Tag Archives: kripto

Kemenkeu Kantongi Rp 112 M dari Pajak Kripto Sejak Awal 2024


Jakarta

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo melaporkan, total penerimaan pajak kripto tahun 2024 mencapai Rp 112 miliar. Angka ini terdiri atas Rp 52 miliar pajak penghasilan (PPh) dan Rp 59 miliar pajak pertambahan nilai (PPn).

“Update 2024 untuk transaksi kripto terkumpul pajak Rp 112 miliar PPh dan PPn,” kata Suryo, dalam Konferensi Pers APBN Kita Edisi Bulan April 2024, di Kantor Kemenkeu, Jumat (26/4/2024).

Suryo menjelaskan, pengenaan pajak atas transaksi kripto di pasar yang dikelola Bappebti saat ini sudah tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 68 tahun 2022. Lalu untuk pengenaannya, PPn tarifnya 0,11% setiap transaksi, sedangkan PPh 0,1%.


Menurutnya, angka tersebut terbilang sudah sangat rendah bahkan hampir menyamai pajak atas transaksi perusahaan. Keputusan atas penetapan besarannya pun telah melalui proses diskusi dengan sejumlah stakeholder.

Besaran Pajak Kripto Bakal Dievaluasi

Di sisi lain, ada sejumlah pelaku perdagangan yang mendorong revisi atas nilai pajak yang dikenakan. Atas hal ini, Kementerian Keuangan akan melakukan reviu kembali atas besaran angkanya.

“Nanti juga akan kita coba reviu lagi. Kira-kira apakah betul karena pajak yang sudah sedemikian rendah memberikan dampak kepada transaksi kripto itu sendiri atau mungkin ada penyebab lain,” ujar Suryo.

“Nanti kami akan review khususnya untuk besaran, apakah kurang besar. Kami lihat sih sudah hampir sepadan dengan transaksi pasar saham,” sambungnya.

Sebagai tambahan informasi, sebelumnya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melaporkan hingga 31 Maret 2024, penerimaan dari sektor usaha ekonomi digital sebesar Rp 23,04 triliun. Penerimaan itu berasal dari pungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) atau E-commerce, pajak kripto hingga pajak fintech (P2P lending).

Penerimaan pajak kripto telah terkumpul sebesar Rp 580,20 miliar sampai Maret 2024. Penerimaan tersebut berasal dari Rp 246,45 miliar penerimaan tahun 2022, Rp 220,83 miliar penerimaan tahun 2023, dan Rp 112,93 miliar penerimaan 2024.

“Penerimaan pajak kripto tersebut terdiri dari Rp 273,69 miliar penerimaan PPh 22 atas transaksi penjualan kripto di exchanger dan Rp 306,52 miliar penerimaan PPN DN atas transaksi pembelian kripto di exchanger,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak Dwi Astuti, dalam keterangan tertulis, Jumat (5/4/2024).

(shc/das)



Sumber : finance.detik.com

Transaksi Aset Kripto Per April 2024 Capai Rp 211 Triliun


Jakarta

Badan Pengawas Berjangka Perdagangan Komoditi (Bappebti) mencatat jumlah investor aset kripto mencapai 20 juta orang per April 2024. Sementara itu, total transaksinya dalam empat bulan pertama tahun ini mencapai Rp 211,1 triliun, lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 yang hanya Rp 149 triliun.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) Bappebti, Tirta Karma Senjaya, menjelaskan masih ada sejumlah tantangan investasi kripto di Indonesia. Pertama, terkait ruang lingkup investasi kripto dari hulu ke hilirnya sangat luas.

“Sehingga hal ini menjadi tantangan yang cukup besar untuk kami bisa meregulasi secara baik, namun juga tetap memberikan ruang eksplorasi dan inovasi bagi industri maupun pendukung ekosistemnya, serta memberikan keamanan dan kenyamanan investasi bagi para investor,” ujar Tirta dalam keterangannya, Rabu (29/5).


Tirta menambahkan, tantangan tersebut menjadi tanggung jawab bersama agar bisa mengatur terkait dengan penggunaan blockchain. “Karena kami yakin dari sisi hulu ini akan memberikan keuntungan besar bagi Indonesia jika dikembangkan lebih jauh lagi,” kata dia.

Sementara itu, General Counsel Pintu, Malikulkusno Utomo (Dimas), menjabarkan tantangan yang dihadapi oleh industri kripto di Indonesia dari sisi pedagang. Tantangan pertama adalah aturan dari hulu hingga hilir. “Karena kita tahu investasi kripto bergerak sangat cepat dan dinamis dengan berbagai use cases yang muncul setiap harinya.

Investasi perdagangan spot hanyalah salah satu produk, sementara banyak hal lain seperti Decentralized Finance (DeFi), NFT, Web3, dan produk kripto lainnya yang menjadi tantangan seluruh pihak,” kata dia.

Tantangan selanjutnya yakni edukasi di tengah meningkatnya jumlah investor dalam waktu cepat. Menurut Dimas, Pintu memiliki komitmen untuk melakukan edukasi kepada masyarakat melalui webinar, roadshow, hingga adanya Pintu Academy.

“Namun kami justru melihat ada sarana lain untuk edukasi yaitu langsung mencoba berinvestasi kripto. Hal tersebut tidak hanya dapat mendorong penetrasi investor kripto Indonesia, namun menjadi bagian dari perjalanan self-learning investor itu sendiri bahwa terdapat berbagai risiko di dalam investasi kripto,” pungkasnya.

(fdl/fdl)



Sumber : finance.detik.com

Terbesar ke-7 Dunia, Investor Kripto RI Tembus 20,16 Juta


Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan perkembangan aktivitas aset kripto di Indonesia. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi mengungkapkan jumlah investor kripto di Indonesia berkembang pesat.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, jumlah investor kripto di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 410 ribu menjadi 20,16 juta investor per April 2024. Padahal bulan Maret lalu, investor kripto hanya 19,75 juta investor. Jumlah yang meningkat ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah investor terbesar ke-7 di dunia.

“Per April 2024, jumlah total investor aset kripto meningkat 410 ribu investor menjadi 20,16 juta investor yang menempatkan Indonesia di peringkat ketujuh sebagai negara dengan jumlah investor aset kripto terbesar di dunia,” katanya dalam Konferensi Pers RDK OJK yang disiarkan secara daring, Senin (10/6/2024).


Sementara itu, nilai transaksi kripto secara bulanan mengalami penurunan dari Rp 103,58 triliun pada Maret 2024 menjadi Rp 52,3 triliun pada bulan April 2024. Apabila dilihat secara tahunan, nilai transaksi kripto meningkat hingga 328,63%. Sepanjang tahun 2024, nilai transaksi kripto mencapai Rp 211,10 triliun

“Namun demikian, secara akumulatif nilai transaksi asset kripto sepanjang tahun 2024 telah mencapai nilai Rp211,10 triliun, atau mencatat peningkatan hingga 328,63 persen dibandingkan tahun 2023 lalu,” imbuhnya.

Sebelumnya, perkembangan pasar kripto di Indonesia memang menghadapi sejumlah tantangan. Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) Bappebti, Tirta Karma Senjaya, menjelaskan masih ada sejumlah tantangan investasi kripto di Indonesia. Pertama, terkait ruang lingkup investasi kripto dari hulu ke hilirnya sangat luas.

“Sehingga hal ini menjadi tantangan yang cukup besar untuk kami bisa meregulasi secara baik, namun juga tetap memberikan ruang eksplorasi dan inovasi bagi industri maupun pendukung ekosistemnya, serta memberikan keamanan dan kenyamanan investasi bagi para investor,” ujar Tirta dalam keterangannya, Rabu (29/5).

Tirta menambahkan, tantangan tersebut menjadi tanggung jawab bersama agar bisa mengatur terkait dengan penggunaan blockchain. “Karena kami yakin dari sisi hulu ini akan memberikan keuntungan besar bagi Indonesia jika dikembangkan lebih jauh lagi,” kata dia.

(rrd/rir)



Sumber : finance.detik.com

Cenderung Volatil, Ini Kiat Investasi Aset Kripto untuk Jangka Panjang


Jakarta

Aset kripto memiliki pergerakan harga yang volatil. Artinya harga aset kripto mudah sekali berubah, bisa naik atau turun secara signifikan dalam rentang waktu yang terbilang singkat.

Karenanya, kripto termasuk instrumen investasi yang high risk, high return. Artinya risiko berinvestasi aset kripto terbilang besar, namun peluang cuannya juga lebih tinggi.

Meski volatilitasnya tinggi, sebagian investor melihat aset kripto cocok untuk investasi jangka panjang. Dengan catatan, investor mesti cermat dalam memilih aset kripto yang memiliki fundamental bagus.


“Seperti halnya Bitcoin (BTC), sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, meski dalam jangka pendek mengalami fluktuasi harga. Namun dalam setahun terakhir menunjukkan tren harga yang terus naik hingga lebih dari 2 kali lipat. Pada 19 Juni 2023 lalu, harga BTC masih di level 26.335 USD, sedangkan pada tanggal 19 Juni 2024, harga BTC sudah berada di level 65.146 USD,” kata Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha dalam keterangan tertulis, Jumat (21/6/2024).

Panji menekankan perlu strategi yang tepat agar bisa mengoptimalkan potensi cuan aset kripto untuk jangka panjang. Dia pun membagikan kiat-kiatnya sebagai berikut.

1. Dollar Cost Averaging (DCA)

Dollar cost averaging (DCA) adalah strategi investasi di mana investor secara teratur menginvestasikan jumlah yang sama secara teratur pada periode waktu tertentu, terlepas dari harga aset kripto saat itu.

Dollar cost averaging (DCA) adalah strategi investasi yang efektif untuk mengurangi risiko volatilitas pasar dengan menyebar pembelian aset kripto secara berkala. Dengan DCA, investor tidak perlu khawatir tentang timing pasar, karena mereka menginvestasikan jumlah yang sama secara teratur, terlepas dari fluktuasi harga.

2. Memilih Aset Kripto Potensial

Panji menyarankan investor untuk memilih aset kripto dengan market cap besar. Selain itu juga memiliki fundamental yang kuat, jelas, dan potensial.

3. Buy The Dip

Investor juga bisa melakukan akumulasi saat harganya turun. Tentu saja menambah posisi di harga Aset Kripto sedang murah akan lebih menguntungkan. Sebab harganya akan diprediksi kembali naik ke depannya.

4. Memanfaatkan Fitur Earn

Terakhir, Investor dapat menyimpan aset kripto yang dimiliki di fitur Earn yang ada di aplikasi Ajaib Kripto. Nantinya investor akan mendapatkan hadiah (reward) dari Aset Kripto yang disimpan di Ajaib Earn.

Cuma di Ajaib, Investor dapat menikmati APY atau return hingga 16% per tahun, diklaim sebagai return tertinggi di Indonesia.

Diketahui saat ini tersedia 11 aset kripto di Ajaib Earn. Terbaru adalah INJ dengan APY hingga 16%, DOT dengan APY hingga 14%, ATOM dengan APY hingga 13%, TIA dengan APY hingga 9%, NEAR dengan APY hingga 8%, MATIC dengan APY hingga 4.80%, dan ADA dengan APY hingga 3%.

Agar semakin mudah, di Ajaib Earn sudah tersedia kalkulator Earn untuk menghitung simulasi pertumbuhan Aset Kripto selama disimpan di fitur Earn.

(ads/ads)



Sumber : finance.detik.com

Kripto Anjlok US$ 270 M, Bitcoin Sempat Jatuh ke Level US$ 54.000


Jakarta

Nilai pasar kripto secara keseluruhan anjlok pada hari Minggu kemarin hingga US$ 270 miliar atau sekitar Rp 4.347 triliun dalam jangka waktu 24 jam. Hal ini disebabkan karena investor berbondong-bondong menjual aset berisiko seperti bitcoin dan ether.

Dikutip dari CNBC Internasional, Senin (5/8/2024), data CoinGecko menunjukkan, Bitcoin turun hingga 11% dan ether turun 21% dalam waktu 24 jam. Hal ini membuat nilai keseluruhan mata uang kripto anjlok sekitar US$ 270 miliar.

Kondisi ini bertepatan dengan penurunan ekuitas di pasar Asia-Pasifik. Nikkei 225 Jepang anjlok hingga 7%, memperpanjang kerugian yang dimulai minggu lalu, setelah Bank of Japan mengumumkan akan menaikkan suku bunga acuannya ke level tertinggi dalam 16 tahun.


Lalu di Amerika Serikat (AS), Nasdaq merosot 3,4% minggu lalu ke wilayah koreksi, mengakhiri tiga minggu terburuk indeks yang sarat teknologi itu sejak September 2022. Saham Amazon dan Nvidia berkontribusi terhadap penurunan tersebut.

“Penurunan saham minggu lalu sebagian terkait dengan laba yang mengecewakan, laporan pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan, pengangguran yang lebih tinggi, dan sektor manufaktur yang menurun,” tulis CNBC.

Di tengah kondisi tersebut, Federal Reserve AS memilih untuk mempertahankan suku bunga acuannya tetap stabil dan tidak menjanjikan penurunan suku bunga pada bulan September. Suku bunga yang lebih rendah cenderung berkorelasi dengan kinerja yang lebih baik untuk aset berisiko.

Bitcoin Merosot ke Level US$ 54.000

Sementara itu, harga Bitcoin telah mencapai level terendah sejak Februari. Mata uang kripto terbesar di dunia itu diperdagangkan sekitar US$ 54.000 atau sekitar Rp 869,4 juta. Meski demikian, harganya masih mencatatkan kenaikan hampir 23% tahun ini.

Sedangkan harga ether, token asli yang menopang blockchain ethereum, turun menjadi sekitar US$ 2.300 atau setara Rp 37,03 juta dan telah menghapus keuntungannya untuk tahun ini. Token BNB Binance turun lebih dari 15% dan Solana diperdagangkan 10% lebih rendah.

Kondisi hancurnya pasar kripto diproyeksikan akan segera dirasakan oleh basis investor yang lebih luas. Hal ini imbas atas Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyetujui dana yang diperdagangkan di bursa spot baru atau ETF bitcoin spot untuk bitcoin dan ether.

ETF telah melihat ratusan juta dolar mengalir ke koin tersebut. Pada hari Jumat lalu, CNBC melaporkan bahwa Morgan Stanley akan segera mengizinkan 15.000 penasihat keuangannya untuk menawarkan ETF bitcoin kepada kliennya. Ini merupakan langkah pertama di antara bank-bank besar Wall Street untuk mengadopsi kripto ke dalam portofolio investasinya.

(shc/das)



Sumber : finance.detik.com

Melesat 354%! Transaksi Aset Kripto RI Tembus Rp 344,09 T


Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perkembangan perdagangan aset kripto di Indonesia naik signifikan. Secara akumulatif dari Januari-Agustus 2024 nilainya mencapai Rp 344,09 triliun, tumbuh 354% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Demikian kata Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (1/10/2024).

“Secara akumulatif nilai transaksi aset kripto sepanjang 2024 ini yaitu dari Januari-Agustus telah tercatat mencapai Rp 344,09 triliun atau tumbuh 354% jika dibandingkan periode yang sama pada 2023,” kata Hasan.


Khusus Agustus 2024, transaksi kripto di Indonesia mencapai Rp 48 triliun. Nilai itu tercatat tumbuh dari sebelumnya Rp 42,34 triliun pada Juli 2024.

Peningkatan nilai itu juga dibarengi dengan jumlah investor kripto yang meningkat. Jumlahnya mencapai 20,9 juta investor per Agustus 2024.

“Sehubungan dengan perkembangan aktivitas kegiatan aset kripto di Indonesia, pada Agustus 2024 tercatat jumlah total investor berada dalam tren meningkat dengan total 20,9 juta investor. Terjadi peningkatan kembali dibandingkan di Juli 2024 yang berjumlah 20,59 juta investor,” jelas Hasan.

(aid/kil)



Sumber : finance.detik.com

5 Aplikasi Kripto Terbaik di Indonesia untuk Investasi Aman dan Menguntungkan


Jakarta

Berbagai aplikasi kripto kini hadir untuk memudahkan siapa saja yang ingin terjun ke dalam dunia aset digital. Namun, dengan begitu banyak pilihan yang tersedia, memilih aplikasi kripto yang tepat bisa menjadi tantangan tersendiri. Untuk itu, mari kenali beberapa aplikasi kripto terbaik yang bisa menjadi pilihanmu, termasuk keunggulan dan fitur-fitur unik yang ditawarkan oleh masing-masing platform.

Setiap aplikasi memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari keamanan, kemudahan penggunaan, hingga fitur-fitur khusus yang dirancang untuk berbagai kebutuhan. Dengan memahami hal ini, kamu bisa membuat keputusan yang lebih bijak dan mengoptimalkan potensi keuntungan dari investasi kripto yang kamu lakukan.

1. Nanovest


Nanovest adalah pemain dalam dunia kripto di Indonesia yang berhasil menarik perhatian dalam waktu singkat. Didesain untuk memudahkan akses investasi, Nanovest menawarkan fitur yang unik, yaitu investasi mikro. Ini memungkinkan kamu untuk berinvestasi dengan modal kecil, bahkan dalam jumlah yang sangat minimal.

Kemudahan penggunaan aplikasi ini sangat cocok bagi kamu yang baru mengenal kripto. Antarmuka yang sederhana dan intuitif membuatnya mudah digunakan oleh siapa saja, baik pemula maupun pengguna berpengalaman. Kamu tidak perlu memiliki pengetahuan teknis mendalam untuk memulai investasi melalui Nanovest.

Keamanan Nanovest juga dilengkapi dengan sistem keamanan yang mumpuni, termasuk verifikasi dua langkah dan enkripsi data tingkat tinggi. Dalam hal regulasi, Nanovest telah mendapatkan lisensi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), sehingga menambah kepercayaan penggunanya.

Berbicara soal fitur dan kelebihan yang unik, Nanovest dibekali beberapa hal yang sangat menguntungkan. Dikutip dari website Nanovest, beberapa keunggulan di antaranya adalah:

  • Locked Staking: Mengunci saldo di akun Nanovest pada periode waktu tertentu dengan return 7% per tahun nett
  • Flexible Staking: Menyimpan saldo di akun Nanovest pada periode waktu tertentu dengan return 5% per tahun nett, return tersebut selalu bertambah setiap hari tanpa harus menunggu periode waktu yang telah ditentukan.
  • Crypto Wallet: Integrasi crypto wallet yang membuat transaksi bisa dilakukan tanpa batas geografis.
  • Free Transfer Aset: Fitur yang memperbolehkan transfer saldo digital gratis ke siapa pun di Indonesia. Penerima tidak harus terdaftar di aplikasi Nanovest.

2. Tokocrypto

Tokocrypto adalah salah satu bursa kripto di Indonesia yang dikenal dengan keandalannya. Didirikan pada tahun 2018, Tokocrypto berhasil mendapatkan lisensi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Tokocrypto menyediakan berbagai fitur yang memudahkan penggunanya dalam membeli, menjual, dan menukar aset kripto. Salah satu fitur andalannya adalah trading dengan berbagai pasangan mata uang kripto yang memungkinkan kamu melakukan diversifikasi portofolio dengan mudah.

Keamanan dan regulasi Tokocrypto menempatkan keamanan sebagai prioritas utama. Selain memiliki lisensi resmi dari BAPPEBTI, platform ini juga menerapkan sistem keamanan berlapis, termasuk penggunaan cold storage untuk menyimpan sebagian besar aset pengguna.

Kemudahan akses dan edukasi Tokocrypto tidak hanya berfokus pada pengguna berpengalaman tetapi juga pada pemula. Platform ini menyediakan berbagai materi edukasi, termasuk webinar dan artikel yang membahas tentang dasar-dasar kripto, analisis pasar, dan tips trading.

3. Pintu

Pintu adalah aplikasi kripto lain yang layak dipertimbangkan, terutama bagi kamu yang mencari platform dengan antarmuka yang sederhana dan mudah digunakan. Didirikan pada tahun 2020, Pintu berhasil menarik perhatian banyak pengguna berkat pendekatan yang simpel namun efektif dalam memperdagangkan aset kripto.

Aplikasi ini dirancang untuk kamu yang mungkin belum terlalu familiar dengan teknologi kripto. Dengan hanya beberapa langkah, kamu bisa membeli atau menjual kripto tanpa kebingungan. Hal ini menjadikan Pintu sangat populer di kalangan pengguna yang mencari pengalaman trading yang sederhana.

Keamanan dan transparansi pintu memastikan semua transaksi yang dilakukan melalui aplikasinya aman dan transparan. Setiap transaksi dicatat dan bisa diakses dengan mudah, sehingga memberikan rasa aman bagi penggunanya. Selain itu, Pintu juga telah terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, jadi platform ini beroperasi secara legal dan mengikuti regulasi yang berlaku di Indonesia.

4. Binance

Binance adalah salah satu bursa kripto terbesar di dunia dengan berbagai fitur yang dirancang untuk melayani segala jenis pengguna, dari pemula hingga profesional. Didirikan pada tahun 2017, Binance dengan cepat menjadi platform favorit berkat likuiditas tinggi, dengan berbagai aset kripto yang tersedia dan inovasi berkelanjutan dalam teknologi blockchain.

Fitur trading yang canggih Binance menyediakan akses ke lebih dari 300 jenis aset kripto, termasuk koin-koin populer seperti jual beli Bitcoin, Ethereum, hingga token-token yang lebih eksotis. Platform ini juga menawarkan berbagai tipe trading, seperti spot trading, margin trading, dan futures trading.

Keamanan berstandar internasional keamanan di Binance tidak main-main. Platform ini menggunakan sistem multi-tier dan multi-cluster untuk arsitektur keamanannya. Binance juga mengimplementasikan sistem Secure Asset Fund for Users (SAFU), dana darurat yang digunakan untuk melindungi aset pengguna dalam situasi ekstrem seperti peretasan.

Binance juga menyediakan berbagai layanan lain seperti staking, lending, dan kartu debit kripto yang memungkinkan kamu untuk menggunakan kripto dalam transaksi sehari-hari. Ini membuat Binance tidak hanya sebagai platform trading, tetapi juga sebagai ekosistem kripto yang lengkap untuk berbagai kebutuhan.

5. Luno

Luno adalah salah satu aplikasi kripto yang cukup populer di Asia, terutama di Indonesia. Didirikan pada tahun 2013, Luno fokus pada misi untuk membuat kripto dapat diakses oleh siapa saja dengan menekankan pada edukasi dan kemudahan penggunaan.

Aplikasi ini menawarkan antarmuka yang bersih dan sederhana, dengan panduan langkah demi langkah untuk membeli, menjual, dan menyimpan aset kripto. Kamu tidak akan merasa kewalahan saat menggunakan aplikasi ini, bahkan jika ini adalah pengalaman pertamamu dengan kripto.

Salah satu keunggulan utama Luno adalah komitmennya dalam memberikan edukasi kepada penggunanya. Luno menyediakan berbagai materi edukasi seperti artikel, video, dan webinar yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman pengguna tentang kripto. Ini sangat bermanfaat bagi kamu yang baru memulai dan ingin belajar sebelum benar-benar terjun ke dunia trading kripto.

Nah itulah sejumlah aplikasi kripto terbaik yang bisa kamu pilih. Investasi kripto menawarkan peluang besar, namun memilih aplikasi kripto yang tepat sangatlah krusial untuk memastikan kamu dapat bertransaksi dengan aman dan efisien.

Pada akhirnya, kesuksesan dalam dunia kripto tidak hanya bergantung pada fluktuasi pasar, tetapi juga pada keputusan yang kamu buat dalam memilih alat yang tepat untuk mengelola investasi. Dengan memilih aplikasi kripto yang sesuai, kamu bisa lebih tenang dan percaya diri dalam menjalani perjalanan investasi yang penuh tantangan namun menjanjikan ini.

(Content Promotion/Nanovest)



Sumber : finance.detik.com

Transaksi Aset Kripto Tembus Rp 426,69 T, Naik 351,97%!


Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perkembangan perdagangan aset kripto di Indonesia naik signifikan. Menurut data OJK dari Januari-September 2024 nilainya mencapai Rp 426,69 triliun, tumbuh 351,97% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Demikian kata Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (1/11/2024).

“Nilai transaksi domestik peningkatan signifikan 2024 ini, yaitu total mencapai Rp 426,69 triliun, tercatat meningkat 351,97% secara year on year,” kata Hasan.


Sementara transaksi kripto khusus September 2024 disebut mengalami perlambatan. Angkanya Rp 33,67 triliun atau turun 31,17%.

“Seiring dengan dinamika global kelihatannya transaksi kripto mengalami penurunan,” terangnya.

Peningkatan nilai itu juga dibarengi dengan jumlah investor kripto yang meningkat. Jumlahnya mencapai 21,27 juta investor per September 2024.

“Per September 2024 jumlah total investor mengalami peningkatan dengan tercatat total 21,27 juta investor, dibandingkan bulan Agustus 20,9 juta investor,” pungkasnya.

Lihat Video: Edisi #50: Mengulik Rahasia Polyglot Fasih Berbahasa, sampai Apa Kabar Crypto di 2023?

[Gambas:Video 20detik]

(ada/hns)



Sumber : finance.detik.com

5 Rekomendasi Aplikasi Kripto Terbaik, Mumpung Harga Bitcoin Naik


Jakarta

Kripto masih menjadi salah satu pilihan utama untuk investasi di tahun 2024. Seiring meningkatnya minat terhadap aset digital, memilih aplikasi trading kripto yang andal sangat penting.

Selain jumlah aset yang tersedia, pastikan aplikasi memiliki fitur lengkap dan lisensi resmi untuk keamanan bertransaksi. Berikut ini adalah 5 aplikasi trading kripto di Indonesia yang bisa kamu pertimbangkan seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Pluang


Pluang Foto: Pluang

Pluang menawarkan lebih dari 1000+ aset, termasuk 350+ koin kripto, saham AS, ETF, reksa dana, dan emas, cocok bagi investor yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka dengan berbagai variasi aset tersebut. Keberagaman ini juga memberikan fleksibilitas bagi pengguna pemula maupun pro untuk menyesuaikan strategi investasi mereka.

Bagi investor maupun trader menengah hingga expert, bisa mengakses Pro Features dari aplikasi yang menawarkan biaya dan spread terendah ini. Pro Features Pluang mencakup web trading tercanggih dengan dukungan advanced orders dalam mode terlengkap di pasar saat ini, seperti Market, Limit, Stop Market, dan Stop-Limit.

Selain itu, pengguna juga mungkin untuk menyesuaikan trading watchlist mereka serta menggunakan lebih dari 100 indikator di chart tanpa batasan, semuanya secara gratis. Sementara itu, pengguna baru juga akan mendapat penawaran menarik dari Pluang berupa 0% biaya transaksi kripto dan saham AS. Hal ini menjadikannya pilihan yang sangat ramah baik untuk pemula maupun profesional.

Pluang juga sangat mengutamakan keamanan dan legalitas. Aplikasi ini menjadi salah satu yang pertama di Indonesia dengan lisensi penuh sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK). Lisensi ini adalah bentuk perlindungan bagi investor, memastikan perdagangan aset kripto di Pluang telah resmi, dan memenuhi ketentuan perizinan dari Bappebti. Selain itu, lisensi ini membuktikan Pluang telah memenuhi standar operasional dan teknologi yang handal, sehingga memberikan jaminan keamanan bagi penggunanya.

Tidak hanya menawarkan kelengkapan variasi dan kelas aset, aplikasi yang dipercaya oleh lebih dari 11 juta pengguna ini menawarkan fitur terbaru yang membedakan dari kompetitor, yaitu Opsi Saham Amerika (US Stock Options). Meski masih dalam tahap beta, fitur ini termasuk salah satu yang terbaru di Indonesia, dan memungkinkan trader untuk memperoleh keuntungan baik saat pasar saham naik maupun turun.

Bagi pengguna dengan Nilai Investasi Bersih minimum Rp 100.000.000 akan secara otomatis tergabung dalam program eksklusif Pluang Plus. Terdapat berbagai keuntungan spesial yang didapatkan seperti akses ke pertemuan online ataupun offline oleh sesama investor, petinggi Pluang serta financial influencer dan expert. Pengguna Pluang Plus juga bisa menikmati biaya transaksi Saham AS yang lebih rendah dibanding pengguna reguler.

2. Pintu

Investor pemula di dunia kripto bisa mencoba aplikasi Pintu yang fokus pada kemudahan penggunaan. Pintu menawarkan lebih dari 300+ koin kripto dan fleksibilitas yang cukup luas bagi penggunanya. Salah satu fitur unggulan Pintu termasuk Web3 yang merupakan crypto wallet yang menggunakan teknologi multi-party computation (MPC).

Ini memudahkan pengguna untuk mengakses berbagai dApps, mendukung beberapa jaringan blockchain (Ethereum, BNB Smart Chain, Polygon, dll), serta mengelola aset crypto dan NFT dengan pelengkap lapisan keamanan tambahan Firewall. Pintu juga memiliki fitur Price Alert yang memungkinkan pengguna mendapat notifikasi saat harga aset kripto mencapai level tertentu. Fitur ini dapat membantu pengambilan keputusan trading dengan cepat.

Untuk keamanan yang lebih optimal, Pintu memiliki 2FA dan Google Authenticator. Aplikasi ini menjadi pilihan populer bagi mereka yang baru memulai investasi di aset digital dengan tampilan yang sederhana dan fitur-fitur yang fokus pada kripto.

3. Indodax

Indodax merupakan salah satu platform kripto terbesar dan tertua di Indonesia yang menawarkan lebih dari 410+ koin kripto dengan volume perdagangan harian yang tinggi. Aplikasi ini terkenal akan fitur Pro-nya yang menawarkan pengalaman trading secara lebih mendalam. Selain itu, dukungan integrasi dengan Trading View dan Web Trading untuk analisis harga yang lebih akurat.

Bukan hanya fitur Pro, Indodax juga menawarkan program Indodax Prioritas yang memberikan special fee bagi pengguna prioritas. Fitur unggulan lainnya termasuk Crypto Earn, yang memungkinkan pengguna mendapatkan bunga dari aset kripto yang disimpan.

4, Tokocrypto

Tokocrypto merupakan aplikasi trading kripto yang berkolaborasi dengan Binance, salah satu bursa kripto terbesar di dunia. Aplikasi ini menawarkan lebih dari 340+ koin kripto dan berbagai pilihan aset untuk pengguna, yang menjadikannya salah satu platform terlengkap di Indonesia.

Beberapa fitur unggulannya adalah Crypto Earn, Order Book, serta dukungan untuk Advanced Order dan Web Trading. Tokocrypto juga menawarkan biaya transaksi lebih rendah bagi pengguna prioritas lewat program Tokocrypto VIP.

5. Reku

Berikutnya, Reku adalah platform kripto yang menawarkan lebih dari 175+ koin kripto. Aplikasi ini terkenal dengan layanan Reku VIP OTC, yang memberikan special fee bagi pengguna prioritas. Terdapat fitur Packs dalam Reku yang memudahkan pengguna, khususnya investor pemula, untuk membeli aset-aset saham pilihan dalam satu kategori. Selain itu, ada pula fitur Crypto Staking yang memungkinkan pengguna memperoleh bunga dari aset digital mereka.

Reku memiliki keamanan berlapis melalui 2FA dan Google Authenticator. Aplikasi ini tetap menjadi pilihan yang solid untuk pengguna yang mencari platform trading kripto sederhana namun efektif.

Kelima aplikasi di atas menawarkan berbagai keunggulan dalam hal fitur, keamanan, dan jumlah aset yang tersedia. Namun, Pluang menjadi yang menonjol karena diversifikasi asetnya, spread dan biaya terendah, serta fitur-fitur canggih seperti Pro Features dan Opsi Saham Amerika.

Sementara itu, Pintu unggul di Web 3 dan Reku dengan fitur Packs mereka. Sisanya, Indodax dan Tokocrypto unggul dalam jumlah koin kripto yang ditawarkan serta Crypto Earn. Dari kelima aplikasi tersebut, pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan. Jangan lupa mempertimbangkan fitur-fitur unggulan serta keamanan yang disediakan oleh masing-masing platform.

Saksikan juga video: Elon Musk Dinyatakan Tak Bersalah Atas Tudingan Manipulasi Dogecoin

[Gambas:Video 20detik]

(akn/ega)



Sumber : finance.detik.com

PINTU Luncurkan Pintu Pro Futures, Hadirkan Perdagangan Derivatif Crypto


Jakarta

Aplikasi crypto all-in-one PINTU bersama Pialang Berjangka yang terdaftar resmi di Badan Pengawas Berjangka Perdagangan Komoditi (BAPPEBTI) serta di bawah pengawasan bursa crypto CFX, menghadirkan perdagangan derivatif crypto bermana “Pintu Pro Futures”.

Dengan fitur ini, trader dapat melakukan perdagangan derivatif crypto secara legal dan aman di aplikasi PINTU dengan berbagai aset crypto pilihan seperti, Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan lainnya.

“Produk derivatif menjadi salah satu produk investasi aset crypto yang memiliki daya tarik serta menjadi pilihan untuk melakukan trading aset crypto. Secara global, terdapat lebih dari 100 perusahaan crypto yang telah memiliki layanan derivatif. Dengan hadirnya Pintu Pro Futures sebagai platform perdagangan crypto derivatif, ini menjadi sejarah baru bagi industri crypto dalam negeri yang mampu menyediakan produk inovatif bagi investor dan trader aset crypto,” ujar Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad dalam keterangannya, Senin (18/11/2024).


Derivatif adalah suatu produk yang nilainya bergantung pada satu atau lebih aset dasar, salah satunya crypto. Sedangkan, perdagangan berjangka adalah kegiatan membeli dan menjual kontrak berjangka, yaitu perjanjian untuk jual beli suatu aset pada harga yang telah ditentukan di masa depan.

Dalam pasar crypto, umumnya perdagangan derivatif crypto dilakukan melalui perpetual futures, atau kontrak berjangka tanpa expiry date. Berdasarkan data dari Coingecko, total perdagangan derivatif crypto pada 11 November 2024 dari 107 perusahaan crypto global mencapai $1.1 triliun, atau setara dengan Rp17.237 triliun.

“Pintu Pro Futures menawarkan perdagangan derivatif crypto dengan fitur-fitur canggih dan leverage 5x. Produk ini adalah perpetual futures yang memungkinkan pengguna untuk mengambil posisi long atau short tanpa expiry date pada BTC, ETH, SOL, dan aset crypto lainnya dalam pasangan USDT. Pintu Pro Futures juga didukung dengan fitur risk management seperti, indikator margin, auto close open order, dan kalkulasi margin yang transparan untuk memudahkan pengguna dalam mengelola risiko likuidasi,” ungkap Iskandar.

“Hadirnya Pintu Pro Futures semakin melengkapi deretan fitur unggulan yang tersedia di aplikasi PINTU dan menjadikan PINTU sebagai aplikasi crypto all-in-one pertama di Indonesia yang menghadirkan fitur inovatif untuk pemula hingga trader pro. Kami meyakini, hadirnya perdagangan derivatif crypto ini dapat membuat industri crypto dalam negeri semakin tumbuh positif dan diharapkan dapat merebut potensi besar dari perdagangan derivatif crypto yang selama ini dilakukan di luar wilayah Indonesia,” tutup Iskandar.

Sebagai informasi, derivatif crypto di Indonesia adalah produk yang dikeluarkan oleh bursa kripto CFX yang telah mendapatkan persetujuan resmi dari Badan Pengawas Berjangka Perdagangan Komoditi (Bappebti) sesuai ketentuan dalam Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021. Dalam penyelenggaraannya, perdagangan produk derivatif ini terdapat lembaga self-regulatory organizations (SRO), yakni bursa crypto CFX, lembaga kliring, lembaga kustodian, serta lembaga pialang berjangka yang seluruhnya telah terdaftar dan teregulasi resmi di bawah payung hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

(ega/ega)



Sumber : finance.detik.com