Tag Archives: jelita

Zaskia-Shireen Sungkar Rilis Koleksi Lebaran, Gurun dan Bunga Jadi Inspirasi

Jakarta

Kakak beradik Zaskia Sungkar dan Shireen Sungkar menggelar fashion show tahunan koleksi Lebaran 2025. Keduanya memiliki lini fashion masing-masing yaitu Zaskia Sungkar Jakarta dan Shi by Shireen Sungkar.

Melalui dua lini busana tersebut, Zaskia dan Shireen menghadirkan fashion show koleksi Lebaran 2025 dengan tema Reflection. Tema tersebut dipilih karena sejalan dengan tema dua tahun sebelumnya. Pada 2023, keduanya mengangkat tema Return dan Journey pada 2024.

Zaskia dan Shireen mengungkapkan tema Reflection kali dipilih untuk menyebarkan pesan positif. Keduanya ingin penonton fashion shownya menemukan cahaya dalam kegelapan dan merefleksikan perbuatan mereka.


Koleksi Lebaran 2025 dari Shi by Shireen

Koleksi Lebaran SHI by Shireen Sungkar.Koleksi Lebaran SHI by Shireen Sungkar. Foto: Dok. Instagram @shibyshireen.

Shi by Shireen meluncurkan koleksi berjudul Harmony dalam fashion show yang digelar di Hall Pati Unus, Jakarta Selatan. Koleksi busana karya Shireen ini terinspirasi oleh keselarasan dan kedamaian yang sering terasa saat perayaan Lebaran. Harmony seolah menghubungkan tradisi Lebaran dengan keindahan berbagai hiasan khas Arab dan bunga kecil yang mekar.

Shireen menghadirkan total 27 looks pada fashion show Reflection ini. Para rekan selebriti pun turut tampil sebagai model untuk fashion show koleksi Shi by Shireen di antaranya Fairuz A. Rafiq, Sonny Septian, King Faz (anak Sonfai), Queen Eijaz (anak Sonfai), Hamidah Rachmawati, Farhad, Shireen (anak Hamidah), Shakira (anak Hamidah), Cut Intan, Arie Kriting, Indah Permatasari, Aurel Hermansyah, Margin Wieherm, dan Guzele (anak Margin).

Koleksi Lebaran 2025 dari Zaskia Sungkar

Koleksi Lebaran Zaskia Sungkar Jakarta.Koleksi Lebaran Zaskia Sungkar Jakarta. Foto: Dok. Instagram @zaskiasungkarjakarta.

Zaskia Sungkar mengusung koleksi Lebaran 2025 bernama Atacama yang diambil dari Gurun Atacama di Chile, yang indah dan tenang. Gurun tersebut memiliki kualitas mistis di mana flora di sana bermekaran hanya sekali dalam beberapa tahun. Nama ini menyiratkan bahwa, sama seperti gurun itu, butuh waktu untuk suatu hal dapat menampakkan keindahan yang memukau.

Koleksi busana Atacama karya Zaskia hadir dalam sentuhan warna pastel lembut, dan jewel tones yang menyala, mewakili transisi gurun saat matahari terbit dan terbenam. Busana Lebaran ini menggunakan bahan crinkle, doff sutra, sutra premium, dan detail yang kompleks.

Para muse yang tampil untuk fashion show Zaskia Sungkar adalah Indro Warkop, Hada (anak Indro), Indra Bekti, Aldila, Jelita, Rifky Balweel, Biby Alraen, Baim Cilik, Sintya Marisca, Ussiy Fauziyah, Acha Septriasa, Azizah Salsa, Nabila Syakieb, Raqeema (anak Nabila), Fitri Tropica, dan Irvan Hanafi.

Koleksi Zaskia Sungkar Signature

Koleksi Lebaran Zaskia Sungkar Signature.Koleksi Lebaran Zaskia Sungkar Signature. Foto: Dok. Instagram @zaskiasungkarsignature.

Zaskia Sungkar juga merilis koleksi signature jelang Ramadhan dan Lebaran 2025. Koleksi Zaskia Sungkar Signature mengangkat keanggunan kuda (might) dan keindahan bunga (allure).

Koleksi ini menampilkan tujuh look yang terwujud dalam lima desain busana. Zaskia menghadirkan gaun-gaun mewah panjang, abaya modern, dan setelan stylish di mana hiasan kuda dan bunga menciptakan paduan yang cantik. Kesan mewah semakin kuat dengan bordir rumit, payet berkilauan, dan hiasan lainnya.

Muse yang tampil untuk Zaskia Sungkar Signature adalah Paula Verhoeven. Koleksi Mighty Allure akan tersedia pada Maret 2025 di butik Zaskia Sungkar di Jakarta.

(gaf/eny)



Sumber : wolipop.detik.com

Cerita Pulau Samosir dan Danau Toba, Kisah Legenda Ucok Samosir


Jakarta

Pulau Samosir dan Danau Toba adalah destinasi wisata prioritas Indonesia karena keindahan alamnya. Di baliknya ada kisah legenda terbentuknya kedua spot wisata populer itu yang sudah dikenal masyarakat lokal.

Salah satunya adalah kisah legenda Ucok Samosir yang mengawali terbentuknya Pulau Samosir dan Danau Toba. Dikutip dari buku Legenda Danau Toba dan Pulau Samosir dari Heny V Tinneke, cerita rakyat dari Sumatra Utara ini termasuk populer.

Kisah Terbentuknya Pulau Samosir dan Danau Toba

Dahulu hidup seorang pemuda bernama Tigor Samosir di wilayah yang kini dikenal sebagai Sumatra Utara. Dia hidup sebatang kara dan sangat ulet bekerja mengolah sawah peninggalan orang tuanya. Tidak heran hasil panen Tigor selalu sangat baik.

Pada suatu waktu, kampung Tigor terkena musim kemarau panjang hingga mengalami gagal panen. Hewan peliharaan Tigor dan warga kampung lain juga perlahan mati karena kehausan. Tigor akhirnya putar otak untuk bertahan hidup.

Setelah berpikir, Tigor mengambil jala di samping rumahnya dan bertekad mencari ikan. Dia mengajak warga kampung lain yang disambut gembira. Mereka bersama-sama menyiapkan jala untuk menangkap ikan demi menyambung hidup.

Usaha mencari ikan berbuah manis, namun tidak dalam waktu lama. Ikan perlahan sulit ditangkap, hingga warga kampung satu per satu mulai meninggalkan rumah mencari penghidupan yang lebih baik. Namun Tigor bersikukuh tetap tinggal di kampungnya dan berusaha lagi.

Pada suatu malam ketika mencari ikan, Tigor kaget bukan kepalang. Ikan yang ditangkap ternyata bisa bicara dan minta dilepas. Ikan ajaib itu berjanji mengabulkan semua permintaan Tigor asal dikembalikan ke air. Tigor menyanggupi dan meminta tangkapan yang banyak untuk dibawa pulang.

Bantuan ini dikabulkan beberapa kali, hingga kabar baik yang dialami Tigor terdengar warga kampung. Warga yang tadinya merantau perlahan kembali ke rumahnya berharap bisa mendapatkan ikan melimpah seperti Tigor. Harapan tersebut menjadi kenyataan, setelah Tigor mengajari cara menangkap ikan sesuai petunjuk ikan ajaib.

Seiring waktu, Tigor dan ikan ajaib menjalin hubungan baik hingga dipanggil jelita. Keduanya menikah dan memiliki seorang anak bernama Ucok Samosir. Keadaan keluarga dan kampung Tigor makin baik dengan berakhirnya musim kemarau panjang.

Seiring waktu, terjadi perubahan pada karakter Tigor menjadi lebih pemarah dan sering membentak. Puncaknya adalah ketika Tigor memarahi anaknya karena telat mengantarkan makan siang. Tigor menyebutnya sebagai anak ikan. Ucok lantas pulang dan mengadu pada ibunya.

Jelita yang mendapat kabar tersebut merasa kaget dan termenung. Pasalnya, Tigor pernah berjanji tidak akan menyinggung asal mula Jelita pada anaknya. Jika dilanggar, Jelita dan Ucok akan meninggalkan Tigor.

Sadar akan kesalahannya, Tigor pulang dan memohon pada Jelita dan Ucok agar jangan pergi. Namun keduanya tetap melangkah pergi. Jejak kaki keduanya mengeluarkan air hingga terjadi banjir bandang. Banjir ini menenggelamkan Tigor dan seisi kampung. Sedangkan Ucok dan Jelita menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.

Kini, banjir bandang dari tapak kaki Ucok dan Jelita menjadi Danau Toba. Sementara, dataran tinggi tempat Ucok dan Jelita mengungsi dikenal sebagai Pulau Samosir. Nama Samosir adalah penghormatan bagi Tigor dan keluarganya.

Kisah Pulau Samosir dan Danau Toba masih diceritakan antar generasi serta sangat dikenal masyarakat. Pulau Samosir yang terkenal indah bahkan menjadi salah satu spot wisata ikonik Indonesia.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com