Tag Archives: indonesia

ICCA Sukses Gelar Indonesia Crypto Consumer Summit 2023

Indonesia Crypto Consumer Association (ICCA) atau Asosiasi Konsumen Aset Kripto Indonesia sukses menyelenggarakan acara Indonesia Crypto Consumer Summit 2023 pada Selasa (21/2). Acara yang berkolaborasi dengan platform edukasi kripto Wagmi digelar dengan tujuan untuk memperkuat ekosistem aset kripto di Tanah Air.

Ketua ICCA, Rob Rafael Kardinal, menjelaskan acara ini merupakan event web 3 terdepan dan paling prestisius di Indonesia, yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan literasi bagi masyarakat, sekaligus menjadi platform bagi para pelaku industri aset kripto dan turunannya untuk mengadvokasikan perkembangan industri aset kripto dan blockchain.

“Indonesia Crypto Consumer Summit 2023 bisa menjadi platform diskusi bagi para pelaku dan konsumen kripto bersama dengan pengambil kebijakan dan pelaku industri finansial lainnya. Ini agar kita bisa menciptakan ekosistem aset kritpo yang kuat di Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/2).

Bahas Isu Penting

Baca juga: Harga SOL dan HNT Naik Efek Helium akan Migrasi ke Blockchain Solana

Rob menambahkan salah satu isu penting saat ini adalah perihal Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Ia melihat, UU P2SK ini bisa semakin menjamin perlindungan investor, konsumen, dan stakeholder industri keuangan, termasuk di pasar kripto.

“ICCA sangat mengapresiasi respons pemerintah ini. Kami optimistis, dengan adanya regulasi ini mampu membawa industri aset kripto di Indonesia ke arah yang lebih sehat dan kuat,” ujarnya.

Di samping itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Bambang Soesatyo, mengungkap Indonesia Crypto Consumer Summit dapat menjawab isu-isu aktual di masyarakat perihal perdagangan kripto.

“Di antaranya adalah isu mengenai perlindungan konsumen di tengah landscape perubahan regulasi, blockchain dan berbagai peluang yang ditawarkan, hingga strategi bisnis dalam pengembangan kripto,” jelas pria yang akrab disapa Bamsoet.

Ekosistem Kripto Indonesia

Peresmian Indonesia Crypto Consumer Association (ICCA) dan Perkumpulan Konsultan Hukum Aset Kripto Indonesia (PKHAKI). Foto: Instagram/@bambang.soesatyo.
Peresmian Indonesia Crypto Consumer Association (ICCA) dan Perkumpulan Konsultan Hukum Aset Kripto Indonesia (PKHAKI). Foto: Instagram/@bambang.soesatyo.

Baca juga: Xendit x Tokocrypto: Kolaborasi Bangun Ekosistem Aset Kripto di Indonesia

Bambang menjelaskan besarnya pasar kripto di Indonesia, di satu sisi dapat dimaknai sebagai sebuah potensi ekonomi, baik sebagai peluang investasi, sebagai alternatif sumber pemasukan negara, maupun sebagai stimulus untuk memajukan perekonomian nasional.

“Itu, tentunya juga dapat dioptimalkan untuk meningkatkan peran Indonesia dalam perekonomian regional, misalnya dengan mendorong Indonesia sebagai hub kripto di wilayah Asia Tenggara. Memanfaatkan potensi pasar kripto secara optimal, perlu didorong penataan regulasi yang tidak saja penting untuk memberikan kepastian hukum kepada pelaku usaha dan perlindungan hukum bagi konsumen, namun juga untuk menjamin agar aktivitas ekonomi digital memberikan kontribusi nyata pada pendapatan negara, misalnya dari sektor perpajakan.” ujarnya.

“Kehadiran ICCA harus dapat menjadi ujung tombak dan sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewadahi dan membentuk ekosistem kripto yang sehat,” pungkas Bamsoet.

Sebelumnya, ICCA juga telah mengadakan kegiatan serupa bertema “ICCA Blockchain Fest 2022” dengan tujuan untuk meningkatkan literasi publik terhadap industri blockchain dan aset kripto beserta turunan. Rob berharap, Indonesia Crypto Consumer Summit 2023 dan aktivitas serupa bisa menjadi titik sentuh bagi masyarakat dan industri aset kripto.

“Kami juga berharap melalui acara ini, masyarakat bisa secara langsung berinteraksi dengan ICCA sebagai asosiasi yang konsisten menaungi dan memperjuangkan perlindungan konsumen aset kripto,” paparnya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Nilai Pasar NFT Indonesia Bisa Capai Rp 200 T pada Tahun 2028

Pasar NFT Indonesia diperkirakan akan terus tumbuh di masa depan. Sebuah perusahaan riset Research and Markets baru-baru ini mengeluarkan prediksi nilai pasar NFT Indonesia bisa capai lebih dari Rp 200 triliun di tahun 2028.

Indonesia menjadi salah satu negara yang diperhitungkan dalam peta industri NFT global. Firma Research and Markets memprediksi industri NFT di Tanah Air diperkirakan akan tumbuh sebesar 50,8% secara tahunan hingga mencapai US$ 2.367,6 juta pada tahun 2022 lalu.

Kemudian dalam jangka panjang, diproyeksikan akan tumbuh dengan stabil dan mencatat compounded annual growth rate (CAGR) sebesar 35,8% selama 2022-2028. Nilai Pembelanjaan NFT di Indonesia akan meningkat dari US$ 2.367,6 juta pada tahun 2022 menjadi US$ 13.394 miliar atau sekitar Rp 200 triliun pada tahun 2028.

Ekonomi Digital

Ekonomi digital Indonesia menurut Research and Markets tengah mengarah ke Web3, Metaverse, dan Decentralized Autonomous Organizations (DAO). Akibatnya, konten kreator dari semua lapisan masyarakat menggunakan momentum yang berkembang untuk memasuki ruang kreatif industri digital yang baru tumbuh ini.

contoh ekonomi kreatif
Ilustrasi ekonomi digital.

Baca juga: Harga Ethereum Ditargetkan Capai US$ 2.000 Setelah Shanghai Upgrade

Selama 12 bulan terakhir, NFT memungkinkan konten kreator untuk memiliki kendali penuh atas konten mereka dan mendorong interaksi secara signifikan dengan komunitas mereka.

Di Indonesia, banyak seniman yang memasuki ruang NFT karena mereka terus mencari cara baru untuk mengembangkan dan memanfaatkan bakat mereka. Khususnya, Art Moments Jakarta, salah satu pengadopsi awal di ruang aset digital telah mendukung penuh ekonomi digital Indonesia dengan mengambil pendekatan hybrid live-online pada pameran di tahun 2021.

Dengan NFT mendapatkan momentum dan popularitas yang konstan di Indonesia, pemerintah juga menunjukkan minat untuk melirik keberadaan teknologi blockchain. Pengembang mengharapkan seperangkat pedoman peraturan yang lebih kuat untuk sektor aset digital di Indonesia dari perspektif jangka pendek hingga menengah.

Layanan Berbasis Blockchain dan NFT

Adopsi aset kripto, NFT, dan blockchain diperkirakan akan semakin meluas selama dua hingga tiga tahun ke depan di Indonesia. Sementara literasi digital juga akan meningkat dengan tingginya minat investasi kripto dan penggunaan NFT.

Sangat penting untuk membiasakan masyarakat umum dengan layanan berbasis blockchain dan NFT, mengingat dua sektor itu relatif baru dalam hal pengaplikasian teknologi.

TokoCare gandeng BeKind dan WeCare.id, hadirkan kolaborasi "Kado Lebaran" di bulan Ramadan. Foto: Tokocrypto.
TokoCare gandeng BeKind dan WeCare.id, hadirkan kolaborasi “Kado Lebaran” di bulan Ramadan. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Reli Bitcoin Untungkan Investor Kripto yang Baru Masuk

Secara global, brand dan bisnis telah menemukan beberapa kasus penggunaan NFT yang inovatif. Dari menggunakan NFT sebagai alat promosi untuk menciptakan awareness hingga menggunakan aset digital untuk mengumpulkan dana dengan tujuan mulia.

Di Indonesia, tren serupa terlihat di mana banyak individu dan organisasi yang mengorganisir kampanye penggalangan dana NFT untuk melawan pandemi global.

Tokocrypto, salah satu bursa kripto terkemuka di Indonesia, bermitra dengan Aldi Haryopratomo, Evan Tan, dan William Tan, dan Chef Arnold Poernomo untuk mengatur NFT kampanye penggalangan dana di Indonesia.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kolaborasi Bangun Ekosistem Aset Kripto di Indonesia

Perkembangan aset kripto di Indonesia terus meningkat secara eksponensial dalam dua tahun terakhir. Menurut data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, jumlah investor kripto telah mencapai 16,55 juta pelanggan di akhir November 2022, naik dari 11 juta di 2021. 

Sementara, dari segi nilai transaksi, sampai akhir November 2022, nilai transaksi kripto di Indonesia sebesar Rp 296,66 triliun. Memang ada penurunan dari tahun 2021 yang mencapai Rp 859,4 triliun, tapi nilai transaksi tersebut masih tercatat lebih besar dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp 64,9 triliun.

Tren investasi aset kripto kini sudah menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat dari berbagai usia dan profesi. BAPPEBTI memaparkan demografi investor kripto di Indonesia didominasi kelompok usia 18–24 tahun, yaitu sebesar 32 persen; kelompok 25–30 tahun 30 persen; dan kelompok 31–35 tahun 16 persen.

Adapun berdasarkan kelompok profesi, presentasi karyawan swasta mendominasi sebesar 28 persen, wiraswasta 23 persen, dan pelajar/mahasiswa 18 persen. Dengan kata lain, investasi kripto di Indonesia banyak diminati oleh generasi millenial dan Gen Z yang statusnya sebagai pelajar dan first jobber.

Demografi investor kripto di Indonesia berdasarkan usia. Sumber: BAPPEBTI, 2022.
Demografi investor kripto di Indonesia berdasarkan usia. Sumber: BAPPEBTI, 2022.
Demografi investor kripto di Indonesia berdasarkan profesi. Sumber: BAPPEBTI, 2022.
Demografi investor kripto di Indonesia berdasarkan profesi. Sumber: BAPPEBTI, 2022.

Baca juga: Tokocrypto Dukung Bulan Literasi Kripto Dorong Pertumbuhan Industri

Terkait dengan hal ini, Yudhono Rawis, Interim CEO Tokocrypto, menjelaskan tingginya animo generasi muda dalam berinvestasi aset kripto didorong oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah barrier to entry yang sangat kecil dan kemudahaan akses ke platform investasi kripto. “Adanya kecanggihan teknologi dan keterbukaan informasi dan tingginya animo masyarakat untuk memilih kripto sebagai salah satu aset atau alternatif atas instrumen investasi konvensional akan semakin tinggi di waktu mendatang.”

Tantangan Ekosistem Aset Kripto

Pertumbuhan ini tidak bisa lepas dari tantangan yang dihadapi oleh para pelaku usaha di industri aset kripto. Perlu diketahui, aset kripto masih tergolong baru di Indonesia. Menurut Yudho, situasi pandemi COVID-19, penetrasi penggunaan smartphone dan internet yang tinggi menjadi faktor pendorong pertumbuhan investasi aset kripto di Tanah Air.

“Kini, aset kripto sudah dipercaya oleh banyak investor ritel di Indonesia yang sebelumnya terlebih dahulu masuk ke instrumen saham dan reksadana. Prospek imbal hasil yang tinggi dan kemudahan untuk berinvestasi menjadi daya tarik utama kripto,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yudho mengungkap tantangan yang harus diperhatikan untuk menjadikan industri kripto ini sehat, yaitu terkait edukasi dan literasi. Banyak masyarakat di Indonesia belum sepenuhnya memahami investasi aset kripto, seperti cara memulai hingga strategi untuk mendapatkan profit. Di samping itu, sering terjadi penipuan investasi bodong yang berkedok aset kripto, sehingga membuat citra industri ini menjadi negatif.

Peran Tokocrypto

Sebagai salah satu crypto exchange terbesar dan terdaftar resmi di BAPPEBTI Kementerian Perdagangan, Tokocrypto senantiasa selalu mendorong perkembangan industri aset kripto di Indonesia. Saat ini, Tokocrypto memiliki lebih dari 2 juta pengguna dan terus mengalami peningkatan.

“Tokocrypto tetap berkomitmen menjaga agar iklim pertumbuhan industri bisa sustainable dan sehat dengan berkolaborasi bersama para mitra, institusi pendidikan, dan seluruh stakeholders untuk meningkatkan edukasi dan literasi. Program yang sudah berjalan adalah membuat kelas online, webinar, dan memproduksi konten edukasi untuk social media,” tutur Yudho.

Semangat membangun industri aset kripto tidak hanya hadir dari pelaku usaha yang terjun langsung saja, melainkan juga para mitra. Seperti yang dilakukan oleh Tokocrypto yang terus menjalin kemitraan strategi dengan berbagai pihak, salah satunya Xendit. Dengan dukungan Xendit sebagai payment gateway, Tokocrypto dapat menghadirkan pengalaman transaksi yang nyaman, mudah, dan fleksibel bagi setiap pengguna.

Baca juga: Tokocrypto Raih Penghargaan dari PPATK

Kolaborasi Tokocrypto dan Xendit

Salah satu keunggulan dari investasi aset kripto dibandingkan dengan instrumen lainnya adalah kemudahan transaksi. Untuk memulai investasi kripto, investor tidak diharuskan memiliki rekening bank untuk membuat akun atau wallet di platform. Investor bisa melakukan deposit menggunakan berbagai channel pembayaran melalui mitra payment gateway, seperti Xendit dan akan langsung masuk ke saldo akun pengguna.

Xendit sebagai perusahaan financial technology (fintech) yang menyediakan solusi pembayaran cepat, mudah, handal, dan aman bagi para pelaku usaha di Indonesia menjadi mitra pembayaran digital yang aman dan nyaman untuk platform investasi khususnya kripto di Tokocrypto. Kolaborasi Tokocrypto dan Xendit menghasilkan berbagai macam kemudahan, terutama kemudahan pembayaran dengan penyediaan layanan pembayaran digital melalui Virtual Account dan e-wallet.

“Sebagai Penyelenggara Jasa Pembayaran digital yang berlisensi, Xendit mendukung pertumbuhan minat investasi aset kripto di Indonesia baik itu melalui solusi pembayaran yang fit to market maupun upaya edukasi ke masyarakat. Melalui kolaborasi dengan Tokocrypto kami berharap dapat bersama sama meningkatkan literasi dan juga pengalaman investasi aset kripto yang lebih mudah, seamless dan tentunya tetap aman untuk masyarakat,” ungkap Tessa Wijaya, Co Founder & COO Xendit.

Kolaborasi Tokocrypto dan Xendit tidak hanya mengembangkan inovasi fitur yang dapat memberikan kemudahan pengguna, tetapi juga menjalankan program edukasi bersama dari pemanfaatan investasi kripto. 

“Upaya berkelanjutan tetap pada komitmen kami untuk fokus pada peningkatan penetrasi aset kripto dan edukasi masyarakat. Kami berkolaborasi dengan mitra kerja, salah satunya Xendit dapat mempermudah akses investasi aset kripto dari segi pelayanan pembayaran dan meningkatkan edukasi,” terang Yudho.

Salah satu kolaborasi yang telah dilakukan adalah dengan memperkenalkan investasi kripto melalui “Trading Class Master” yang telah dilakukan pada 10-18 Desember 2022 dan diikuti oleh puluhan peserta secara online. Ada juga networking event di T-Hub by Tokocrypto, Jakarta yang berlangsung pada 17 Desember 2022. Melalui program ini diharapkan para investor pemula dan komunitas kripto di Indonesia bisa mendapatkan edukasi terkait analisa trading dan selalu melakukan riset sebelum mengambil keputusan investasi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Daftar Lengkap 383 Aset Kripto Legal Terdaftar Bappebti di Indonesia

Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka dan Komoditi (Bappebti) akhirnya mengeluarkan peraturan terbaru mengenai perdagangan aset kripto di Indonesia. Dalam aturan ini terdapat daftar baru 383 aset kripto yang legal.

Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, mengatakan peraturan Bappebti (PerBa) tersebut dikeluarkan sebagai bentuk peningkatan keamanan investor kripto di Indonesia. Mereka terus berinovasi mengikuti perkembangan perdagangan pasar kripto yang terus tumbuh dan memberikan keamanan lebih tinggi kepada investor.

“Terbitnya Perba ini untuk mengakomodir kebutuhan para calon pedagang aset kripto, termasuk industri aset kripto di Indonesia. Hal ini sesuai dengan pertumbuhan data jumlah pelanggan dan volume transaksi aset kripto yang terus meningkat, serta jenis aset kripto yang terus bertambah,” kata Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko dalam siaran persnya.

Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.
Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.

Baca juga: Cara Posting dan Buat IG Stories NFT di Instagram

Cabut Peraturan dan Daftar Lama Aset Kripto

Adanya PerBa Bappebti Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto, sekaligus mencabut Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020.

Daftar aset kripto yang legal untuk diperdagangkan di Indonesia pun kini bertambah menjadi 383 jenis. Angka tersebut meningkat signifikan dari 299 aset kripto yang sebelumnya boleh diperdagangkan.

Nantinya, Bappebti terus melakukan peninjauan terhadap inovasi kripto yang terjadi di pasar. Mereka juga akan melakukan peninjauan kembali minimal setiap satu tahun sekali terhadap aset kripto di exchange atau platform yang tersedia di Indonesia untuk melihat status legalitasnya masih layak diberikan atau tidak.

Ilustrasi Bappebti.
Ilustrasi Bappebti.

Baca juga: Survei: 87% Orang Tua di AS Investasi Kripto untuk Biaya Kuliah Anak

Daftar Baru 383 Aset Kripto Legal Bappebti RI

Berikut ini adalah data terbaru aset kripto yang legal di Indonesia dan masuk daftar resmi Bappebti:

  1. Ethereum
  2. Klaytn
  3. Solana
  4. Tezos
  5. Iota
  6. Luna coin
  7. Usd coin
  8. Polkadot
  9. The Sandbox
  10. Bitcoin
  11. Cosmos
  12. 0x
  13. Litecoin
  14. Cardano
  15. Chainlink
  16. Uniswap
  17. Stellar
  18. Binance usd
  19. XRP
  20. Tron
  21. Decentraland
  22. Enjin coin
  23. Uma
  24. polygon
  25. Basic attention token
  26. REN
  27. Qtum
  28. SXP
  29. True usd
  30. BNB
  31. Tetha Network
  32. Synthetix
  33. Compound
  34. Cronos
  35. Vechain
  36. Aurora
  37. Status
  38. Cartesi
  39. Doge coin
  40. Maker
  41. Tether
  42. Storj
  43. Venus protocol
  44. Zilliqa
  45. Omg network
  46. Harmony
  47. Elrond
  48. Orbs
  49. iExec RLC
  50. Algorand
  51. Eos
  52. Wazirx
  53. Wrapped Bitcoin
  54. Electroneum (etn)
  55. Avalanche
  56. Quant
  57. Polymath
  58. Dai
  59. Loopring
  60. Ehtereum classic
  61. Numeraire
  62. Bitcoin cash
  63. finance
  64. Neo
  65. Origin protokol
  66. Kusama
  67. Waves
  68. Alpha Venture DAO
  69. Nano
  70. Golem
  71. Fantom
  72. Kava
  73. Nem
  74. Bittorrent
  75. Icon
  76. Serum
  77. Pax Dollar
  78. Kyber network Crystal v2
  79. Bitcoin diamond
  80. Ardor
  81. Ontology
  82. Just
  83. Siacoin
  84. XDC Network
  85. Band protocol
  86. Pax gold
  87. Ankr
  88. Tenx
  89. Digibyte
  90. Ampleforth
  91. Orion protocol
  92. Bitcoin SV
  93. Dent
  94. Request
  95. Lyfe
  96. Wax
  97. Lisk
  98. StormX
  99. Loom Network
  100. Metadium
  101. Coti
  102. High performance blockchain
  103. Terra
  104. Bakery token
  105. Play game
  106. Balancer
  107. Power Ledger
  108. Augur
  109. money
  110. Stratic
  111. Bitcoin gold
  112. Aergo
  113. Pundi x
  114. Syscoin
  115. Rupiah token
  116. Aelf
  117. Bora
  118. Waltonchain
  119. Stasis euro
  120. Decred
  121. Medibloc
  122. Ark
  123. hive
  124. Metal
  125. Pivy
  126. Steem
  127. Bitshares
  128. Gemini dollar
  129. Wing Finance
  130. Nexus
  131. Standard Tokenization Protocol
  132. Nxt
  133. System s
  134. Firo
  135. Vidycoin
  136. Data
  137. Einsteinium
  138. Groestlcoin
  139. Nav coin
  140. District0x
  141. Lbry credits
  142. Aragon
  143. Bytom
  144. Nkn
  145. Dad
  146. Go chain
  147. Ambire AdEx
  148. Hash gard
  149. Function x
  150. Pumapay
  151. Tokenomy
  152. Aid coin
  153. Vertcoin
  154. Civic
  155. Hifi Finance
  156. Btu protocol
  157. Cosmo coin
  158. Ravencoin
  159. Hedera Hashgraph
  160. Wanchain
  161. Toko Token
  162. Dia
  163. Near Protocol
  164. HoloToken
  165. VeThor Token
  166. Gala
  167. THORChain
  168. SushiSwap
  169. Utrust
  170. Internet Computer
  171. Chiliz
  172. Chromia
  173. MyNeighbourAlice
  174. Theta Fuel
  175. Polkastarter
  176. Helium
  177. Stacks
  178. ai
  179. Alchemix
  180. AAVE
  181. DYDX
  182. Reef
  183. TomoChain
  184. Axie Infinity
  185. Bancor
  186. Audius
  187. Ocean Protocol
  188. Illuvium (ILV)
  189. Celsius
  190. PancakeSwap
  191. Conflux Network
  192. ForTube
  193. keep network
  194. Dvision Network
  195. Telcoin
  196. Injective Protocol
  197. Alpaca Finance
  198. BICONOMY
  199. PTU Token
  200. Curve DAO Token
  201. Aavegotchi
  202. TerraUSD
  203. Trust Wallet Token
  204. 1INCH
  205. eCash
  206. SKALE Network
  207. IOSToken
  208. Mina
  209. CertiK
  210. Badger Dao
  211. ThunderCore
  212. Anyswap
  213. WOO Network
  214. FTX Token
  215. The Graph
  216. File Coin
  217. IoTex
  218. Mdex
  219. Nexo
  220. SHIBA INU
  221. Alchemy Pay
  222. Vulcan Forged PYR
  223. Kunci Coin
  224. Reserve Rights
  225. Prometeus
  226. Ariva
  227. TrueFi
  228. OKB
  229. CELO
  230. WInkLInk
  231. Perpetual Protocol Token
  232. API3
  233. Cindrum
  234. Apecoin
  235. Voxies
  236. BIDR
  237. Dao Maker
  238. Astar
  239. renBTC
  240. Amp
  241. KOK
  242. GXChain
  243. Achain
  244. Linear
  245. Harvest Finance
  246. Smooth Love Potion
  247. Orchid
  248. KardiaChain
  249. Revain
  250. Hedge Trade
  251. BarnBridge
  252. Anchor Protocol
  253. Mirror Protocol
  254. XSGD Token
  255. Nervos Network
  256. Terra Virtual Kolect
  257. SafePal
  258. Ana Coin
  259. Flow
  260. Alien Worlds
  261. Immutable X
  262. PlayDapp
  263. DODO
  264. Biswap
  265. IDEX
  266. Auto
  267. DeXe
  268. Tadpole Finance
  269. STEPN
  270. secret
  271. Measurable Data Token
  272. Coin98
  273. UNUS SED LEO
  274. Moonriver
  275. Unifi Protocol
  276. Oasis Network
  277. Spell Token
  278. Verasity
  279. SUN
  280. Chia Network
  281. YooShi
  282. Burger Swap
  283. Enzyme (MLN)
  284. Dego Finance
  285. MOBOX
  286. Kadena
  287. OCTOFI
  288. Arweave
  289. Bluzelle
  290. Ellipsis
  291. Efinity
  292. Yield Guild Games
  293. Ooki Protocol
  294. Star Atlas
  295. NanoByte Token
  296. ARPA Chain
  297. Wrapped NXM
  298. Frax Share
  299. Ethereum Name Service
  300. Energi
  301. HEGIC
  302. Merit Circle
  303. Convex Finance
  304. Highstreet
  305. Bitcoin Standard Hashrate Token
  306. Frontier
  307. Orbit Chain
  308. Network
  309. IDK
  310. glitch
  311. Selfkey
  312. Finance
  313. VCGamers
  314. TROY
  315. Raydium
  316. Litentry
  317. Render Token
  318. Keep3rV1
  319. Aurory
  320. CelerToken
  321. Trust Swap
  322. NULS
  323. JasmyCoin
  324. Efforce
  325. Crypto Gaming United Token
  326. Keeper Dao
  327. Flux
  328. Tranchess
  329. Linkeye
  330. Chainbing
  331. Ethernity Chain
  332. ABBC Coin
  333. TitanSwap
  334. Velo
  335. VidyX
  336. King DAG
  337. Dock
  338. Livepeer
  339. Contentos
  340. Pando
  341. Coinweb
  342. Marlin
  343. Cocos-BCX
  344. Apple Tokenized Stock
  345. Everipedia
  346. JOE
  347. KIN
  348. Gitcoin
  349. SuperFarm
  350. Splintershards Token
  351. Santos FC Fan Token
  352. Radicle
  353. Automata Network (ATA)
  354. Finance
  355. Bread
  356. BinaryX
  357. Amazon Tokenized Stock
  358. Alpine F1 Team Fan Token
  359. com
  360. Ergo
  361. Spartan Protocol
  362. PowerPool
  363. League of Kingdoms Arena
  364. Dusk Network
  365. AIOZ Network
  366. Airbnb Tokenized Stock
  367. Mines of Dalarnia
  368. Degree Crypto Token
  369. Carry
  370. Gas
  371. Alitas
  372. Deap Coin
  373. Btrips
  374. Attila
  375. SHILL Token
  376. Tokenplace
  377. Yieldly Token
  378. Alibaba Tokenized Stock
  379. DGPayment
  380. Acala Token
  381. SuperRare
  382. Clover Finance
  383. Play it Forward DAO



Sumber : news.tokocrypto.com

Surabaya hingga Bekasi Masuk Daftar Kota Paling Siap untuk Bisnis Kripto

Sebuah riset yang dilakukan oleh Recap memasukan beberapa kota di Indonesia menjadi lokasi paling siap untuk membangun bisnis kripto dan blockchain. Menariknya, ada empat kota di Indonesia yang masuk dalam daftar, mulai dari Surabaya, Bandung, Jakarta, dan Bekasi.

Aset kripto telah tumbuh secara besar-besaran selama beberapa tahun terakhir. Penggunaan kripto secara global telah meroket hampir 400% antara tahun 2020 dan 2022. Manfaat yang ditawarkan oleh kripto, seperti biaya kepemilikan yang rendah, anonimitas, dan transaksi yang aman dan cepat, adalah semua faktor yang mempengaruhi munculnya aset digital di pasar global.

Peningkatan penggunaan kripto ini telah menarik perhatian kota-kota di seluruh dunia dan banyak yang telah melihat peluang untuk investasi dan potensi inovasi, sehingga memicu perlombaan untuk dilihat sebagai yurisdiksi atau wilayah ‘ramah’ kripto.

Ketika industri menjadi lebih diatur, terutama dalam hal pajak kripto, beberapa negara menawarkan sistem yang lebih menguntungkan daripada yang lain, mulai dari pajak transaksi 0%-45% pada capital gain di beberapa negara.

Potensi Indonesia

Ilustrasi market kripto di Indonesia.
Ilustrasi market kripto di Indonesia.

Baca juga: Indonesia Diproyeksikan Masuk Jajaran Market Kripto Teratas Global

Penelitian yang dilakukan oleh Recap telah melihat manfaat dari mengadopsi pendekatan yang lebih ‘ramah’ kripto – baik untuk investor atau komunitas. Recap meneliti 200 kota terpadat di dunia, dan membandingkannya dengan delapan poin indeks yang relevan untuk menemukan kota yang paling siap untuk kripto di dunia.

Indonesia berhasil menyumbang empat kota yang masuk dalam daftar 50 besar. Surabaya menduduki posisi 37, Jakarta (39), Bandung (43), dan Bekasi (47). Indonesia juga menjadi salah negara yang kotanya terbanyak masuk dalam daftar Recap bertajuk “Top 50 Crypto Hub Cities 2022.”

Untuk kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih kalah dari Singapura, Malaysia, dan Thailand. Kota-kota metropolitan terkemuka seperti London, Dubai, dan New York masuk dalam daftar tiga besar. Namun, Hong Kong, yang diposisikan sebagai negara paling siap untuk kripto pada tahun 2022, turun ke posisi ketujuh dalam penelitian tersebut.

Metodologi Penelitian

50 kota yang siap jadi hub kripto teratas. Sumber: Recap.
50 kota yang siap jadi hub kripto teratas. Sumber: Recap.

Baca juga: Tokocrypto Dukung Pembentukan Ekosistem Kripto di Indonesia

Beberapa faktor utama yang dipertimbangkan dalam penelitian ini termasuk jumlah total event khusus kripto, pekerjaan terkait kripto, perusahaan khusus kripto, dan jumlah ATM kripto. Beberapa pertimbangan non-kripto termasuk kualitas hidup, pengeluaran penelitian dan pengembangan sebagai persentase dari produk domestik bruto dan tarif pajak capital gain.

Setelah data dikumpulkan, skor indeks diberikan ke setiap kota di setiap kumpulan data, tergantung pada kesiapan kota tersebut mengenai kripto. Misalnya kota-kota dengan pajak yang lebih tinggi menempati peringkat terakhir dan menerima skor yang lebih rendah dari 100; sedangkan jumlah perusahaan kripto diinginkan, sehingga kota dengan jumlah tertinggi menempati peringkat teratas dengan skor lebih tinggi.

Persentase kumulatif untuk setiap kota dijumlahkan dan diberi peringkat dari 800, dengan angka indeks tertinggi adalah yang paling siap untuk kripto. Dengan infrastruktur keuangan yang kuat dan ekosistem startup yang berkembang pesat, London menempati posisi pertama sebagai pusat kripto terkemuka di dunia.



Sumber : news.tokocrypto.com

Andil Media Massa Dalam Kemajuan Aset Kripto di RI

Kemajuan aset kripto hingga perkembangan industrinya di Indonesia tak bisa lepas dari peran media massa atau pers. Fungsi media adalah sebagai sumber informasi dan sentimen di pasar keuangan, termasuk komoditas yang berhubungan dengan perdagangan aset kripto.

Banyak media massa terkemuka dapat mempengaruhi pasar, karena bisa mendorong perilaku investor yang menanggapi berita yang dipublikasi. Hubungan sebab-akibat ini yang dapat menggerakan pasar dan mendorong pertumbuhan industri terutama kripto.

Kelly Ann Coulter, seorang peneliti dari UCL Centre for Blockchain Technologies dalam riset terbaru yang bertajuk “The impact of news media on Bitcoin prices: modelling data driven discourses in the crypto-economy with natural language processing” telah mengidentifikasi bahwa interaksi antara sentimen media dan harga Bitcoin (BTC) ada korelasi. Studi telah menunjukkan bahwa aspek informasi dan afektif berita mempengaruhi pasar dengan cara yang mendalam, berdampak pada volume perdagangan, harga kripto, volatilitas dan bahkan perkembangan perusahaan pemilik project di masa depan.

Peran Media Massa

Ilustrasi investasi aset kripto
Ilustrasi investasi aset kripto.

Baca juga: Tokocrypto Hadirkan Fitur Bukti Pajak Kripto Pengguna Dukung PMK 68

“Wacana apa yang disajikan media kepada audiens mereka (konstruksinya), dan bagaimana media berita menyajikan aset kripto (analisisnya), sama pentingnya dan berpengaruh terhadap ekonomi kripto seperti pencarian Google dan metrik media sosial Bitcoin,” tulis Coulter.

Coulter juga telah mengonfirmasi interaksi antara sentimen media dan harga Bitcoin, tetapi juga telah menunjukkan bahwa ada kecenderungan investor untuk bereaksi berlebihan terhadap berita dalam waktu singkat. Di bawah reaksi harga kripto terhadap berita seperti pengumuman kemitraan, dan reaksi berlebihan terhadap serangkaian berita baik atau buruk yang didokumentasikan sebagai keteraturan di antara perilaku investor dalam bagaimana keyakinan terbentuk.

Media massa atau pers menjadi platform yang menyediakan segala informasi yang diinginkan oleh para investor, baik yang baru mau memulai atau pemain lama. Mereka bisa mendapatkan pengetahuan yang bisa membentuk opini untuk mengeluarkan kepututsan investasi yang tepat.

Apresiasi

Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.
Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Bisakah Nilai Bitcoin Capai Rp 449 Juta pada Februari 2023?

Di awal sudah dijelaskan bagaimana peran media massa bisa mengerakan market kripto, terutama harga Bitcoin. Secara menyeluruh, perkembangan industri perdagangan atau investasi aset kripto di Indonesia juga selalu didukung oleh media massa.

Bertepatan dengan Hari Pers Nasional yang diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 9 Februari, Tokocrypto mengapresiasi peran pers yang terus mengawal dan bersama dalam menumbuhkan industri kripto di Indonesia. Pers juga menjadi bagian dalam peran edukasi dan literasi investasi kripto.

“Di Hari Pers Nasional ini, kami mengapreasi setinggi-tingginya peran pers atau media massa dalam perkembangan industri aset kripto di Indonesia. Tak lupa juga peran vital media sebagai saluran untuk edukasi dan literasi mengenai aset kripto. Sesuai fungsinya, pers wajib menyampaikan informasi yang benar, yang mendidik, dan yang mampu memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan masyarakat,” ucap Public Relations Tokocrypto, Bianda Ludwianto.

Dengan berperan aktif mengedukasi masyarakat, pers ikut memberikan kontribusi riil kepada pertumbuhan industri kripto. Perlu diketahui pertumbuhan investasi aset kripto di Indonesia masih terus menunjukan angka yang positif. Berdasarkan data Bappebti, jumlah investor di Tanah Air bertambah 5,46 juta orang sepanjang tahun 2022 hingga total mencapai 16,7 juta. Dibandingkan pertumbuhan tahun 2021 jumlah investor kripto itu lebih rendah sebanyak 11,2 juta orang.

Nilai transaksi perdagangan aset kripto harus diakui mengalami penurunan selama tahun 2022. Bappebti juga melaporkan, nilai transaksi kripto sebesar Rp 306,4 triliun sepanjang 2022. Angkanya menurun 64,3% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 858,76 triliun.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kilas Balik Pencapaian Industri Aset Kripto di Indonesia

Industri aset kripto di Indonesia terus mengalami perkembangan. Perjalanannya tidak mudah dan terus menghadapi pasang surut yang sejalan dengan gejolak market kripto global.

Perlu diketahui pertumbuhan investasi aset kripto di Indonesia masih terus menunjukan angka yang positif. Berdasarkan data Bappebti, jumlah investor di Tanah Air bertambah 5,46 juta orang sepanjang tahun 2022 hingga total mencapai 16,7 juta. Dibandingkan pertumbuhan tahun 2021 jumlah investor kripto itu lebih rendah sebanyak 11,2 juta orang.

Nilai transaksi perdagangan aset kripto harus diakui mengalami penurunan selama tahun 2022. Bappebti juga melaporkan, nilai transaksi kripto sebesar Rp 306,4 triliun sepanjang 2022. Angkanya menurun 64,3% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 858,76 triliun.

Menurunnya nilai transaksi kripto seiring dengan anjloknya market global dan ketidakstabilan makroekonomi pada tahun lalu. Meski begitu, diproyeksikan aset kripto akan kembali bangkit pada tahun ini, meski tidak terlalu cepat atau secara bertahap. 

Bisnis Aset Kripto

Dari segi bisnis pun masih sangat menjanjikan. Tercatat pada akhir 2022 ada 25 pedagang aset kripto yang terdaftar di Bappebti, naik dari 13 pedagang aset kripto di tahun 2021. Adopsi kripto dan blockchain pun terus mengalami perkembangan dengan banyaknya startup dan project token kripto lokal yang bermunculan.

Ilustrasi aset kripto.
Ilustrasi aset kripto. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Tokocrypto Hadirkan Fitur Bukti Pajak Kripto Pengguna Dukung PMK 68

“Hal tersebut tentu positif, dengan munculnya banyak startup blockchain dan project kripto lokal ini, membukti bahwa bisnis aset kripto di Indonesia naik, bisa diakses oleh masyarakat. Developer lokal sudah melek soal pemanfaatan teknologi blockchain dengan meluncurkan project kripto,” kata Ketua Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda.

Dari sisi regulasi, sejauh ini sudah cukup mengakomodir keinginan para pelaku usaha dan membuat industri aset kripto lebih legitimate. Kehadiran aturan mengenai jenis token kripto yang boleh dan resmi diperdagangkan turut membuat investor lebih aman. Kemudian, adanya pajak transaksi aset kripto juga membuat industri ini lebih diperhitungkan, karena berkontribusi untuk pendapatan negara.

Pajak Kripto

Ada berbagai pembaruan regulasi aset kripto yang dikeluarkan. PerBa Bappebti Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto, sekaligus mencabut Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020.

PerBa tersebut dikeluarkan sebagai bentuk peningkatan keamanan investor kripto di Indonesia. Dalam aturan ini terdapat daftar baru 383 jenis aset kripto yang legal di mana 10 adalah token lokal. Nantinya, Bappebti terus melakukan peninjauan terhadap inovasi kripto yang terjadi di pasar.

Infografik pajak kripto di Indonesia. Foto: Tokocrypto.
Infografik pajak kripto di Indonesia. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Bappebti Kemendag dan ASPAKRINDO Gelar Bulan Literasi Kripto 2023

Salah satu regulasi yang menjadi momentum bagi perdagangan aset kripto adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68/PMK.03/2022 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan atas Transaksi Perdagangan Aset Kripto. Regulasi tersebut telah berlaku sejak 1 Mei 2022.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengumumkan sukses mengumpulkan pajak transaksi kripto sebesar Rp 246,45 miliar per Desember 2022. Dari jumlah tersebut, Sri Mulyani merinci perolehan Pajak Penghasilan (PPh) melalui perdagangan sistem elektronik dalam negeri (PMSE DN) dan penyetoran sendiri mencapai Rp 117,44 miliar. Sementara itu, perolehan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas pemungutan oleh non Bendaharawan sebesar Rp 129,01 miliiar.

Tantangan dan Peluang

Industri aset kripto masih bisa terus tumbuh di Indonesia. Ada pun tantangan yang harus diperhatikan untuk menjadikan industri kripto ini sehat, yaitu terkait edukasi dan literasi. Saat ini banyak masyarakat belum sepenuhnya memahami investasi aset kripto, seperti cara memulai hingga strategi untuk mendapatkan profit. Di samping itu, sering terjadi penipuan investasi bodong yang berkedok aset kripto, sehingga membuat citra industri ini menjadi negatif.

Perbandingan regulasi aset kripto  dengan negara lain. Sumber: Tokocrypto.
Perbandingan regulasi aset kripto dengan negara lain. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Riset: Nilai Pasar NFT Indonesia Bisa Capai Rp 200 T pada Tahun 2028

“Peluang tentu masih besar, dengan total jumlah investor kripto yang mencapai 16,7 juta di akhir 2022, berarti baru 6% penduduk Indonesia dari total 274 juta yang belum investasi kripto. Artinya potensi market masih sangat besar untuk bisa dimaksimalkan,” jelas pria yang akrab disapa Manda.

Terlebih saat ini aset kripto sudah dipercaya oleh banyak investor ritel di Indonesia yang sebelumnya terlebih dahulu masuk ke instrumen saham dan reksadana. Prospek imbal hasil yang tinggi dan kemudahan untuk berinvestasi menjadi daya tarik utama kripto.

Tingginya animo generasi muda dalam berinvestasi aset kripto didorong oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah barrier to entry yang sangat kecil dan kemudahaan akses ke platform investasi kripto. Di sisi lain, adanya kecanggihan teknologi dan keterbukaan informasi, animo masyarakat untuk memilih kripto sebagai salah satu aset atau alternatif atas instrumen investasi konvensional akan semakin tinggi di waktu mendatang.



Sumber : news.tokocrypto.com

Indonesia Bisa Jadi Salah Satu Pemimpin Pasar Aset Kripto di Dunia

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan optimis dengan berkembangan pasar aset kripto di Indonesia. Menurutnya pasar aset kripto di dalam negeri semakin meningkat setiap tahunnya dan hal tersebut membuat Indonesia bisa menjadi salah satu market leader di dunia.

“Kondisi ini semua menunjukkan bahwa potensi pasar aset kripto di Indonesia masih sangat besar dan bukan tidak mungkin Indonesia dapat menjadi salah satu pemimpin pasar aset kripto di dunia,” jelas Zulkifli dalam keterangan resminya dikutip Senin (6/2).

Sepanjang 2022, jumlah investor kripto di Indonesia mencapai 16,7 juta orang. Jumlah itu meningkat 44,64% dibandingkan pada 2021 yang sebanyak 11,2 juta orang. Jumlah tersebut didominasi kaum milenial berusia antara 18—30 tahun.

Secara kumulatif, transaksi asest kripto di Indonesia telah mencapai sebesar Rp 306,4 triliun sepanjang 2022. Angkanya menurun 64,3% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 858,76 triliun. Tren transaksi kripto yang menurun bersamaan dengan anjloknya nilai market secara global, terutama menjelang akhir tahun 2022. Meski begitu, pemerintah masih yakin dengan potensi berkembangnya aset kripto di masa depan.

Optimis Kehadiran Bursa Kripto

“Meskipun pada 2022, nilai transaksi aset kripto mengalami penurunan pasar yang mengalami tren saham melemah (bearish), tapi di sisi lain semakin banyaknya perusahaan seperti Meta, Google, dan Twitter yang mulai mengintegrasikan teknologi blockchain dalam kegiatan usahanya. Hal ini membuktikan bahwa bursa asset kripto akan berkembang pesat pada tahun ini,” tutur Mendag Zulkifli Hasan.

Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.
Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.

Baca juga: Data Ungkap Alasan kripto Litecoin (LTC) Reli 80% ke Harga US$ 100

Kementerian Perdagangan juga menargetkan Indonesia akan memiliki kelembagaan bursa
aset kripto yang secara khusus menjadi tempat perdagangan aset kripto setidaknya pada pertengahan tahun 2023. Bursa kripto diperlukan karena diperkirakan pada 2023 aset kripto akan mengalami perkembangan yang pesat, jika dilihat dari sudut pandang teknologi blockchain yang merupakan asal muasal dari teknologi aset kripto.

Teknologi blockchain yang salah satu pengaplikasiannya adalah aset kripto terus mengalami
perkembangan. Namun demikian, Indonesia telah berusaha mengikuti perkembangan tersebut
dengan melakukan penyesuaian berbagai aturan untuk dapat mengatur ekosistem penyelenggaraan aset kripto yang wajar dan adil, serta mengutamakan perlindungan bagi masyarakat sebagai pelanggan.

Pengawasan dan pengaturan perdagangan aset kripto saat ini masih menjadi bagian dari kewenangan Bappebti. Selain itu, untuk menghadapi berbagai tantangan teknologi blockchain ke depan, termasuk aset kripto yang dinilai dapat mempengaruhi sektor keuangan, tahun ini telah diterbitkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

UU P2SK diharapkan dapat saling mengoordinasikan dan menguatkan peran kementerian/lembaga dalam mengatur penyelenggaraan perdagangan aset kripto ke depannya menjadi lebih baik.

Bulan Literasi Kripto

Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.
Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.

Baca juga: BPS Pakai Teknologi Blockchain Olah Data Penduduk Indonesia

Bappebti dan Asosiasi Pedagangan Aset Kripto Indoesia (ASPAKRINDO) menggelar program “Bulan Literasi Kripto” yang diselenggarakan sepanjang Februari 2023. Program BLK 2023 dapat meningkatkan literasi perdagangan aset kripto dengan memberikan mpemahaman yang benar dan tepat di tengah masyarakat sehingga pelaksanaan perdagangan pasar fisik aset kripto sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Bulan Literasi Kripto menjadi momen yang tepat untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pelanggan, calon pelanggan, dan masyarakat umum mengenai penyelenggaraan, mekanisme, dan kelembagaan dalam perdagangan pasar fisik aset kripto di Indonesia. Kami berharap, kegiatan ini dapat menjangkau semakin banyak masyarakat untuk melek aset kripto adalah salah satu alternatif perdagangan komoditas,” tutur Ketua ASPAKRINDO, Teguh Kurniawan Harmanda.

Bulan Aset Kripto 2023 akan diisi dengan berbagai kegiatan di antaranya seminar web maupun gelar wicara ke kampus-kampus serta masyarakat luas, fun sport, dan turnamen eSport dan lainnya. Rangkaian acara tersebut akan digelar di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Medan, Semarang, Surabaya, dan Makassar, baik secara luring, daring, atau
hibrida.



Sumber : news.tokocrypto.com

BPS Pakai Teknologi Blockchain Olah Data Penduduk Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) akan menggunakan teknologi blockchain dalam pengolahan data penduduk Indonesia. BPS akan menerapkan blockchain pada platform digital data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) sebagai bagian dari reformasi birokrasi BPS pada 2023.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono, mengatakan penggunaan blockchain akan menjaga akurasi dan akuntabilitas data. BPS juga berupaya membangun Regsosek yang mengintegrasikan seluruh data ke dalam sistem reformasi perlindungan sosial. Setiap gugus data yang saling terintegrasi dapat dibagi-pakai oleh kementerian/lembaga (k/l) hingga pemerintah daerah (pemda).

“Kami akan gunakan teknologi blockchain supaya akurasi data, akuntabilitas data, dan sejarah data tercatat dengan baik sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Jadi ini adalah sekaligus merupakan tugas BPS dalam perpres 132 2022 tentang Arsitektur SPBE Nasional,” kata Margo dikutip Antara, Rabu (1/2).

Integrasi Data

Ilustrasi blockchain.
Ilustrasi blockchain.

Baca juga: BI Pastikan Rupiah Digital Pakai Teknologi Blockchain, Kapan Dirilis?

Margo berharap Regsosek tidak hanya menjadi gugus data yang baru, tanpa ada integrasi dengan sistem data yang lain. Untuk melakukan integrasi, setiap gugus data harus terkoneksi dengan data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Harapannya, sistem data yang menggunakan teknologi blockchain itu terhubung pula dengan gugus data lainnya seperti data perkawinan dan perceraian, serta data lain sebagainya.

Dengan Regsosek, BPS tengah berupaya mendapatkan data terkait kondisi infrastruktur dasar kebutuhan masyarakat, dan terakhir menyangkut kondisi geografis dan kemudahan akses wilayah. Jika dapat diketahui bisa memberikan treatment dan kebijakan sesuai dengan kapabilitas dan kebutuhan masing-masing daerah.

“Jadi melihat si miskin ini spektrumnya 360 derajat, bisa dari kapabilitas individu dan keluarga, kondisi infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan penyangga masyarakat, dan bisa menggambarkan kantong-kantong kemiskinan dari kondisi geografis dan kemudahan akses wilayah. Dengan melihat data statistik 360 derajat (statistical dataverse 360°), maka kita bisa melihat program yang cocok di setiap wilayah itu apa (mengingat antar daerah memiliki karakteristik yang berbeda),” jelas Kepala BPS.

Pemerintah Indonesia dan Blockchain

Ilustrasi CBDC Digital Rupiah. Foto: Bank Indonesia.
Ilustrasi CBDC Digital Rupiah. Foto: Bank Indonesia.

Baca juga: Elon Musk Ungkap Fitur Pembayaran Kripto di Twitter, Harga DOGE Naik?

BPS bukan menjadi lembaga pemerintahan yang mulai mengadopsi teknologi blockchain. Sebelumnya yang ramai diberitakan adalah Bank Indonesia yang tengah merancang Rupiah Digital dengan blockchain atau distributed ledger technology (DLT).

Bank Indonesia semakin dekat dengan penerbitan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau yang bakal dikenal sebagai Rupiah Digital. Salah satu kabar terbaru adalah BI akan menggunakan teknologi blockchain untuk proses distribusinya.

Dikutip Antara, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan pihaknya kini sedang dalam proses seleksi pemain terbesar di perbankan atau perusahaan sistem pembayaran, yang akan ditunjuk atau diamanatkan untuk mendistribusikan rupiah digital.

“Platform distribusinya nanti akan menggunakan Distributed Ledger Technology (DLT) blockchain dan perbankan yang ditunjuk akan memiliki dua akun, akun digital dan akun standar. Hanya bank yang bisa menggunakan DLT,” kata Perry.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kesadaran Kripto di Indonesia Tertinggi Kedua di Asia

Survei terbaru yang dilakukan Consensys bekerja sama dengan YouGov menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap aset kripto sebesar 4% dibandingkan tahun lalu. Survei ini melibatkan 1.041 responden berusia 18-65 tahun, menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kesadaran kripto tertinggi kedua di Asia bersama Korea Selatan, setelah Turki.

Consensys menemukan adanya peningkatan kesadaran publik terhadap mata uang kripto di Indonesia. Hanya saja, peningkatan kesadaran ini tidak sejalan dengan tingkat pemahaman. Sebanyak 63% responden mengakui masih kesulitan memahami konsep kripto dan teknologi blockchain.

Joseph Lubin, Co-Founder Ethereum dan Founder sekaligus CEO Consensys, mengatakan, “Setiap tahun, kami terus melihat tren positif untuk pertumbuhan dan adopsi kripto, web3, dan blockchain. Tahun 2024 adalah tahun yang monumental bagi kripto karena berbagai alasan—tetapi saya percaya kita berada di arah yang benar. … Saat dunia merangkul potensi desentralisasi dan kripto, industri ini siap mendukung dan memberdayakan gelombang pengguna berikutnya melalui pendidikan dan inovasi sambil menyelesaikan beberapa tantangan paling kompleks di dunia,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (11/12).

Global Survey on Crypto and Web3. Sumber: Consensys.
Global Survey on Crypto and Web3. Sumber: Consensys.

Perubahan Perspektif

Isu keamanan menjadi perhatian utama masyarakat terkait kripto. Sebanyak 89% responden menyatakan kekhawatiran tentang keamanan transaksi dan investasi kripto. Meskipun angka ini turun 3% dibandingkan tahun lalu, Indonesia tetap menjadi negara paling sadar akan keamanan di Asia.

Survei ini juga mengungkapkan penurunan signifikan kepercayaan terhadap institusi keuangan tradisional dan layanan internet di Indonesia. Kepercayaan terhadap institusi keuangan—termasuk bank, layanan pinjaman, dan investasi—turun sebesar 14%. Saat ini, hanya 66% masyarakat Indonesia yang menganggap sistem ini penting.

Temuan ini menunjukkan adanya indikasi pergeseran kepercayaan masyarakat dari sistem tersentralisasi, membuka peluang bagi alternatif desentralisasi untuk mendapatkan perhatian pasar, jika mereka mampu mengatasi kekhawatiran tentang keamanan.

Persepsi masyarakat terhadap NFT juga mengalami perubahan. NFT yang sebelumnya dianggap sekadar aset seni kini dilihat sebagai alat potensial untuk menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif. Perubahan ini mencerminkan penerimaan teknologi blockchain untuk aplikasi yang lebih luas.

Pentingnya Edukasi Kripto

VP PR & Marketing Tokocrypto, Rieka Handayani. Sumber: Tokocrypto.
VP PR & Marketing Tokocrypto, Rieka Handayani. Sumber: Tokocrypto.

Laporan dari Consensys mengungkapkan bahwa banyak responden masih kesulitan memahami konsep kripto dan teknologi blockchain. Hal ini menjadi tantangan signifikan yang perlu diatasi oleh pelaku industri kripto, termasuk Tokocrypto.

VP PR & Marketing Tokocrypto, Rieka Handayani, menekankan pentingnya memperluas akses edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap teknologi ini. Menurutnya, meski kesadaran akan kripto terus meningkat, rendahnya tingkat pemahaman menjadi hambatan utama dalam percepatan adopsi kripto di Indonesia.

“Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang teknologi blockchain dan kripto adalah langkah strategis untuk memperluas adopsi di Indonesia. Terlebih lagi, generasi muda berusia 18 hingga 35 tahun menjadi pendorong utama volume transaksi kripto, karena mereka tertarik pada kemudahan yang ditawarkan aset digital ini,” ujar Rieka.

Rieka juga menegaskan komitmen Tokocrypto dalam menyediakan edukasi yang mudah diakses melalui program seperti Tokocrypto Academy dan Crypto Class. Program edukasi gratis ini dirancang untuk semua kalangan, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman. “Edukasi yang baik tidak hanya membantu masyarakat memahami potensi kripto, tetapi juga memberikan pedoman untuk berinvestasi dengan bijak di tengah tantangan literasi keuangan yang ada,” tambahnya.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com