Tag Archives: ethereum

Data Futures Ungkap Tekanan Jual Ethereum Belum Mereda

Aktivitas pasar derivatif Ethereum menunjukkan tekanan jual yang masih mendominasi dalam beberapa bulan terakhir. Data dari indikator ETH Binance Futures Smart Money CVD (90 hari) mengungkapkan perubahan struktur permintaan di pasar futures Ethereum, terutama di platform Binance.

Meskipun dalam sesi perdagangan terbaru terdapat sedikit keunggulan pada aktivitas beli agresif, data jangka menengah masih menunjukkan dominasi tekanan jual dari pelaku pasar besar.

Perbedaan Tipis Antara Pembeli dan Penjual

Berdasarkan data terbaru, volume pembelian agresif Ethereum futures di Binance mencapai sekitar US$4,583 miliar. Sementara itu, volume penjualan agresif tercatat hampir setara, yaitu sekitar US$4,576 miliar.

Dilaporkan Crypto Quant, selisih harian antara keduanya, yang dikenal sebagai Taker Delta, mencatat nilai positif sekitar US$7,15 juta. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas beli agresif sedikit lebih tinggi dibandingkan aktivitas jual dalam sesi perdagangan tersebut.

Namun, keunggulan ini tergolong kecil jika dibandingkan dengan dinamika pasar secara keseluruhan dalam periode yang lebih panjang.

CVD 90 Hari Masih Negatif

Jika dilihat dalam rentang waktu yang lebih luas, indikator Smart Money CVD selama 90 hari masih menunjukkan nilai negatif sekitar minus US$5,71 miliar.

Nilai negatif ini menandakan bahwa selama tiga bulan terakhir, total aktivitas penjualan agresif di pasar futures Ethereum lebih besar dibandingkan aktivitas pembelian agresif.

Secara umum, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar besar masih lebih aktif melakukan penjualan atau membuka posisi short di pasar derivatif.

Menurut Tim Research Tokocrypto, artinya, meski ada pembelian agresif sesaat, tekanan jual kumulatif selama tiga bulan terakhir masih dominan dan belum benar-benar dipatahkan.

“Secara onchain dan derivatif, kondisi ini sering mencerminkan fase di mana buyer mulai menyerap pasokan tanpa langsung mampu membalikkan tren, sehingga ETH masih berada di zona rapuh sampai ada konfirmasi demand yang lebih konsisten,” jelasnya.

Baca juga: ETF Ethereum Staking Pertama BlackRock Catat Debut Kuat di Pasar

Dominasi Penjual di Pasar Futures

Dalam struktur pasar derivatif, nilai CVD negatif biasanya menandakan dominasi penjual agresif yang mengeksekusi transaksi melalui market order.

Perilaku ini sering mencerminkan dua kemungkinan, yaitu trader yang menutup posisi lama atau pelaku pasar yang membuka posisi short baru sebagai respons terhadap kondisi pasar.

Meski demikian, dominasi penjual tidak selalu berarti harga akan langsung turun dalam waktu dekat.

Potensi Fenomena Liquidity Absorption

Dalam beberapa situasi, pasar dapat mengalami fenomena yang dikenal sebagai liquidity absorption.

Fenomena ini terjadi ketika pembeli menempatkan limit order dalam jumlah besar untuk menyerap tekanan jual yang masuk ke pasar. Akibatnya, tekanan jual dapat tertahan tanpa langsung mendorong harga naik secara signifikan.

Kondisi seperti ini sering muncul pada fase konsolidasi pasar, ketika pembeli dan penjual sama-sama aktif namun harga bergerak dalam rentang yang relatif terbatas.

Dengan struktur pasar yang masih menunjukkan tekanan jual dalam jangka menengah, pergerakan Ethereum dalam waktu dekat kemungkinan akan dipengaruhi oleh keseimbangan antara tekanan jual dari pasar derivatif dan kemampuan pembeli untuk menyerap likuiditas tersebut.

Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum di $2.000, Tapi Sinyal Pasar Masih Tarik-Menarik?

Pergerakan harga Ethereum (ETH) masih berada dalam tekanan meskipun data pasar terbaru menunjukkan mulai munculnya aliran pembelian di pasar derivatif. Indikator on-chain memperlihatkan bahwa aktivitas beli mulai meningkat, namun dominasi pasar antara pembeli dan penjual masih belum menunjukkan arah yang jelas.

Dilaporkan Crypto Quant, situasi ini mencerminkan kondisi pasar yang masih berada dalam fase tarik-menarik antara sentimen bullish dan bearish di tengah volatilitas yang tinggi.

Indikator CVD Tunjukkan Aktivitas Pembelian

Salah satu indikator yang digunakan untuk melihat dinamika pasar adalah Cumulative Volume Delta (CVD). Indikator ini mengukur selisih kumulatif antara volume order beli dan order jual di pasar.

Data dari Binance menunjukkan bahwa Ethereum saat ini diperdagangkan di sekitar level US$2.000 dengan nilai CVD sekitar 31.207 kontrak. Angka tersebut menunjukkan adanya kecenderungan kecil ke arah order beli dibandingkan order jual pada saat pengamatan.

Namun dalam beberapa bulan terakhir, indikator CVD menunjukkan fluktuasi tajam antara wilayah positif dan negatif. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar Ethereum masih berada dalam kondisi persaingan ketat antara pembeli dan penjual.

Menurut Tim Research Tokocrypto, meski buying flow mulai membaik, gambar menegaskan bahwa Ethereum belum benar-benar keluar dari tekanan karena beberapa bulan terakhir masih diwarnai fluktuasi tajam antara dominasi buyer dan seller.

“Secara onchain dan derivatif, ini berarti demand mulai pulih, tetapi belum cukup kuat untuk menghapus fakta bahwa ETH masih berada di fase rapuh dan tetap butuh konfirmasi lanjutan sebelum bisa dianggap berbalik sehat,” ungkapnya.

Baca Juga: Vitalik Buterin: Vibe Coding AI Bisa Percepat Roadmap Ethereum

Korelasi Harga dan Aktivitas Trading

Selain itu, indikator korelasi harga terhadap CVD dalam periode 30 hari menunjukkan nilai sekitar 0,682. Angka ini tergolong positif dan relatif kuat, yang berarti pergerakan harga Ethereum cukup sejalan dengan aktivitas order beli dan jual di pasar.

Ketika nilai korelasi berada pada level positif seperti ini, pergerakan harga biasanya mencerminkan dinamika permintaan dan penawaran yang nyata di pasar, bukan sekadar dipengaruhi oleh faktor likuiditas rendah atau pergerakan eksternal.

Tekanan Jual Sempat Mendominasi

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 12 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 12 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Data sebelumnya juga menunjukkan bahwa penurunan harga tajam pada awal 2026 terjadi bersamaan dengan melemahnya momentum CVD. Kondisi ini menandakan bahwa tekanan jual saat itu lebih kuat dibandingkan permintaan beli.

Tekanan tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan harga Ethereum selama periode tersebut.

Sinyal Awal Pemulihan Permintaan

Meski demikian, perubahan terbaru pada indikator CVD yang kembali bergerak ke wilayah positif dapat mengindikasikan adanya upaya dari pembeli untuk kembali mengambil kendali pasar.

Pergerakan ini bisa menjadi sinyal awal meningkatnya permintaan, meskipun arah tren pasar Ethereum secara keseluruhan masih belum sepenuhnya jelas.

Para analis menilai bahwa selama volatilitas masih tinggi dan dominasi pembeli belum stabil, harga Ethereum kemungkinan akan tetap bergerak dalam fase konsolidasi sebelum menentukan arah tren berikutnya.

Baca Juga: Vitalik Buterin Perkenalkan EIP-8141, Siap Ubah UX Ethereum


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Diprediksi Bakal Tembus Rp 78 Juta Gegara BlackRock


Jakarta

Koin Ether (ETH) di jaringan Ethereum diprediksi bakal menguat. Salah satu sentimennya adalah manuver BlackRock, perusahaan manajemen investasi besar dunia.

Prediksi itu dikeluarkan oleh Bittime, platform investasi aset kripto yang resmi terdaftar di Indonesia. Dalam keterangan resminya dijelaskan bahwa BlackRock baru saja meluncurkan tokenized fund atau product investasi dari tokenisasi pertamanya yang diterbitkan pada blockchain publik Ethereum. Produk investasi itu dikembangkan melalui BlackRock USD Institutional Digital Liquidity Fund (BUIDL).

BUIDL akan memberikan akses produk kepada investor yang memenuhi syarat dengan imbal hasil dolar AS melalui produk tokenisasi tersebut. BUIDL menawarkan nilai stabil sebesar US$1 per token dan membayar dividen yang terakumulasi setiap hari langsung ke wallet investor sebagai token baru.


CEO Bittime Ryan Lymn mengatakan pihaknya menilai langkah BlackRock tersebut bakal memberikan imbas positif terhadap industri dan pasar aset kripto. Pasalnya, manuver tersebut memberikan sinyal adanya ketertarikan perusahaan besar untuk menggunakan blockchain.

“Ini pertama kalinya BlackRock menggunakan blockchain publik seperti Ethereum. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan besar mulai tertarik menggunakan blockchain untuk investasi mereka,” ujarnya.

Menurutnya BlackRock ingin memudahkan masyarakat berinvestasi dengan menggunakan sistem Ethereum yang dikenal mudah digunakan dan aman melalui BUIDL. Langkah ini menyoroti pentingnya Ethereum dalam menciptakan produk keuangan baru, yang membuat lebih banyak orang ingin berinvestasi di Ethereum, sehingga membuat harganya naik.

“Oleh karena itu, peluncuran tokenized fund BUIDL oleh BlackRock di Ethereum menandakan dukungan institusional serta minat terhadap aset blockchain, yang mampu meningkatkan permintaan untuk Ether (ETH) dan mendukung harganya,” jelas Ryan.

Ryan menambahkan, tim riset Bittime telah memantau pergerakan harga ETH dan berbagai sentimen yang mempengaruhinya. Ia mengaku, pihaknya terbilang optimistis terhadap kinerja ETH sepanjang 2024 ini.

“Tim riset Bittime memprediksi ETH bisa menembus level US$5.000 atau sekitar Rp79 juta di tahun ini. Hal tersebut menimbang manuver BlackRock, pandangan terkait produk ETF Ethereum, dan kondisi pasar aset kripto yang tengah bullish pada tahun ini,” ungkap Ryan.

(das/kil)



Sumber : finance.detik.com

Bos Perusahaan Teknologi Korsel Ditangkap Terkait Penipuan Kripto Rp 5,7 T


Jakarta

CEO Wacon, Byun Young-oh ditangkap atas kasus penipuan kripto besar-besaran. Bos perusahaan teknologi asal Korea Selatan telah ditahan pihak berwenang karena dituding menipu lebih dari 500 orang.

Dikutip dari Coinmarketcap, Jumat (16/8/2024), dana yang terkumpul dalam kasus tersebut mencapai US$ 366 juta atau Rp 5,7 triliun (kurs Rp 15.700).

Meningkatnya penggunaan kripto menarik perhatian beberapa komunitas. Namun, beberapa orang seperti Young-oh memanfaatkan momen tersebut demi keuntungan pribadi.


Menurut laporan media lokal, Young-oh dan kaki tangannya Yeom melakukan penipuan gaya Ponzi melalui layanan bernama MainEthernet. Melalui platform tersebut, Young-oh dan Yeom menjanjikan investor pengembalian antara 45% dan 50% atas deposit ethereum atau ETH.

Pelaku menargetkan investor lanjut usia dan menjanjikan keuntungan yang tinggi. Beberapa laporan menyatakan bahwa hingga 12.000 orang menginvestasikan dana dengan MainEthernet, dan sebagian besar dari mereka berusia 60 tahun ke atas.

MainEthernet telah menerima jutaan dolar dari para investor yang tidak mencurigai adanya kecurangan. Namun, investor mulai curiga ada yang tidak beres ketika mereka tidak dapat menarik dananya sekitar pertengahan tahun lalu.

Pada November, Young-oh bertemu dengan investor dan menjanjikan pengembalian dana, menambahkan bahwa dia akan menyelesaikan masalah tersebut dalam waktu empat bulan. Namun korban tidak menerima pengembalian uang dan menyadari bahwa kantor perusahaan di Seoul sudah lenyap.

Young-oh membantah tuduhan bahwa dia menjalankan skema Ponzi. “Saya bahkan tidak tahu apa itu Ponzi. Dan saya tidak tahu bagaimana skema pemasaran berjenjang disusun,” ujar dia.

Meski demikian, Divisi Kriminal Kelima dari Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul bermaksud untuk menuntut keduanya atas tuduhan penipuan. Wacon sebelumnya berjanji untuk memperoleh keuntungan melalui kasino dan kecerdasan buatan (AI), dan menjanjikan deposit sebesar 100%, dan 30% pada hari ke-40.

Perusahaan kemudian menggunakan metode multi-level marketing (MLM), yang mana investor mendapatkan biaya referensi tak terbatas untuk pendaftar baru. Namun, Wacon belum membayar modal atau bunga sejak Juni 2023. Dilaporkan bahwa Wacon terus menerima investor baru hingga awal tahun 2024.

(ily/ara)



Sumber : finance.detik.com

Cuma 3% dari Total Cadangan Kripto


Jakarta

Platform perdagangan kripto, Indodax buka suara terkait kerugian yang dialami sekitar Rp 300 miliar akibat serangan siber. Dampak finansial terkait kejadian itu disebut hanya sekitar 3% dari total cadangan aset kripto INDODAX.

“Meskipun mengalami kerugian sekitar Rp 300 miliar akibat serangan siber, dampak finansial tersebut hanya sekitar 3% dari total cadangan aset kripto INDODAX,” kata CEO INDODAX, Oscar Darmawan dalam keterangan tertulis, Minggu (29/9/2024).

Dengan lebih dari 6,8 juta pengguna, INDODAX mengklaim memiliki cadangan aset kripto senilai Rp 11,5 triliun, termasuk di dalamnya 4.806,34 Bitcoin senilai Rp 4,288 triliun, 36.915,47 Ethereum senilai Rp 1,334 triliun, serta berbagai aset kripto lainnya senilai sekitar Rp 5,907 triliun.


Pasca insiden peretasan, INDODAX mengklaim telah berhasil memulihkan kepercayaan pengguna dengan total volume transaksi hingga lebih dari Rp 2,3 trilliun selama periode 14-25 September 2024. Hal ini menunjukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap platform INDODAX masih tinggi pasca insiden.

Komitmen INDODAX terhadap transparansi dan keterbukaan dinilai menjadi salah satu faktor kunci yang membantu pemulihan kepercayaan pengguna.

“Transparansi merupakan pondasi penting dalam membangun dan menjaga kepercayaan publik. Dengan publikasi Proof of Reserve, kami memberikan kepastian kepada para pengguna bahwa mereka dapat memantau keamanan aset mereka kapan pun. Ini adalah wujud nyata tanggung jawab kami kepada para member,” ujar Oscar.

Oscar juga menambahkan bahwa selama dua tahun terakhir, INDODAX telah berupaya mengajak exchange kripto lainnya untuk mengadopsi langkah serupa.

“Kami telah mendorong industri kripto di Indonesia untuk lebih terbuka dan transparan. Meskipun hingga saat ini belum ada yang mengikuti, kami percaya bahwa transparansi akan menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem kripto yang aman dan terpercaya di masa mendatang,” jelasnya.

Angga Andinata, seorang analis kripto dan edukator Crypto & Web 3, turut memberikan apresiasi terhadap langkah yang diambil oleh INDODAX. “Proof of Reserve yang diterapkan oleh INDODAX tidak hanya dalam bentuk laporan, tetapi juga terintegrasi secara real-time, yang memungkinkan publik untuk memverifikasi data cadangan secara langsung. Langkah ini menjadi contoh yang patut diikuti oleh bursa kripto lainnya di Indonesia,” ungkapnya.

Sedangkan dalam konteks regulasi yang akan datang, Angga juga menyoroti bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nantinya berencana untuk mengawasi lebih ketat aset kripto di Indonesia, di mana cadangan aset kripto akan disimpan oleh perusahaan kustodian.

“Saya berharap nantinya perusahaan kustodian juga dapat mempublikasikan cadangan mereka secara transparan untuk menjaga kepercayaan pengguna,” tambah Angga.

Dengan adanya langkah transparansi ini, INDODAX berharap dapat menetapkan standar baru di industri kripto Indonesia maupun global. “Kami berharap lebih banyak bursa yang mengikuti jejak kami untuk menciptakan ekosistem kripto yang lebih aman, transparan, dan terpercaya,” tutup Oscar.

(aid/das)



Sumber : finance.detik.com

Diserang Hacker, Indodax Klaim Punya Cadangan Aset Kripto Rp 11,5 T


Jakarta

Platform pertukaran mata uang kripto, PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax), diduga mengalami peretasan. Meski begitu perusahaan memastikan seluruh aset milik nasabah 100% aman alias tidak ada kehilangan.

“Kami juga ingin menegaskan bahwa saldo Rupiah dan aset kripto Anda tetap 100% aman dan tidak terpengaruh oleh proses investigasi dan insiden yang terjadi,” terang Indodax melalui unggahan di sosial media X miliknya (@indodax), Sabtu (14/9/2024).

Perusahaan kripto asal Indonesia itu juga mengungkap memiliki total cadangan aset kripto sebesar Rp 11.529 triliun. Perihal ini disampaikan Indodax untuk menunjukkan bahwa seluruh aset perusahaan serta nasabah aman dari insiden peretasan atau hacking tersebut.


“Indodax memiliki cadangan aset kripto yang kuat, termasuk 4.806,34 Bitcoin yang saat ini bernilai sekitar Rp 4,288 triliun, serta 36.915,47 Ethereum yang bernilai sekitar Rp 1,334 triliun berdasarkan harga pasar terbaru,” jelas perusahaan.

“Selain itu, Indodax juga memiliki aset kripto lain-lain senilai sekitar Rp 5,907 triliun. Total cadangan aset kripto INDODAX saat ini adalah sekitar Rp 11,529 triliun,” tambah Indodax.

Terkait proses investigasi dan penanganan pasca peretasan itu, Indodax mengaku sudah bekerja sama dengan pihak eksternal yang ahli dalam Cyber Security Forensic Investigation untuk melakukan audit menyeluruh terhadap database, perangkat lunak, dan server perusahaan.

Indodax berjanji akan menjaga transparansi selama proses investasi dan penanganan hacking berlangsung. Bersamaan dengan itu pihaknya meminta kepada seluruh nasabah untuk berhati-hati atas segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan perusahaan.

“Kami akan terus menjaga transparansi penuh dan mengajak Anda untuk berhati-hati terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan Indodax. Dapatkan informasi terbaru hanya melalui channel resmi kami di Blog, Instagram, Facebook, Twitter, YouTube, Telegram, dan TikTok,” pungkas Indodax.

(eds/eds)



Sumber : finance.detik.com

5 Aplikasi Kripto Terbaik di Indonesia untuk Investasi Aman dan Menguntungkan


Jakarta

Berbagai aplikasi kripto kini hadir untuk memudahkan siapa saja yang ingin terjun ke dalam dunia aset digital. Namun, dengan begitu banyak pilihan yang tersedia, memilih aplikasi kripto yang tepat bisa menjadi tantangan tersendiri. Untuk itu, mari kenali beberapa aplikasi kripto terbaik yang bisa menjadi pilihanmu, termasuk keunggulan dan fitur-fitur unik yang ditawarkan oleh masing-masing platform.

Setiap aplikasi memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari keamanan, kemudahan penggunaan, hingga fitur-fitur khusus yang dirancang untuk berbagai kebutuhan. Dengan memahami hal ini, kamu bisa membuat keputusan yang lebih bijak dan mengoptimalkan potensi keuntungan dari investasi kripto yang kamu lakukan.

1. Nanovest


Nanovest adalah pemain dalam dunia kripto di Indonesia yang berhasil menarik perhatian dalam waktu singkat. Didesain untuk memudahkan akses investasi, Nanovest menawarkan fitur yang unik, yaitu investasi mikro. Ini memungkinkan kamu untuk berinvestasi dengan modal kecil, bahkan dalam jumlah yang sangat minimal.

Kemudahan penggunaan aplikasi ini sangat cocok bagi kamu yang baru mengenal kripto. Antarmuka yang sederhana dan intuitif membuatnya mudah digunakan oleh siapa saja, baik pemula maupun pengguna berpengalaman. Kamu tidak perlu memiliki pengetahuan teknis mendalam untuk memulai investasi melalui Nanovest.

Keamanan Nanovest juga dilengkapi dengan sistem keamanan yang mumpuni, termasuk verifikasi dua langkah dan enkripsi data tingkat tinggi. Dalam hal regulasi, Nanovest telah mendapatkan lisensi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), sehingga menambah kepercayaan penggunanya.

Berbicara soal fitur dan kelebihan yang unik, Nanovest dibekali beberapa hal yang sangat menguntungkan. Dikutip dari website Nanovest, beberapa keunggulan di antaranya adalah:

  • Locked Staking: Mengunci saldo di akun Nanovest pada periode waktu tertentu dengan return 7% per tahun nett
  • Flexible Staking: Menyimpan saldo di akun Nanovest pada periode waktu tertentu dengan return 5% per tahun nett, return tersebut selalu bertambah setiap hari tanpa harus menunggu periode waktu yang telah ditentukan.
  • Crypto Wallet: Integrasi crypto wallet yang membuat transaksi bisa dilakukan tanpa batas geografis.
  • Free Transfer Aset: Fitur yang memperbolehkan transfer saldo digital gratis ke siapa pun di Indonesia. Penerima tidak harus terdaftar di aplikasi Nanovest.

2. Tokocrypto

Tokocrypto adalah salah satu bursa kripto di Indonesia yang dikenal dengan keandalannya. Didirikan pada tahun 2018, Tokocrypto berhasil mendapatkan lisensi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Tokocrypto menyediakan berbagai fitur yang memudahkan penggunanya dalam membeli, menjual, dan menukar aset kripto. Salah satu fitur andalannya adalah trading dengan berbagai pasangan mata uang kripto yang memungkinkan kamu melakukan diversifikasi portofolio dengan mudah.

Keamanan dan regulasi Tokocrypto menempatkan keamanan sebagai prioritas utama. Selain memiliki lisensi resmi dari BAPPEBTI, platform ini juga menerapkan sistem keamanan berlapis, termasuk penggunaan cold storage untuk menyimpan sebagian besar aset pengguna.

Kemudahan akses dan edukasi Tokocrypto tidak hanya berfokus pada pengguna berpengalaman tetapi juga pada pemula. Platform ini menyediakan berbagai materi edukasi, termasuk webinar dan artikel yang membahas tentang dasar-dasar kripto, analisis pasar, dan tips trading.

3. Pintu

Pintu adalah aplikasi kripto lain yang layak dipertimbangkan, terutama bagi kamu yang mencari platform dengan antarmuka yang sederhana dan mudah digunakan. Didirikan pada tahun 2020, Pintu berhasil menarik perhatian banyak pengguna berkat pendekatan yang simpel namun efektif dalam memperdagangkan aset kripto.

Aplikasi ini dirancang untuk kamu yang mungkin belum terlalu familiar dengan teknologi kripto. Dengan hanya beberapa langkah, kamu bisa membeli atau menjual kripto tanpa kebingungan. Hal ini menjadikan Pintu sangat populer di kalangan pengguna yang mencari pengalaman trading yang sederhana.

Keamanan dan transparansi pintu memastikan semua transaksi yang dilakukan melalui aplikasinya aman dan transparan. Setiap transaksi dicatat dan bisa diakses dengan mudah, sehingga memberikan rasa aman bagi penggunanya. Selain itu, Pintu juga telah terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, jadi platform ini beroperasi secara legal dan mengikuti regulasi yang berlaku di Indonesia.

4. Binance

Binance adalah salah satu bursa kripto terbesar di dunia dengan berbagai fitur yang dirancang untuk melayani segala jenis pengguna, dari pemula hingga profesional. Didirikan pada tahun 2017, Binance dengan cepat menjadi platform favorit berkat likuiditas tinggi, dengan berbagai aset kripto yang tersedia dan inovasi berkelanjutan dalam teknologi blockchain.

Fitur trading yang canggih Binance menyediakan akses ke lebih dari 300 jenis aset kripto, termasuk koin-koin populer seperti jual beli Bitcoin, Ethereum, hingga token-token yang lebih eksotis. Platform ini juga menawarkan berbagai tipe trading, seperti spot trading, margin trading, dan futures trading.

Keamanan berstandar internasional keamanan di Binance tidak main-main. Platform ini menggunakan sistem multi-tier dan multi-cluster untuk arsitektur keamanannya. Binance juga mengimplementasikan sistem Secure Asset Fund for Users (SAFU), dana darurat yang digunakan untuk melindungi aset pengguna dalam situasi ekstrem seperti peretasan.

Binance juga menyediakan berbagai layanan lain seperti staking, lending, dan kartu debit kripto yang memungkinkan kamu untuk menggunakan kripto dalam transaksi sehari-hari. Ini membuat Binance tidak hanya sebagai platform trading, tetapi juga sebagai ekosistem kripto yang lengkap untuk berbagai kebutuhan.

5. Luno

Luno adalah salah satu aplikasi kripto yang cukup populer di Asia, terutama di Indonesia. Didirikan pada tahun 2013, Luno fokus pada misi untuk membuat kripto dapat diakses oleh siapa saja dengan menekankan pada edukasi dan kemudahan penggunaan.

Aplikasi ini menawarkan antarmuka yang bersih dan sederhana, dengan panduan langkah demi langkah untuk membeli, menjual, dan menyimpan aset kripto. Kamu tidak akan merasa kewalahan saat menggunakan aplikasi ini, bahkan jika ini adalah pengalaman pertamamu dengan kripto.

Salah satu keunggulan utama Luno adalah komitmennya dalam memberikan edukasi kepada penggunanya. Luno menyediakan berbagai materi edukasi seperti artikel, video, dan webinar yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman pengguna tentang kripto. Ini sangat bermanfaat bagi kamu yang baru memulai dan ingin belajar sebelum benar-benar terjun ke dunia trading kripto.

Nah itulah sejumlah aplikasi kripto terbaik yang bisa kamu pilih. Investasi kripto menawarkan peluang besar, namun memilih aplikasi kripto yang tepat sangatlah krusial untuk memastikan kamu dapat bertransaksi dengan aman dan efisien.

Pada akhirnya, kesuksesan dalam dunia kripto tidak hanya bergantung pada fluktuasi pasar, tetapi juga pada keputusan yang kamu buat dalam memilih alat yang tepat untuk mengelola investasi. Dengan memilih aplikasi kripto yang sesuai, kamu bisa lebih tenang dan percaya diri dalam menjalani perjalanan investasi yang penuh tantangan namun menjanjikan ini.

(Content Promotion/Nanovest)



Sumber : finance.detik.com

Terungkap! Dalang Peretasan Indodax dari Korea Utara


Jakarta

Platform pertukaran mata uang kripto, INDODAX menyampaikan kabar terkini soal insiden peretasan yang terjadi tanggal 11 September 2024. Perusahaan menduga hal itu dilakukan hacker dari Korea Utara.

Namun, CEO INDODAX, Oscar Darmawan menyebut pemulihan berhasil dilakukan sekitar 80 jam. Menurutnya insiden keamanan serupa bisa terjadi di exchange manapun di seluruh dunia.

“Kami telah menerapkan berbagai langkah mitigasi yang komprehensif untuk memastikan bahwa platform kami tidak hanya kembali seperti semula, tetapi juga lebih aman dari sebelumnya. Insiden ini justru memastikan keamaan INDODAX semakin diperkuat,” jelas Oscar dalam keterangan tertulis, Kamis (19/9/2024).

Menurutnya, setelah INDODAX selesai melakukan pemulihan tidak ada tanda kepanikan di kalangan pengguna. INDODAX tetap stabil, baik dari segi operasional maupun likuiditas, menunjukkan kepercayaan yang kuat dari para pengguna.


Fakta bahwa volume perdagangan tetap konsisten dan bahkan meningkat menunjukkan bahwa tidak ada penarikan dana besar-besaran. Ia menyebut kondisi stabil ini mencerminkan kepercayaan para member atas ketahanan platform INDODAX dalam menghadapi tantangan.

Selain itu, pasca insiden untuk memastikan perlindungan kepada masyarakat, hingga saat ini INDODAX sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Bappebti, OJK, BSSN serta Cyber Mabes Bareskrim untuk memastikan pihak regulator terus mendapatkan update tentang insiden ini.

INDODAX juga menghimbau seluruh pengguna untuk tetap waspada dan proaktif dalam menjaga keamanan akun, termasuk dengan mengaktifkan fitur keamanan tambahan. Misalnya verifikasi dua langkah (2FA), menjaga kerahasiaan informasi pribadi, dan mengganti kata sandi secara berkala.

“Kami menyadari betapa pentingnya transparansi dalam membangun kepercayaan. Dengan cadangan aset kripto kami yang melebihi 100% dari total saldo pengguna, kami ingin memastikan bahwa semua pengguna dapat memiliki keyakinan penuh bahwa dana mereka aman. Kami tidak hanya menjaga keamanan aset tetapi juga berkomitmen pada keterbukaan informasi yang lengkap,” tambah dia.

INDODAX telah mempublikasikan Proof of Reserve yang jumlahnya melebihi 100% dari total saldo pengguna. Saat ini, cadangan aset INDODAX meliputi 4.806,34 Bitcoin senilai Rp 4,288 triliun, 36.915,47 Ethereum senilai Rp 1,334 triliun, serta aset kripto lainnya senilai Rp 5,907 triliun, dengan total mencapai Rp 11,529 triliun.

Volume perdagangan INDODAX menunjukkan angka positif sejak proses maintenance selesai (14-17 September 2024) dan mencapai Rp 547 Miliar.

(ily/das)



Sumber : finance.detik.com

3 Perusahaan Diduga Manipulasi Perdagangan Kripto di AS, Aset Rp 390 M Disita


Jakarta

Sebanyak tiga perusahaan kripto dan 15 orang didakwa terlibat dalam penipuan dan manipulasi pasar di Amerika Serikat (AS). Aset kripto senilai US$ 25 juta atau Rp 390 miliar (kurs Rp 15.600) disita.

Dikutip dari Reuters, Jumat (11/10/2024), Jaksa federal di Boston mendakwa tiga perusahaan, yakni Gotbit, ZM Quant, dan CLS Global. Sejumlah pimpinan perusahaan dan karyawan ditangkap, serta lima orang sudah mengaku bersalah.

Penjabat Jaksa AS Joshua Levy menjelaskan, para terdakwa terlibat dalam perdagangan palsu untuk meningkatkan volume perdagangan berbagai token kripto. Setelah harga naik, mereka menjualnya dan membiarkan investor yang tidak tahu menanggung akibatnya.


“Ini adalah kasus di mana teknologi zaman baru, kripto, bertemu dengan penipuan kuno, dalam hal ini skema ‘pump and dump‘, yang sama tuanya dengan pasar saham,” ujar Levy.

Dalam upaya mengungkap kasus tersebut, FBI membuat perusahaan kripto, NexFundAI, yang memiliki token pada blockchain Ethereum. Menurut jaksa, ZM Quant, CLS Global dan perusahaan lain, MyTrade setuju untuk membantu memanipulasi.

Pihak berwenang mengatakan bahwa token itu diperdagangkan tetapi mereka memantau dengan cermat untuk meminimalkan risiko yang mungkin dibeli oleh investor ritel sebelum menonaktifkan perdagangan. Komisi Sekuritas dan Bursa AS juga mengajukan kasus perdata terkait.

Jaksa mengatakan, salah satu perusahaan yang terlibat adalah Saitama. Perusahaan pernah memiliki nilai pasar sebesar US$ 7,5 miliar setelah melakukan manipulasi perdagangan.

Kepala Eksekutif, Manpreet Kohli ditangkap pada hari Senin di Inggris. Sebanyak lima karyawan saat ini atau mantan karyawan lainnya juga didakwa, dan tiga orang telah mengaku bersalah.

Orang lain yang didakwa adalah Aleksei Andriunin, CEO Gotbit yang tinggal di Rusia dan Portugal. Dia ditangkap di Portugal pada Selasa. Sebanyak dua karyawan perusahaannya di Rusia juga didakwa.

Jaksa mengatakan bahwa dari 2018 hingga 2024, Gotbit terlibat dalam wash trading, suatu bentuk perdagangan palsu, dan manipulasi pasar atas nama beberapa klien mata uang kripto untuk membantu meningkatkan volume perdagangan token mereka secara artifisial.

Simak Video: Cara Situs Judi Online Samarkan Transaksi: Pakai Kripto-Money Changer

[Gambas:Video 20detik]

(ily/ara)



Sumber : finance.detik.com

Berbagai Peran dan Manfaat KYC dalam Menjaga Trust di Dunia Kripto


Jakarta

Di tengah semakin berkembangnya dunia kripto, keamanan menjadi prioritas utama bagi banyak platform dan pengguna. Salah satu langkah penting untuk menciptakan ekosistem yang lebih aman adalah penerapan Know Your Customer (KYC).

KYC bukan hanya sekadar prosedur sepele, melainkan bagian penting dalam membangun kepercayaan di antara pengguna dan platform kripto. Bagi Anda yang mengikuti perkembangan harga Ethereum atau aset digital lainnya, penting memahami peran KYC dalam menjaga keamanan dan integritas ekosistem kripto.

Apa Itu Know Your Customer (KYC)?


KYC adalah proses verifikasi identitas pengguna yang diterapkan oleh platform bursa kripto tersentralisasi atau lembaga keuangan. Proses ini memastikan bahwa setiap pengguna teridentifikasi dengan jelas sebelum bisa menggunakan layanan.

Identitas pengguna biasanya diverifikasi melalui dokumen resmi, seperti KTP atau SIM, serta bukti alamat tempat tinggal. Dengan KYC, platform dapat menekan risiko keuangan dan memberikan rasa aman kepada seluruh pengguna.

Mengapa KYC Sangat Penting dalam Dunia Kripto?

1. Mencegah Aktivitas Ilegal

Tanpa regulasi yang ketat, aset kripto berisiko digunakan untuk aktivitas kriminal seperti pencucian uang atau perdagangan gelap. KYC memungkinkan platform mengidentifikasi pengguna dan memantau transaksi mencurigakan.

Ini membuat transaksi di dunia kripto lebih transparan dan membantu lembaga hukum jika terjadi pelanggaran.

2. Meningkatkan Kepercayaan Pengguna

Banyak pengguna ragu untuk menggunakan layanan atau berinvestasi di platform yang tidak memiliki sistem keamanan yang jelas. Penerapan KYC membantu membangun kepercayaan karena pengguna tahu bahwa platform tersebut serius dalam menjaga keamanan dan transparansi.

Pengguna cenderung merasa lebih aman saat menggunakan platform yang memastikan bahwa pengguna bertransaksi dengan orang-orang yang telah terverifikasi.

3. Mematuhi Regulasi Pemerintah

Regulasi di berbagai negara semakin ketat terhadap aset kripto dan banyak pemerintahan sebuah negara mewajibkan bursa kripto tersentralisasi untuk menerapkan KYC. Dengan mengikuti regulasi ini, platform kripto dapat beroperasi secara legal dan menghindari sanksi dari otoritas keuangan.

Langkah ini juga berfungsi sebagai bentuk perlindungan bagi platform karena bisa menghindarkan dari kemungkinan diblokir atau ditutup.

4. Perlindungan Terhadap Penipuan

Penipuan menjadi salah satu masalah serius di dunia kripto. KYC membantu platform mendeteksi akun-akun palsu atau aktivitas mencurigakan sehingga dapat melindungi pengguna dari kerugian.

Selain itu, jika terjadi masalah KYC memungkinkan bursa untuk melacak identitas pelaku dengan cepat dan mempercepat proses penyelesaian sengketa.

Tantangan dalam Implementasi KYC

Meski KYC memberikan banyak manfaat penerapannya tidak selalu mudah. Ada beberapa tantangan yang sering dihadapi oleh platform kripto seperti:

Platform harus memastikan keamanan data dengan teknologi enkripsi dengan standar perlindungan privasi tinggi.

Beberapa pengguna merasa terganggu dengan proses verifikasi yang memakan waktu terutama saat traffic pendaftaran tinggi.

Implementasi KYC membutuhkan investasi dalam teknologi dan sumber daya manusia sehingga menjadi tantangan bagi platform kecil.

Di Indonesia, Tokocrypto adalah salah satu bursa kripto yang menerapkan KYC secara ketat untuk memastikan keamanan dan transparansi. Tokocrypto mewajibkan setiap pengguna untuk melalui proses verifikasi identitas sebelum dapat melakukan transaksi di platformnya.

Langkah ini tidak hanya mendukung pencegahan penipuan tetapi juga membantu Tokocrypto mematuhi regulasi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Selain verifikasi yang ketat, Tokocrypto juga menawarkan edukasi kepada penggunanya tentang pentingnya keamanan data. Dengan demikian, pengguna lebih paham mengapa proses KYC diperlukan dan merasa nyaman saat menyerahkan data pribadi.

Langkah tersebut membantu meningkatkan kepuasan pengguna, terutama bagi pengguna yang baru pertama kali masuk ke dunia kripto. Tokocrypto juga aktif melakukan pembaruan sistem untuk menjaga efisiensi proses KYC agar pengguna tidak mengalami kendala dalam mengakses layanan platform.

Penerapan KYC di dunia kripto adalah langkah penting dalam menciptakan ekosistem yang aman dan terpercaya. Selain mencegah aktivitas ilegal dan penipuan KYC juga membangun kepercayaan di antara pengguna dan membantu platform mematuhi regulasi.

Memahami dan mengikuti proses KYC adalah langkah bijak bagi siapa pun yang ingin terlibat lebih dalam dalam dunia kripto karena bisa melindungi diri dari risiko yang tidak diinginkan.

Lihat Video: Crypto in 2023, is it still worth it?

[Gambas:Video 20detik]

(Content Promotion/Tokocrypto)



Sumber : finance.detik.com