (di luar negeri) untuk melanjutkan kuliah di sana, masa harus tunggu 5 tahun baru lanjut beasiswanya? Tidak masuk akal,” ucapnya.

Doni menggarisbawahi, jika nanti ada perubahan atas ketentuan di atas, perlu disepakati sejak awal sebagai komitmen antara pengelola beasiswa dan penerima beasiswa LPDP.

Mempertanyakan Lahan Pekerjaan

Ia mengatakan, aturan wajib pulang ke Tanah Air juga tidak masuk akal tanpa alasan yang jelas. Ia menekankan, pulang ke Indonesia seharusnya bersifat sukarela.

“Dijelaskan, wajib pulang ke Indonesia itu seperti apa. Kalau wajib langsung pulang, nggak ada argumentasinya, artinya dia membatasi hak warga negara untuk mencari yang lebih baik dalam hidupnya. Kalau dia bekerja di sana dengan tetap warga negara Indonesia kan tidak masalah, dan membuat derajat kesejahteraan rakyat itu lebih baik,” ucapnya.

“Nah kalau dia 2n+1 di sini nggak ada kerjaan, gimana? Ngapain pulang ke Indonesia nganggur?,” sambung Doni.

Soal Return Investasi Negara

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan beasiswa LPDP sebagai bentuk investasi sumber daya manusia dalam negeri yang perlu mendapat return atau imbal balik.

“Jadi kalau saya kan begini, kita ini kan, pemerintah itu, negara itu kan investasi besar untuk pengembangan SDM. Investasi besar sejak awal ya, mulai dari sekolah dasar, menengah, tinggi, dan lain-lain. Oleh karena itu negara berhak untuk mendapatkan return dari investasi itu,” kata Pratikno, dikutip dari kanal YouTube Antara TV Indonesia, Kamis (7/11/2024).

“Investasi itu kan dimaksudkan untuk membangun bangsa dan negara, menyejahterakan masyarakat,” ucapnya.

Merespons pernyataan Pratikno, Doni menekankan penerima beasiswa LPDP juga rakyat yang berhak sejahtera.

“Yang kerja di luar negeri itu rakyat Indonesia. Kecuali mereka kerja di luar negeri malah semakin tertinggal. Jangan berpikiran sempit masalah nasionalisme. Kesejahteraan ini siapa yang diminta sejahtera? Warga negara. Dan mereka ini warga negara,” ucap Doni.

Prioritas RI: Pendidikan Dasar dan Menengah atau Kuliah?

Salah satu pro-kontra yang mencuat dari viralnya kabar penerima beasiswa LPDP tak wajib pulang ke Indonesia adalah pendapat warganet soal ketidakrelaannya jika uang pajak dipakai untuk membiayai awardee yang tidak pulang dan mengabdi ke Tanah Air. Beberapa di antaranya juga menyatakan lebih rela jika uang pajak digunakan di bidang pendidikan dasar dan menengah yang masih semrawut.

Sementara itu, sejumlah warganet lainnya menyatakan beasiswa LPDP terpisah dari kewajiban pemerintah atas pendidikan dasar dan menengah bagi anak-anak RI.

Soal pro-kontra ini, Doni menilai menilai dana abadi pendidikan yang dikelola LPDP sebagai sumber dana beasiswa LPDP dapat digunakan untuk juga menggratiskan pendidikan tinggi bagi mahasiswa se-Indonesia di dalam negeri.

Sementara itu, jika pendidikan dasar dan menengah hendak diprioritaskan, ia menegaskan bahwa anggaran pendidikan dasar juga harus diprioritaskan.

“Faktanya kan tidak. Anggaran pendidikan dasar sangat sedikit jika dibandingkan dengan anggaran pendidikan 20% (APBN) yang tersebar di kementerian/lembaga,” ucapnya.

Ia meminta peran Presiden Prabowo Subianto untuk urun tangan memprioritaskan soal anggaran pendidikan dasar dan menengah tersebut.

“Peraturan tentang 20% anggaran itu dipakai untuk apa, termasuk untuk makan siang bergizi, itu yang ngatur kan presiden,” pungkasnya.

Apa pendapatmu soal wacana penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air? Bagikan pandangan kamu di Point of View (PoV) detikEdu, klik di sini!

(twu/pal)



Sumber : www.detik.com

Ini Besaran Uang Saku Beasiswa LPDP di 65 Negara, Tertinggi Capai Rp39 juta



Jakarta

Beasiswa LPDP 2025 telah dibuka hingga 17 Februari mendatang. Sebelum mendaftar, peminat bisa cek besaran uang saku Beasiswa LPDP di 65 negara berikut.

Beasiswa LPDP merupakan beasiswa di bawah naungan LPDP Kementerian Keuangan yang menawarkan bantuan studi Master dan Doktor. Cakupan bantuan yang akan didapat termasuk biaya pendidikan dan uang saku yang sesuai dengan standar hidup di negara tujuan.

Berdasarkan Buku LPDP Scholarship Funding Components (April) 2024, negara dengan bantuan uang saku terbanyak adalah Amerika Serikat yang mencapai USD 2.500 atau Rp39 juta. Disusul dengan Inggris GBP 1.600 atau Rp31 juta, Belgia EUR 1.300 atau Rp30 juta, dan Australia AUD 2.800 atau Rp29 juta.


Berapa besaran uang saku Beasiswa LPDP di negara lainnya? Simak di bawah ini.

Besaran Uang Saku Beasiswa LPDP di 65 Negara

1. Afrika Selatan: uang saku USD 800 atau Rp12,5 juta.
2. Amerika Serikat: USD 2.000-USD 2.500 atau Rp26 juta atau Rp39 juta
3. Arab Saudi: uang saku SAR 2.650 atau Rp11 juta.
4. Argentina: uang saku USD 700 atau Rp11 juta
5. Australia: AUD 2.500-AUD 2.800 atau Rp25 juta-Rp28 juta
6. Austria: uang saku EUR 1.100 atau Rp19 juta
7. Belanda: uang saku EUR 1.500 atau Rp25 juta
8. Belarus: uang saku USD 450 atau Rp7 juta
9. Belgia: uang saku EUR 1.300 atau Rp30 juta
10. Brazil: uang saku BRL 2.500 atau Rp8 juta
11. Brunei Darussalam: uang saku BND 570 atau Rp6 juta
12. Bulgaria: uang saku BGN 850 atau Rp7 juta
13. Chile: uang saku USD 1.400 atau Rp22 juta
14. Denmark: uang saku EUR 1.300 atau Rp22 juta
15. Estonia: uang saku EUR 700 atau Rp12 juta
16. Filipina: uang saku PHP 35.100 atau Rp10 juta
17. Finlandia: uang saku EUR 1.200 atau Rp10 juta
18. Hongkong: uang saku HKD 11.000 atau Rp22 juta
19. Hongaria: uang saku EUR 670 atau Rp11 juta
20. India: uang saku INR 29.000 atau Rp5 juta
21. Inggris: uang saku GPB 1.250-GPB 1.600 atau Rp24 juta-Rp31 juta
22. Iran: uang saku EUR 820 atau Rp14 juta
23. Irlandia: uang saku EUR 1.300 atau Rp22 juta
24. Islandia: uang saku USD 1.550 atau Rp24 juta
25. Italia: uang saku EUR 1.100 atau Rp19 juta
26. Jepang: uang saku JPY 155.000-170.000 atau Rp16 juta-Rp18 juta
27. Jerman: uang saku EUR 1.400 atau Rp24 juta
28. Kanada: uang saku CAD 1.900 atau Rp22 juta
29. Korea Selatan: uang saku KRW 1.300.000 atau Rp15 juta
30. Kroasia: uang saku EUR 550 atau Rp9 juta
31. Latvia: uang sakuEUR 540 atau Rp9 juta

32. Lebanon: uang saku USD 1.150 atau Rp18 juta
33. Lithuania: yang saku EUR 625 atau Rp10 juta
34. Luksemburg: uang saku EUR 1.220 atau Rp21 juta
35. Makau: uang saku MOP 7.800 atau Rp15 juta
36. Malaysia: uang saku MYR 2.300 atau Rp7 juta
37. Maroko: uang saku EUR 540 atau Rp9 juta
38. Meksiko: uang saku USD 1.100 atau Rp17 juta
39. Mesir: uang saku USD 758 atau Rp12 juta
40. Norwegia: uang saku NOK 12.000 atau Rp28 juta
41. Pakistan: uang saku USD 410 atau Rp16 juta
42. Perancis: uang saku EUR 1.500 atau Rp25 juta
43. Polandia: uang saku EUR 610 atau Rp10 juta
44. Portugal: uang saku EUR 800 atau Rp13 juta
45. Qatar: uang saku QAR 5.190 atau Rp22 juta
46. Rusia: uang saku USD 575-USD 876 atau Rp9 juta-Rp13 juta
47. Selandia Baru: uang saku NZD 2.000-NZD 2.300 atau Rp19 juta-Rp22 juta
48. Singapura: uang saku SGD 2.000 atau Rp23 juta
49. Cyprus: uang saku EUR 650 atau Rp11 juta
50. Slovenia: uang saku EUR 650 atau Rp11 juta
51. Spanyol: uang saku EUR 1.150 atau Rp19 juta
52. Sudan: uang saku USD 700 atau Rp11 juta
53. Swedia: uang saku SEK 10.700 atau Rp16 juta
54. Swiss: uang saku CHF 2.050 atau Rp37 juta
55. Taiwan: uang saku USD 900 atau Rp14 juta
56. Thailand: uang saku THB 21.500 atau Rp9 juta
57. China: uang saku CNY 5.700 atau Rp12 juta
58. Turki: uang saku EUR 420 atau Rp7 juta
59. UAE: uang saku AED 5.250 atau Rp22 juta
60. Uzbekistan: uang saku USD 620 atau Rp10 juta
61. Vietnam: uang saku VND 10.790.000 atau Rp7 juta
62. Yordania: uang saku USD 500 atau Rp8 juta
63. Yaman: uang saku USD 700 atau Rp11,4 juta
64. Yunani: uang saku EUR 550 atau Rp9 juta
65. Oman: uang saku USD 860 atau Rp14 juta

Itulah daftar besaran uang saku Beasiswa LPDP di 65 negara tujuan. Ada negara impianmu, detikers?

(nir/faz)



Sumber : www.detik.com

Deret Manfaat yang Diterima Awardee LPDP 2025


Jakarta

Pendaftaran Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1 telah dibuka hingga 17 Februari 2025. Sebelum mendaftar, peminat wajib mengetahui deret manfaat yang diterima awardee LPDP 2025.

Beasiswa LPDP merupakan beasiswa di bawah naungan LPDP Kementerian Keuangan yang memberikan bantuan dana pendidikan Magister dan Doktoral.

Peserta yang lolos seleksi, yakni awardee LPDP, akan mendapatkan bantuan pembiayaan secara penuh maupun parsial. Adapun dana bantuan ini mencakup dana pendidikan dan dana pendukung.


Apa saja manfaat yang diterima awardee LPDP 2025? Berikut daftarnya seperti dilansir dari Pedoman Beasiswa LPDP Perguruan Tinggi Utama Dunia 2025.

Deret Manfaat yang Diterima Awardee LPDP 2025

Dana Pendidikan

Dana Pendaftaran
Dana SPP/Tuition Fee
Dana Tunjangan Buku
Dana Penelitian Tesis/Disertasi
Dana Seminar Internasional
Dana Publikasi Jurnal Internasional

Dana Pendukung

Dana Transportasi
Dana Aplikasi Visa
Dana Asuransi Kesehatan
Dana Kedatangan
Dana Hidup Bulanan
Dana Lomba Internasional
Dana Tunjangan keluarga (khusus
Doktor)
Dana keadaaan darurat (jika diperlukan)

Daftar Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1 yang Dibuka

Melansir laman resminya, kategori Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1 adalah Program Umum, Program Afirmasi, Program Targeted, dan Program Targeted Bundling. Simak rinciannya berikut ini:

Program Umum

Beasiswa Reguler
Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia
Beasiswa Parsial

Program Afirmasi

Beasiswa Penyandang Disabilitas
Beasiswa Putra-putri Papua
Beasiswa Daerah Afirmasi
Beasiswa Pra Sejahtera

Program Targeted

Beasiswa PNS, TNI, POLRI
Beasiswa Kewirausahaan
Beasiswa Pendidikan Kader Ulama
Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis
Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi Nasional
Beasiswa Doktor Praktisi

Program Targeted – Beasiswa Bundling

Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-NUS Master in Venture Creation (MSVC) dan Non Prioritas
Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-NTU MBA dan Non Prioritas
Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-NTU Doktor dan Non Prioritas
Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-NUS Business School Master dan Non Prioritas
Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-UNSW Doktor dan Non Prioritas
Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-France Master dan Non Prioritas
Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-Tsinghua Master of Finance dan Non Prioritas
Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-UST Korea Master Doktor dan Non Prioritas
Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-University of Dundee Doktor dan Non Prioritas

Cara Daftar Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1

Apabila kamu sudah yakin untuk mengikuti Beasiswa LPDP, detikers bisa mengikuti langkah pendaftaran Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1 berikut ini:

Kunjungi laman beasiswalpdp.kemenkeu.go.id
Lengkapi semua dokumen yang dipersyaratkan pada aplikasi pendaftaran
Pastikan melakukan submit aplikasi pendaftaran untuk mendapatkan kode registrasi/pendaftaran.
Pastikan dokumen-dokumen pendukung seperti Surat Rekomendasi, Surat Keterangan, dan lainnya dalam masa berlaku dan diterbitkan sesuai ketentuan LPDP.

Jadwal Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1

Melansir dari laman resminya, berikut jadwal Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1:

Pendaftaran Seleksi: 17 Januari – 17 Februari 2025
Seleksi Administrasi: 18 Februari – 6 Maret 2025
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 7 Maret 2025
Pengajuan Sanggah: 8 – 10 Maret 2025
Pengumuman Hasil Sanggah: 24 Maret 2025
Seleksi Bakat Skolastik: 14 – 28 April 2025
Pengumuman Hasil Seleksi Bakat Skolastik: 2 Mei 2025
Seleksi Substansi: 6 Mei – 5 Juni 2025
Pengumuman Hasil Seleksi Substansi: 19 Juni 2025
Periode Perkuliahan paling cepat: Bulan Juli 2025

Itulah deret manfaat yang diterima awardee LPDP 2025. Bagaimana detikers, tertarik mendaftar?

(nir/nir)



Sumber : www.detik.com