Skip to content

Alhamdulillah Kripto & Semua Pos Pilihan

Search
  • Arsip Info Kripto
  • Sample Page
Kisah

Kisah Nu’aiman, Sahabat yang Suka Bercanda Bersama Rasulullah SAW

August 20, 2025 admin


Jakarta –

Rasulullah SAW dikenal memiliki sahabat-sahabat dengan berbagai karakter unik. Salah satunya adalah Nu’aiman bin Ibnu Amr bin Raf’ah, seorang sahabat yang terkenal dengan sifat jahil dan suka bercanda.

Nu’aiman tak hanya dikenal sebagai pribadi yang humoris, tetapi juga merupakan salah satu prajurit yang ikut serta dalam Perang Badar, sebuah perang penting dalam sejarah Islam. Meski sering bertingkah lucu dan membuat orang tertawa, Rasulullah SAW tetap menyayanginya.

Menukil Kisah-kisah Inspiratif Sahabat Nabi oleh Muhammad Nasrulloh, disebutkan bahwa saking seringnya Nu’aiman membuat suasana ceria, Rasulullah SAW bersabda bahwa ia akan masuk surga dengan tersenyum.


Nu’aiman memang kerap kali menghidupkan suasana di sekelilingnya, bahkan Rasulullah SAW sering kali tersenyum melihat tingkah polahnya.

Kisah Sahabat Nabi yang Suka Bercanda

Nu’aiman bin Amr, salah satu sahabat Nabi yang terkenal suka bercanda, pernah melakukan keisengan kepada Rasulullah SAW, seperti yang diceritakan dalam buku Saring Sebelum Sharing karya Nardisyah Hosen.

Suatu hari, Nu’aiman membawa buah-buahan untuk Rasulullah SAW sebagai hadiah. Tak lama kemudian, datanglah seorang penjual buah yang menagih pembayaran buah tersebut kepada Rasulullah SAW.

Terkejut, Rasulullah SAW pun bertanya kepada Nu’aiman, “Bukankah engkau menghadiahkan buah-buahan ini kepadaku?”

Ternyata, Nu’aiman membeli buah itu dengan utang dan berkata kepada penjual, “Bebankan tagihan ini kepada Rasulullah.”

Nu’aiman lalu menjelaskan kepada Rasulullah SAW, “Benar, ya Rasulullah. Aku ingin menikmati buah-buahan ini bersamamu, tapi aku sedang tidak punya uang.” Mendengar hal itu, Rasulullah SAW tertawa dan akhirnya membayar tagihan buah tersebut.

Dalam kisah lain yang dikutip dari Janibal Ma’rifat karya Dafiq Rohman, Nu’aiman kembali mengerjai Rasulullah SAW dengan membawa madu sebagai hadiah. Namun, tagihannya kembali dibebankan kepada beliau, dan respons Rasulullah SAW pun sama, beliau tertawa lalu membayar tagihan itu.

Sifat Nu’aiman yang gemar bercanda tidak berhenti sampai di situ. Suatu hari, seorang Badui datang menemui Rasulullah SAW dengan menaiki unta. Beberapa sahabat memberi ide kepada Nu’aiman untuk menyembelih unta tersebut agar mereka bisa makan daging unta.

Mereka mengatakan, “Nanti Rasulullah yang akan membayarnya.” Nu’aiman pun menyembelih unta itu, dan ketika pemiliknya kembali, ia terkejut mendapati untanya telah disembelih.

Rasulullah SAW kemudian mencari pelakunya, dan para sahabat serentak menunjuk Nu’aiman. Dia bersembunyi di rumah Dhuba’ah binti Zubair, dan saat ditemukan, ia berkata bahwa ia hanya melakukan perintah sahabat-sahabat lainnya. Rasulullah SAW pun tertawa lagi dan membayar harga unta kepada Badui tersebut.

Cerita-cerita ini menggambarkan kepribadian jahil Nu’aiman yang membuat suasana ceria. Bahkan Rasulullah SAW pun menanggapinya dengan senyum dan kelapangan hati.

Bercanda dalam Islam

Dalam buku Adab Bercanda dalam Islam karya Hafidz Muftisany, dijelaskan bahwa setiap muslim harus memahami tata cara bercanda yang sesuai dengan ajaran Islam. Rasulullah SAW juga sering bercanda dengan istri, cucu, dan para sahabatnya, termasuk Nu’aiman. Namun, candaan tersebut selalu disampaikan dengan adab yang baik dan penuh etika.

Ada beberapa adab bercanda dalam Islam, yaitu:

  • Tidak membawa nama Allah SWT: Dalam bercanda, dilarang menggunakan nama Allah SWT, karena hal ini dapat merendahkan kesakralan dan keagungan-Nya dalam percakapan yang tidak serius.
  • Tidak Berbohong: Candaan harus selalu berdasarkan kebenaran, karena berbohong untuk membuat orang lain tertawa termasuk dalam perbuatan tercela yang tidak diperbolehkan dalam Islam.
  • Tidak saling menjelekkan: Hindari menjadikan orang lain sebagai bahan ejekan atau merendahkan martabat mereka, karena hal ini dapat menyakiti hati dan menimbulkan permusuhan.
  • Tertawa berlebihan: Tertawa yang berlebihan dapat melemahkan hati dan mengurangi keseriusan dalam beribadah, sehingga seorang muslim dianjurkan untuk tertawa dengan bijaksana dan proporsional.
  • Tidak berkata buruk: Candaan tidak boleh mengandung kata-kata kotor, hinaan, atau bahasa kasar. Karena perkataan buruk tidak mencerminkan akhlak seorang muslim yang beretika.

(hnh/kri)



Sumber : www.detik.com

adab bercanda dalam islambaduibin rafahcandaanceriadhubaah bintigemarhafidz muftisanyhinaaninspiratifjanibal marifatkisah sahabat nabimenukil kisah-kisah inspiratif sahabat nabimuhammad nasrullohnardisyah hosennuaimannuaiman bin ibnu amr bin rafahPerangperang badarrasulullah sawsaring sebelum sharingsuka bercanda bersama rasulullah sawsuka bercanda nuaiman bin amr

Post navigation

Previous PostKisah Wafatnya Rasulullah SAW, Peristiwa Penuh Duka dalam Sejarah IslamNext PostKisah Ali bin Abi Thalib Berbaring Gantikan Rasulullah SAW

Categories

  • Admin
  • Beasiswa
  • Dakwah
  • Dewasa
  • Diet
  • Doa Hadits
  • Domestik
  • Fitntech
  • Haji Umroh
  • Hijab
  • Hikmah
  • indodax
  • Khazanah
  • Kisah
  • Liga Spanyol
  • Makanan Sehat
  • Muslimah
  • Pendidikan
  • Perencanaan Keuangan
  • Pluang
  • Resep
  • Resep pembaca
  • Sehat
  • Sport Style
  • Tempat makan
  • Tips Otomotif
  • Tips Properti
  • Tips Teknologi
  • Tokocrypto
  • Ziswaf

الحمد لله رب العالمين المغني الكريم اللهم صل و سلم على رسول الله محمد و على أله و أصحابه أجمعين

Recent Posts

  • Doa untuk Orang Tua dalam Al-Qur’an, Ada pada Surat Apa?
  • Sumber Dalil yang Jelaskan Hukuman Rajam Pelaku Zina Muhsan
  • Bacaan Doa Sebelum dan Setelah Makan, Lengkap Arab Latin dan Terjemahannya
  • Doa ketika Mimpi Buruk, Baca untuk Mohon Perlindungan Allah
  • 10 Hadits tentang Kebersihan yang Penting Diketahui Umat Islam
  • Pendaftaran CPNS 2024 Dibuka Besok, Ini Doa agar Dimudahkan Urusan
  • Kumpulan Doa untuk Orang Tua, Yuk Amalkan Setiap Hari
  • 5 Hadits Tentang Durhaka Kepada Orang Tua, Rasulullah Tegaskan Hal Ini
  • Doa Menghilangkan Jerawat: Arab, Latin, dan Artinya

Website ini menggunakan Cookies dari Google. Privacy Policy Disclaimer

  • Islamisme Obama
  • Nama Lain Sunan Maulana Malik Ibrahim, Tokoh Pelopor Dakwah Walisongo
  • Dampak Kebijakan Obama
  • Lelaki
  • Amalan Ringan yang Membawa ke Surga
  • Sosok Sepupu Nabi Muhammad yang Pertama Kali Masuk Islam
  • Faktor Obama dan Masa Depan Islam di AS
  • 7 Syarat Dua Khutbah Jumat yang Harus Dipenuhi Khatib
  • Ketua LTN-PBNU Minta Muslimat Jadi Ujung Tombak
Proudly powered by WordPress