All posts by admin 1

Daripada Dibuang, Begini Cara Membuat Kompos dari Sampah Organik


Jakarta

Di Indonesia, sampah masih menjadi masalah yang tak kunjung selesai. Sebagian sampah, bersumber dari rumah tangga.

Berdasarkan data dari daerah yang dihimpun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2022, jumlah timbulan sampah di Indonesia sebesar 68,7 juta ton/tahun dengan komposisi yang didominasi oleh sampah organik, khususnya sisa makanan yang mencapai 41,27%. Dari total sampah tersebut, sampah bersumber dari rumah tangga sekitar 38,28%. Maka dari itu, penting mengelola sampah sebelum dibuang.

Sampah merupakan suatu hal yang dibuang karena tidak terpakai lagi. Umumnya, sampah dibedakan menjadi 2 yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Berikut ini perbedaannya.


Pengertian Sampah Organik dan Anorganik

Melansir dari detikEdu yang mengutip dari Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo, sampah organik merupakan sampah yang berasal dari bahan-bahan hayati. Sampah ini bisa diurai oleh mikroba maupun terurai secara alami. Kebanyakan sampah organik berasal dari sampah rumah tangga.

Sementara itu, sampah anorganik merupakan sampah yang berasal dari bahan-bahan non-hayati atau tidak bisa terurai secara alami. Meski demikian, ada sebagian sampah anorganik yang bisa terurai tetapi membutuhkan waktu yang lama.

Jenis dan Contoh Sampah Organik dan Anorganik

Dilansir dari detikEdu yang mengutip dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, berikut ini jenis dan contoh sampah organik dan anorganik.

Sampah Organik

a. Sampah Organik Basah

Sampah organik basah merupakan sampah yang mengandung banyak air. Karena banyak mengandung air, sampah ini bisa membuat sampah membusuk. Contohnya seperti sisa sayuran, buah-buahan, kulit bawang, dan lainnya.

b. Sampah Organik Kering

Sampah jenis ini lebih sedikit mengandung air. Contohnya seperti kayu, daun-daun kering, dan lainnya.

Sampah Anorganik

a. Sampah Anorganik Lunak

Jenis sampah ini sulit diurai dan memiliki sifat lentur atau lunak sehingga mudah dibentuk. Misalnya seperti plastik, styrofoam, termasuk juga zat cair seperti minyak goreng, air sabun, dan lainnya.

b. Sampah Organik Keras

Jenis sampah ini memiliki sifat keras dan kuat tetapi sulit untuk terurai. Misalnya keramik, pecahan kaca, kaleng bekas, dan lainnya.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, sampah organik merupakan sampah yang paling dominan di Indonesia. Untuk mengurangi timbulan sampah organik, kamu bisa mengolahnya menjadi pupuk kompos. Bahan yang didapatkan juga cukup mudah karena ada di rumah. Dikutip dari situs Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Selasa (9/1/2024), begini cara membuat kompos dari sampah organik.

Cara Membuat Kompos dari Sampah Organik

1. Kumpulkan Sampah

Sampah organik yang dikumpulkan harus dipisah dari sampah anorganik. Beberapa sampah organik yang bisa kamu gunakan adalah sisa sayuran, buah-buahan, daun-daun kering, kulit telur, bubuk kopi atau teh, sekam padi, dan lainnya.

2. Proses Pencacahan

Sampah organik yang sudah dikumpulkan selanjutnya dicacah agar sampah organik menjadi lebih lembut. Potong-potonglah sampah organik menjadi ukuran sekitar 1-2 cm.

3. Masukkan ke Dalam Wadah

Selanjutnya masukkan sampah ke dalam wadah kedap udara dan tertutup rapat. Udara bisa membuat proses pembusukan tidak berjalan dengan sempurna. Untuk proses pembusukan terjadi lebih cepat, kamu bisa menambahkan cairan EM4.

4. Diamkan Sampai 2 Minggu

Diamkan pupuk selama 2 minggu agar pembusukan sempurna. Selama 2 minggu itu sebaiknya dilakukan pengadukan selama 3 hari sekali. Jangan terlalu sering dan jangan terlalu jarang. Nantinya akan ada 2 jenis pupuk kompos yang dihasilkan, yaitu padat dan cair. Untuk pupuk padat perlu dikeringkan terlebih dahulu sementara yang cair bisa langsung diaplikasikan dengan catatan harus dicampurkan dengan air kapur sirih dengan perbandingan 1:5 agar tidak bau.

Itulah cara membuat kompos. Semoga bermanfaat!

(abr/zul)



Sumber : www.detik.com

Beda Inti, Bentuk dan Kegunaannya


Jakarta

Ternyata kabel yang sering kita lihat di rumah memiliki banyak jenisnya lho! Agar dapat mengalirkan listrik pada berbagai perangkat elektronik yang kamu gunakan, listrik membutuhkan kabel yang terhubung melalui stop kontak.

Nah, biasanya kabel yang digunakan untuk mengalirkan listrik akan disesuaikan dengan kebutuhan setiap penggunanya.

Beberapa jenis kabel listrik yang cocok untuk instalasi rumah cenderung lebih sederhana dibanding jenis kabel lainnya. Lalu, apa saja jenis kabel tersebut?


Mengutip dari Wilson Cables, Rabu (10/1/2024), jika kamu sedang mencari kabel listrik untuk rumah, berikut beberapa tipe kabel listrik bagus yang bisa kamu gunakan untuk instalasi listrik di rumah:

1. KABEL NYA

Jenis kabel pertama ada kabel NYA. Kabel listrik ini yang paling banyak digunakan dalam instalasi rumah tangga. Berdasarkan kodenya, kabel NYA merupakan kabel tunggal dengan inti tembaga yang dilapisi bahan PVC. Karena hanya memiliki satu lapisan saja, sehingga sangat disarankan untuk memakai pipa tambahan agar kabel tahan pada suhu ruang serta gigitan tikus nakal.

2. KABEL NYAF

Sama seperti kabel NYA, kabel NYAF merupakan kabel tunggal yang dilapisi bahan PVC, namun bedanya memiliki inti tembaga yang berbentuk serat halus. Karenanya, tipe kabel listrik ini cocok untuk berbagai jenis instalasi rumah yang memerlukan fleksibilitas tinggi seperti sudut tajam.

3. KABEL NYM (HYO)

Kabel listrik NYM adalah jenis kabel tembaga yang terdiri dari dua, tiga, atau empat inti, dan dilengkapi dengan lapisan PVC. Kabel jenis ini dikenal dengan sebutan kabel HYO dan banyak digunakan untuk berbagai instalasi rumah maupun gedung, namun tidak cocok untuk pemasangan di bawah sinar matahari langsung tanpa perlindungan tambahan.

4. KABEL NYY

Sama seperti kodenya, kabel NYY merupakan jenis kabel listrik yang memiliki dua lapisan PVC, sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan indoor maupun outdoor dan aman untuk ditanam ke dalam tanah, dengan catatan menggunakan pelindung tambahan. Kabel NYY juga tersedia dalam bentuk inti tunggal atau lebih dari satu inti dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.

5. KABEL NYMHY

Kabel listrik NYMHY merupakan tipe kabel listrik yang terdiri lebih dari satu inti tembaga serabut, sehingga memiliki fleksibilitas yang tinggi. Oleh karena itu banyak yang menggunakan kabel NYMHY sebagai kabel untuk instalasi listrik di rumah maupun gedung dan bangunan lainnya.

6. KABEL NYYHY

Kabel NYYHY adalah jenis kabel listrik serbaguna yang biasa digunakan dalam instalasi listrik rumah tangga, komersial, dan industri. Fungsi utama kabel NYYHY adalah sebagai penghantar daya listrik, termasuk penghantar fase, netral, dan grounding. Kabel ini memiliki isolasi yang kuat dan dilengkapi dengan lapisan pelindung tambahan, yang memberikan perlindungan ekstra terhadap kerusakan fisik dan interferensi elektromagnetik.

7. KABEL H03VVH2-F

Kabel H03VVH2-F atau kabel oval adalah kabel serbaguna yang sering digunakan untuk aplikasi elektronik dan kelistrikan ringan. Fungsi utamanya adalah sebagai kabel daya fleksibel untuk perangkat rumah tangga seperti lampu, peralatan audio, dan peralatan elektronik kecil. Kabel ini biasanya memiliki konduktor tembaga fleksibel yang dilindungi oleh isolasi PVC dan lapisan luar yang tahan terhadap abrasi.

8. KABEL H03VV-F (NYMHY-1)

Kabel H03VV-F atau kabel NYMHY-1 juga digunakan sebagai kabel daya fleksibel untuk perangkat rumah tangga dan aplikasi ringan. Fungsi utama kabel ini adalah sebagai penghubung untuk peralatan seperti lampu, perangkat audio, dan peralatan elektronik. Kabel H03VV-F memiliki konduktor tembaga yang fleksibel dengan isolasi PVC, memberikan fleksibilitas dan perlindungan terhadap tegangan rendah serta tahan terhadap abrasi.

Demikian 8 jenis kabel yang umum digunakan untuk instalasi listrik rumah. Semoga bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

15 Barang yang Wajib Kamu Punya di Kos


Jakarta

Kos menjadi opsi terbaik bagi para perantau untuk mendapatkan tempat tinggal sementara maupun permanen. Banyak mahasiswa atau pekerja yang memilih kosan sebab jarak dari kampus atau kantor mereka dekat.

Namun, tidak semua kos langsung menyediakan fasilitas dan perlengkapan yang kamu butuhkan. Sehingga saat pertama kali menempati kos kamu sering kebingungan barang apa saja yang penting untuk dimiliki.

Nah, buat kamu yang masih bingung untuk menentukan barang apa saja yang diperlukan dan wajib ada untuk anak kos. Berikut dikutip dari Danacita, Rabu (10/1/2024), beberapa barang yang wajib kamu punya di kosan.


1. Perlengkapan Tidur

Kebutuhan anak kos yang satu ini seperti kasur, bantal, guling, selimut, dan sprei. Pastikan kenyamanan tidur dengan perlengkapan tidur yang berkualitas.

2. Perlengkapan Mandi

Kebutuhan anak kos perlengkapan mandi, termasuk handuk, sabun, sampo, sikat gigi, pasta gigi, sisir, dan peralatan mandi lainnya. Jaga kebersihan dan kebugaran dengan perlengkapan mandi yang lengkap.

3. Peralatan Makan dan Minum

Sediakan piring, mangkok, gelas, sendok, garpu, dan pisau kecil. Kamu juga mungkin membutuhkan termos atau botol minum sebagai kebutuhan anak kos. Hal ini untuk membawa minuman ke kampus atau tempat kerja.

4. Perlengkapan Bersih-bersih

Spons, sikat, sapu, pel, ember, dan deterjen adalah kebutuhan anak kos yang diperlukan untuk menjaga kebersihan tempat tinggal.

5. Peralatan Memasak

Panci, wajan, spatula, sendok sayur, pisau dapur, dan talenan juga menjadi kebutuhan anak kos yang diperlukan untuk memasak makanan sehari-hari.

6. Rice Cooker

Kebutuhan anak kos ini dapat memudahkanmu dalam memasak nasi dengan praktis dan konsisten. Beli rice cooker dengan ukuran mini, agar pemakaian listrik tidak terlalu besar dan kamu memasak secukupnya.

7. Setrika

Untuk menjaga pakaian tetap rapi dan terlihat bagus, setrika menjadi kebutuhan anak kos dalam rutinitas perawatan pakaian.

8. Terminal Listrik dan Pencahayaan Darurat

Pastikan memiliki terminal listrik yang cukup untuk mengisi daya perangkat elektronik dan lampu darurat untuk mengatasi pemadaman listrik yang tidak terduga.

9. Kotak P3K

Kebutuhan anak kos selanjutnya adalah kotak P3K. Penting untuk memiliki kotak pertolongan pertama yang berisi perban, plester, obat antiseptik, dan alat bantu lainnya untuk penanganan kecil cedera atau sakit ringan.

10. Hanger atau Gantungan Baju

Kebutuhan anak kos ini untuk menggantung dan menjaga agar pakaian tetap rapi dan terorganisir.

11. Keranjang Laundry

Kebutuhan anak kos selanjutnya ada keranjang laundry. Dengan ini kamu jadi tidak menumpuk pakaian kotor pada sembarang tempat serta memudahkan proses mencuci.

12. Pakaian dan Aksesori Lain

Pastikan memiliki koleksi pakaian yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari serta aksesori tambahan seperti payung, topi, dan sarung tangan.

13. Alat Jahit

Alat jahit sederhana seperti jarum, benang, dan gunting menjadi kebutuhan anak kos yang membantu dalam perbaikan dan penyesuaian pakaian. Karena tak jarang ada saja kejadian kancing lepas, celana robek atau ingin menempel atribut seperti name tag.

14. Seperangkat Alat Ibadah

Jika kamu beragama muslim, persiapkan seperangkat alat ibadah seperti sajadah, Al-Qur’an, atau alat ritual lainnya. Kamu juga bisa membawa perangkat alat ibadah sesuai keyakinan sebagai kebutuhan anak kos.

15. Tempat Sampah

Kamu wajib menyediakan tempat sampah di dalam kos agar nantinya sampah tidak berserakan. Karena sampah yang berserakan di kamar akan menimbulkan bau tak sedap, kemudian mengundang semut dan tikus datang menyelinap ke dalam kos.

Demikian 15 barang wajib yang kamu punya di kos. Semoga bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Satu Hektare Berapa Meter? Ini Penjelasan dan Contoh Penghitungannya


Jakarta

Kata hektare biasa kita temui salam satuan menghitung luas lahan atau tanah. Pada umumnya, satuan hektare dipakai untuk menyebutkan luas lahan dengan hamparan luas. Sementara untuk lahan yang tak begitu luas biasa kita menghitungnya dengan satuan meter persegi.

Masih banyak orang belum mengetahui alias bingung cara mengkonversi satuan hektare ke meter persegi. Lalu, berapa meter persegi satu hektare itu?

Berikut penjelasan hektare dan meter dan contoh soalnya.


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBB) Daring, hektar atau hektare (disingkat ha) adalah satuan ukuran luas yang sama dengan 10.000 meter persegi atau 100 are. Nah, dari sini bisa diketahui bahwa satu hektare itu sama dengan 10.000 meter.

Cara menghitung satu hektare berapa meter sangatlah mudah. Dijelaskan dalam e-Jurnal berjudul Ukuran Luas Are dan Hektare oleh Mekrin, satu hektare setara dengan 100 meter x 100 meter, yang hasilnya adalah 10.000 meter.

Perbedaan Hektare dan Are

Masih banyak masyarakat yang kebingungan dalam membedakan hektare dan are. Sebenarnya, hektare adalah bentuk dasar dari are. Lantas apa yang membedakan keduanya?

Hektare adalah satuan ukuran luas yang setara 10.000 meter persegi. Dalam notasi ilmiah, hektare ditulis sebagai “ha”. Sementara itu, are adalah satuan ukuran luas yang setara dengan 100 meter persegi. Dalam notasi ilmiah, are ditulis sebagai “a”.

Dalam praktiknya, hektare lebih sering digunakan dalam pengukuran lahan yang lebih besar seperti lahan pertanian, perkebunan, atau kebun binatang. Sedangkan are lebih sering digunakan dalam pengukuran lahan yang lebih kecil seperti tanah kosong atau lahan di perkotaan.

Namun, kedua satuan ini dapat digunakan secara bergantian, tergantung kebutuhan penggunaan dan ukuran lahan yang akan diukur.

Contoh Soal Menghitung Luas dalam Hektare

Setelah memahami apa itu hektare dan perbedaannya dengan are, mari kita simak beberapa contoh soal menghitung luas dalam satuan hektare di bawah ini.

1. Contoh Soal 1
Sebuah lahan pertanian memiliki panjang 150 meter dan lebar 80 meter. Berapa luas lahan tersebut dalam satuan hektare?

Jawaban:
Luas lahan = panjang x lebar
= 150 m x 80 m
= 12.000 m²

Ingat, 1 hektare = 10.000 m²

Luas lahan dalam hektare = 12.000 m²:10.000 m²/hektare
= 1,2 hektare

Jadi, luas lahan pertanian tersebut adalah 1,2 hektare.

2. Contoh Soal 2
Sebuah taman memiliki bentuk persegi panjang dengan panjang 200 meter dan lebar 150 meter. Berapa luas taman tersebut dalam satuan hektare?

Jawaban:
Luas taman = panjang x lebar
= 200 m x 150 m
= 30.000 m²
Luas taman dalam hektare = 30.000 m²:10.000 m²/hektare
= 3 hektare

Jadi, luas taman tersebut adalah 3 hektare.

3. Contoh Soal 3
Sebuah kebun memiliki bentuk lingkaran dengan jari-jari sebesar 75 meter. Berapa luas kebun tersebut dalam satuan hektare?

Jawaban:
Luas kebun = π x r²
= 3,14 x 75 m x 75 m
= 17662,5 m²

Luas kebun dalam hektare = 17662,5 m²:10.000 m²/hektare
= 1,76625 hektare

Jadi, luas kebun tersebut adalah 1,76625 hektare.

Nah, itu dia penjelasan mengenai satu hektare berapa meter beserta contoh soalnya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers yang kesulitan saat menghitung satuan hektare ke meter.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Sistem Sewa Tanah di Indonesia: Sejarah, Peraturan, dan Jenisnya


Jakarta

Salah satu aset investasi yang paling prospektif dan fleksibel adalah properti, seperti tanah dan rumah. Tanah, misalnya, sangat fleksibel karena bisa dijual kembali dengan harga yang lebih menguntungkan.

Selain dijual, tanah juga bisa disewakan. Sewa tanah sangatlah umum dilakukan di dunia properti, termasuk Indonesia.

Tanah sangat potensial karena bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti lahan pertanian, perkebunan, atau tempat berdirinya sebuah bangunan. Oleh karena itu, tanah termasuk aset properti yang sangat berharga hingga saat ini.


Sebelum disewakan, status kepemilikan tanah haruslah jelas dan sah secara hukum. Hal ini bertujuan untuk menghindari konflik di masa depan, seperti sengketa atau kasus perebutan tanah.

Sejarah Sistem Sewa Tanah di Indonesia

Sistem sewa tanah di Indonesia mulai masuk ke Indonesia sejak kedatangan bangsa Inggris pada tahun 1811 hingga 1816.

Melansir situs AESIA Kementerian Keuangan, Rabu (10/1/2024), Thomas Stamford Raffles yang saat itu menjabat sebagai Letnan Gubernur memprakarsai sistem sewa tanah untuk meningkatkan perekonomian.

Menurut pemikiran Raffles, satu-satunya pemilik tanah yang sah adalah pemerintah. Oleh karena itu, ia memberlakukan sistem sewa tanah dengan memungut bayaran sewa tanah dan pajak rutin dari para penduduk saat itu.

Di masa sekarang, batas-batas tanah dan kepemilikannya sudah lebih jelas dan transparan. Hal ini didukung dengan terbitnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) yang mengatur tentang batas-batas dan hak-hak tanah warga negara. Dengan demikian, kepemilikan tanah sudah diakui secara hukum oleh negara sehingga segala kemungkinan konflik di masa depan bisa dihindari.

Sistem Sewa Tanah di Indonesia

Seperti yang sudah disebutkan, sistem sewa tanah di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA).

Dalam Pasal 44 Ayat (1) UUPA disebutkan bahwa “Seseorang atau suatu badan hukum mempunyai hak sewa atas tanah, apabila ia berhak mempergunakan tanah milik orang lain untuk keperluan bangunan dengan membayar kepada pemiliknya sejumlah uang sebagai sewa.”

Berdasarkan pasal dan ayat dalam UU tersebut, bisa disimpulkan bahwa pihak penyewa tanah wajib membayar sejumlah uang sewa kepada pemilik tanah dengan melakukan perjanjian sewa tanah yang sah secara hukum.

UU ini juga menyebutkan bahwa orang maupun badan hukum yang menyewa tanah milik orang lain memiliki hak untuk mendirikan bangunan di atas tanah yang disewa sesuai dengan kesepakatan perjanjian yang akan digunakan.

Jenis-Jenis Sewa Tanah

Ada dua jenis sewa tanah yang dibedakan berdasarkan tujuan penyewaannya. Sebelum menyewa tanah, kamu harus memahami kedua jenis sewa tanah tersebut untuk menghindari kesalahpahaman di masa depan.

Adapun dua jenis sewa tanah tersebut adalah sebagai berikut.

1. Hak Sewa Atas Bangunan

Hak sewa atas bangunan adalah jika kamu menyewa sebidang tanah dengan bangunan yang sudah berdiri di atasnya. Hal ini sama seperti saat kamu menyewa sebuah rumah atau ruko.

2. Hak Sewa Untuk Bangunan

Hak sewa untuk bangunan adalah pemilik tanah yang menyewakan tanah kosong kepada penyewa untuk bisa mendirikan bangunan di atasnya. Bangunan yang didirikan di tanah ini secara hukum adalah hak penyewa.

Hal ini tidak berlaku jika ada perjanjian lain yang disepakati antara kedua belah pihak. Oleh karena itu, penting untuk membuat surat perjanjian sewa tanah yang disepakati oleh kedua belah pihak untuk menghindari kesalahpahaman.

Demikianlah penjelasan mengenai sistem sewa tanah di Indonesia, mulai dari sejarah, peraturan, hingga jenis-jenisnya. Semoga informasinya bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Seberapa Sering Sih Tandon Air Perlu Dikuras? Simak Penjelasannya


Jakarta

Tandon atau toren air biasa dijadikan sebagai tempat penampungan air untuk di rumah-rumah. Sebagai wadah penyimpanan air, tentunya kebersihan tangki ini mesti diperhatikan.

Seiring berjalannya waktu, partikel-partikel yang dibawa air seperti pasir atau lumpur bisa mengendap dan menumpuk di dasar tangki. Tak jarang juga, lumut dapat tumbuh di sisi dalam toren. Apabila dibiarkan, hal ini akan mempengaruhi kualitas air yang ditampung.

Terlebih jika air di dalamnya digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti minum, memasak, atau mencuci. Pasokan air di tandon harus benar bersih dan berkualitas baik, bukan?


Ini agar air yang dipakai tergolong layak serta tidak memicu masalah kesehatan. Lantas, baiknya seberapa sering menguras toren air?

Penyebab Toren Air Kotor

Tak jarang sebagian orang menguras tangki ketika keran air mampet atau saat air yang keluar keruh. Padahal, hal itu menandakan kalau tandon air sudah kotor sehingga kotoran terbawa dan menyumbat pipa yang terhubung ke keran.

Namun, apa yang menyebabkan toren air menjadi kotor? Mengutip laman smartwateronline.com, sumber asal air dapat menjadi faktor bersih tidaknya air di tandon. Jika air diambil dari galian sumur di tanah contohnya, kemungkinan lumpur bisa ada. Tapi balik lagi, setiap wilayah memiliki kualitas air tanah yang berbeda-beda.

Selain itu, partikel yang terkandung di air seperti lumpur dan pasir jika terbawa dan masuk ke tandon juga dapat mengotori tampungan air. Lama-lama, partikel-partikel ini pun bisa mengendap di dasar tangki.

Toren air yang kotor bisa pula disebabkan oleh pertumbuhan lumut. Lumut berkembang dengan cepat jika tandon air terkena langsung paparan sinar matahari.

Bukan cuma itu, air keruh yang tertampung di tangki dan udara lembap di dalamnya dapat juga mempercepat pertumbuhan lumut di dalam toren.

Seberapa Sering Membersihkan Toren Air?

Menguras tandon seharusnya tidak menunggu sampai tangki dipenuhi kotoran dan air menjadi keruh. Toren sebaiknya rutin dibersihkan bahkan sebelum hal-hal seperti keran mampet muncul.

Melalui Instagram @kemenpupr, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyebutkan kalau tangki air setidaknya dikuras 6 bulan sekali. Ini supaya menghindari lumpur atau kotoran lain mengendap di dasar toren dan mencegah pertumbuhan lumut.

Namun, jika kotoran menumpuk dan lumut muncul dengan cepat maka toren air dapat dibersihkan lebih sering, sekitar 3-4 bulan sekali.

Selain itu, tingkat kebersihan sumber air juga bisa mempengaruhi kebersihan tandon air. Seperti halnya, kualitas air di Jabodetabek mungkin berbeda dengan air di daerah lain.

Pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, Suratman, menyarankan agar toren air di wilayah Jabodetabek dikuras setidaknya 1-2 kali dalam setahun.

“Untuk daerah Jabodetabek, itu minimal setahun sekali. Satu sampai dua kali lah,” ungkap Suratman kepada detikcom.

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan seberapa sering toren air perlu dikuras. Jadi, jangan lupa bersihkan tandon air secara teratur, ya!

(fds/fds)



Sumber : www.detik.com

Ingin Pasang Pagar Bronjong? Ketahui Dulu Kelebihan dan Kekurangannya


Jakarta

Apakah kamu pernah melihat dinding atau pagar berkerangka kawat yang di dalamnya berisi tumpukan bebatuan? Pagar itu dikenal dengan sebutan bronjong. Tapi, tak jarang juga orang menyebutnya dengan gabion.

Dilansir dari akun Facebook Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI (Kemen PUPR), kerangka bronjong terbuat dari anyaman kawat baja yang dilapisi galvanis. Untuk bebatuannya bisa berasal dari batu kali, batu belah, batu gunung dengan ukuran yang cukup besar.

Umumnya, bronjong ditemukan di tebing-tebing sungai untuk memperkuat struktur tanah agar tidak terjadi longsor. Bronjong juga berguna untuk mencegah erosi akibat arus sungai yang mengalir deras secara terus-menerus.


Sifatnya yang fleksibel juga mampu mengikuti pergerakan tanah di bawahnya tanpa merusak konstruksi dasar. Karena itu, bronjong kerap digunakan pula untuk bendungan, bangunan terjun, dinding penahan tanah, hingga tembok jembatan.

Kini, bronjong juga banyak lho dipasang sebagai pagar rumah. Bagi sebagian orang, tampilan bronjong dinilai memiliki estetika. Bahannya yang berasal dari bebatuan alam dianggap menonjolkan desain pedesaan berpadu gaya modern yang unik.

Nah, kalau kamu termasuk yang tertarik memasang bronjong sebagai pagar rumah, simak dulu nih kelebihan dan kekurangan bronjong di bawah ini.

Kelebihan Bronjong

Dilansir dari laman Tilly Design, pagar rumah bronjong punya sejumlah kelebihan dibandingkan dengan yang lain. Berikut penjelasannya.

1. Penahan Erosi

Bronjong tersusun dari tumpukan batu di dalam kerangka kawat. Karena ini, bronjong dapat mengurangi hembusan angin dan air dengan masuk ke sela-sela batunya. Dengan begitu, area di sekitar pagar ini bisa terlindungi dari kerusakan pagar yang mungkin terjadi nantinya.

2. Pemasangan yang Mudah

Memasang pagar bronjong dapat dilakukan dengan mudah. Pada dasarnya, bronjong tidak memerlukan pondasi yang harus menggali tanah karena berat bebatuan yang menyusunnya bisa menahan pagar ini untuk tetap berdiri.

3. Biaya Terjangkau

Bronjong dibuat dengan kerangka kawat baja galvanis yang harganya cukup terjangkau. Selain itu, bebatuan yang menjadi isi bronjong juga dapat disesuaikan. Kalau kamu memiliki banyak tumpukan batu di rumah seperti potongan beton, kamu bisa menggunakannya tanpa mengeluarkan biaya lagi.

Bukan cuma itu, pemasangannya yang terbilang mudah dapat dipelajari dan dilakukan mandiri sehingga kamu bisa memotong budget untuk jasa tukang.

4. Daya Tahan yang Lama

Pagar bronjong bisa tahan sampai cukup lama. Pasalnya, dinding jenis ini akan menguat seiring bertambah usianya. Ketika bebatuannya mengendap dan celahnya terisi lumpur, tanaman, dan bahan organik lain, bronjong bisa berdiri semakin kokoh.

Sifat bronjong yang fleksibel juga dapat mengikuti pergerakan tanah sehingga tidak membuat konstruksinya rusak atau hancur.

5. Ramah Lingkungan

Bronjong disusun dengan kerangka kawat dan bebatuan. Dengan begitu, pagar ini minim menggunakan zat kimia yang mampu merusak lingkungan. Bahkan kamu dapat menggunakan bahan daur ulang seperti batu sisa bahan timbunan, pecahan beton, dan batu lainnya yang berasal dari alam.

Kekurangan Bronjong

Selain kelebihan, pagar rumah menggunakan bronjong juga memiliki kekurangan nih, yakni sebagai berikut:

1. Berpotensi Jadi Sarang Hewan

Celah yang tercipta di antara tumpukan batu bronjong kemungkinan bisa menjadi sarang hewan atau serangga liar. Kalau kamu tidak ingin area rumahmu menjadi sarang bagi binatang liar, pertimbangkan kembali jika ingin memasang pagar dengan model ini.

2. Pemeliharaan yang Rumit

Jika pagar bronjong ada yang mengalami kerusakan maka pemeliharaannya cukup rumit. Kamu perlu membongkar bebatuan bronjong sampai di area yang rusak dan itu membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit.

3. Cocok untuk Proyek Pagar Besar

Bronjong memiliki ukuran pagar yang lebar dan besar, rangkanya pun kaku sehingga pagar model ini tidak mudah dibentuk lekukan. Bronjong juga cocok untuk pagar rumah yang lurus dan tegas. Sebagian bronjong tidak cocok untuk area rumah yang kecil dan melengkung.

Itu tadi sederet kelebihan dan kekurangan memasang pagar rumah dengan bronjong. Kamu bisa jadikan poin-poin di atas sebagai bahan pertimbangan jika tertarik menggunakan bronjong sebagai pagar rumah, ya.

(fds/fds)



Sumber : www.detik.com

3 Perangkap Tikus DIY dan Cara Membuatnya dengan Bahan Sederhana


Jakarta

Tikus merupakan hama yang suka merusak dan mengganggu. Membuat perangkap tikus sendiri di rumah bisa jadi solusi untuk menangkap hewan pengerat satu ini. Tikus memang suka menyelinap masuk ke rumah kemudian menggerogoti dan merusak barang-barang.

Tak cuma itu, tikus juga merupakan membawa penyakit mematikan seperti pes yang bisa menular lewat air kencing tikus. Nah, biar kamu nggak pusing menghadapi hewan kecil tapi menyebalkan ini. Kamu bisa membuat perangkap tikus sendiri dengan barang yang tersedia di rumah.

Melansir dari Today’s Homeowner, Rabu (10/1/2024) berikut beberapa cara membuat perangkap tikus yang bisa kamu buat sendiri di rumah. Simak penjelasan berikut.


1. Perangkap Tikus dari Ember

Contoh jebakan tikusContoh jebakan tikus Foto: Contoh jebakan tikus

Perangkap tikus pertama terbuat dari ember. Kamu bisa menggunakan ember bekas tak terpakai untuk membuat perangkap tikus ini serta beberapa bahan tambahan berikut.

Bahan-bahan

– Ember (atau wadah tinggi lainnya seperti tong)

– Papan kayu berukuran kecil

– Selai kacang untuk umpan

Cara

– Cari lokasi tempat tikus bersarang atau tempat yang sering kamu lihat kemunculan tikus.
– Taruh ember di lokasi tersebut, disarankan menggunakan ember plastik berukuran lumayan besar.
– Letakkan satu sisi kayu di atas ember dan sisi lainnya di tanah sehingga akan berfungsi sebagai tanjakan untuk tikus masuk ke dalam ember.
– Kemudian, di bagian dalam ember, kamu oleskan selai kacang di sekeliling bagian atas ember.
– Opsional : kamu juga dapat meletakkan selapis kecil biji bunga matahari atau umpan lainnya di dasar ember.

Nanti tikus yang terpancing perangkap ini akan naik ke tanjakan papan kayu kemudian masuk dan jatuh ke dalam ember untuk mengambil selai kacang, dan jatuh ke dalam ember. Dinding ember yang licin membuat tikus akan sulit memanjat keluar.

2. Perangkap Tikus dari Kertas dan Ember

Contoh jebakan tikusContoh jebakan tikus Foto: Contoh jebakan tikus

Selanjutnya, kita punya perangkap tikus yang sama mudahnya dibuat, tidak memerlukan banyak peralatan atau teknik lainnya. Untuk perangkap tikus ini, kamu memerlukan yang berikut:

Bahan-bahan

– Ember atau wadah tinggi dengan dinding bagian dalam licin
– Sepotong kecil kayu
– Selembar kertas besar yang dapat menutupi ember, seperti selembar kertas kontraktor atau kertas dengan tekstur kasar seperti karton.
– Selai kacang
– Lakban, benang, atau tali
– Palu dan paku
– Sepasang gunting atau silet

Caranya:

– Temukan tempat yang bagus untuk meletakkan ember, sebaiknya di tempat di mana tikus bersarang atau sering terlihat.
– Lalu, ambil selembar kertas dan pasangkan dengan pas di atas ember.
– Ambil selotip, benang, atau tali dan ikat kertas itu erat-erat ke ember.
– Ambil papan kecil dan tancapkan paku ke ujung papan.
– Condongkan papan ke tepi ember, dengan paku menembus kertas.
– Dengan menggunakan gunting atau pisau, potong bagian tengah kertas
– Ambil selai kacang dan oleskan sedikit pada setiap bagian tengah kertas yang menghadap ke dalam.

Perlu diingat bahwa berat tikus terkadang dapat merobek atau merusak kertas, sehingga perlu diganti, terutama jika kamu ingin menggunakan perangkap ini berkali-kali.

3. Perangkap Tikus dari Kaleng Berputar

Contoh jebakan tikusContoh jebakan tikus Foto: Contoh jebakan tikus

Perangkap ini adalah yang paling populer, efektif, namun sulit dibuat. Sisi positifnya, kamu bisa digunakan berkali-kali tanpa harus mengganti apapun, seperti halnya perangkap kertas. Untuk membuat perangkap tikus ini, kamu memerlukan alat dan bahan berikut:

Bahan-bahan

– Ember, tempat sampah, atau wadah tinggi lainnya
– Sepotong kayu
– Gantungan baju kawat
– Kaleng soda kosong
– Sepasang potongan timah
– Sepasang tang runcing atau palu
– Bor tangan dengan mata bor putar (sebaiknya yang dirancang untuk logam)
– Selai kacang

Caranya

– Pertama, buat dua lubang kecil sejajar dengan bor, satu di bagian atas kaleng dan satu lagi di bagian bawah.
– Dengan menggunakan gunting yang mampu memotong besi, lepaskan bagian atas gantungan baju besi kawat.
– Kemudian, lepaskan gulungan gantungan baju hingga menjadi kabel kawat yang lurus.
– Pasangkan gantungan baju kawat melalui lubang di kaleng. Jika dilakukan dengan benar, kaleng akan berputar bebas.
– Selanjutnya, buat dua lubang kecil di sisi berlawanan di sepanjang bagian atas ember.
– Pasangkan kawat melalui lubang pada ember. Kamu harus menggantung kaleng di tengah ember, dengan beberapa inci kawat menonjol dari sisinya.
– Dengan tang runcing, tekuk kawat berlebih ke bawah, letakkan kawat di tempatnya di dalam ember.
– Jika kamu tidak memiliki tang runcing, kamu dapat menggunakan palu untuk mengetuk kawat ke bawah.
– leskan selai kacang ke kaleng.
– Tempatkan perangkap di tempat yang sering atau menjadi tempat bersarangnya tikus.

Nantinya perangkap ini akan bekerja jika tikus sudah terpancing umpan, maka akan mendekati kaleng. Setelah tikus berada di atas kaleng, kaleng akan berputar dan membuat tikus jatuh ke ember.

Kamu dapat membongkar perangkap dengan membengkokkan kabel ke belakang dan mengeluarkan kaleng dari tengahnya, sehingga kamu dapat membuang tikus ke dalam ember dan menggunakan kembali perangkap tersebut nanti tanpa mengganti bagian apa pun.

Demikian cara buat perangkap tikus sendiri di rumah. Semoga bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Jurus Hindari Penipu Jual Beli Rumah



Jakarta – Memiliki rumah adalah impian semua orang. Namun sayang, tak semua orang punya kemampuan untuk membeli rumah.

Faktor ekonomi menjadi alasan utamanya. Namun, ada juga yang sudah memiliki uang cukup dan hendak membeli rumah, malah berujung kena tipu. Alhasil, uang hilang, rumah yang diimpikan pun melayang.

Nah, oleh karena itu, sebelum membeli rumah ada hal-hal yang perlu kamu ketahui. Pasalnya, bila tidak, kita akan kena tipu atau rumah yang kita beli tak sesuai harapan. Apa saja tipsnya? Simak penjelasan tips membeli rumah yang aman dalam infografis berikut ini:

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

10 Tips Membeli Rumah Bagi Pasangan Muda


Jakarta

Bagi beberapa pasangan muda yang baru menikah, membeli rumah merupakan sebuah impian. Membeli rumah untuk pertama kali bukanlah perkara mudah. Kamu perlu sering berdiskusi dengan pasangan, juga mengumpulkan banyak informasi sebelum memutuskan untuk membeli rumah yang diinginkan.

Jangan sampai karena kurangnya perencanaan, perhitungan, dan informasi, kamu tidak bisa membeli rumah idaman kamu. Melansir dari Kristal Garden, Kamis (11/1/2024) Berikut beberapa tips membeli rumah yang perlu kamu perlu ketahui.

1. Hitung dengan Teliti

Pada tips membeli rumah yang pertama ini, kamu perlu menghitung secara teliti berapa ongkos dan total biaya yang akan dikeluarkan untuk rumah baru yang akan dibeli. Hitungan tersebut termasuk uang muka, besaran uang cicilan per bulan, pajak, bunga jangka panjang, asuransi, dan utilitas lainnya, mulai dari pemasangan infrastruktur, ongkos pulang – pergi, atau ongkos-ongkos perbaikan yang diperlukan.


Jangan tergiur dengan iklan cicilan murah per bulan, tapi nanti ada tambahan biaya lain yang belum terhitung dan totalnya bisa sangat besar. Hitunglah dengan membayangkan kamu dan keluarga akan menempati rumah itu dalam jangka waktu yang lama, lalu sesuaikan dengan budget rumah tangga. Upayakan batasannya adalah tidak lebih dari 30 persen pendapatan kamu maupun gabungan pendapatan kamu beserta pasangan.

2. Riset dan Bandingkan Sumber Pinjaman

Jika kamu memilih membeli rumah dengan sistem cicilan atau KPR, jangan pernah bosan untuk melakukan riset dan membandingkan tawaran KPR yang disediakan oleh beberapa bank. Hitunglah tawaran bunga pinjaman secara teliti. Terutama soal skema yang dipilih, apakah menggunakan bunga tetap, fluktuatif, dan lainnya. Jangan ragu juga bertanya soal fasilitas pinjaman yang bisa diberikan oleh bank kepada kamu.

3. Pastikan Skor Riwayat Kredit Baik

Masih seputar membeli rumah dengan KPR. Pencairan pinjaman dana KPR bisa jadi berbelit jika kamu memiliki riwayat pelunasan utang yang buruk sebelumnya. Terutama untuk kamu yang pernah bermasalah dengan kartu kredit atau kredit tanpa agunan sebelumnya.

Kamu harus memastikan sudah melunasi utang apalagi dengan bunga yang tinggi sebelum mengajukan kredit rumah. Sebab penyedia dana akan selalu melihat dan menghitung rasio utang kamu. Jika terlalu tinggi, maka akan semakin rendah kemungkinan persetujuan pinjaman untuk membeli rumah.

4. Baca Kontrak Secara Cermat

Untuk bagian tips membeli rumah yang satu ini, kamu haruslah sangat cermat dalam membaca berbagai macam kontrak atau surat-menyurat dan dokumen. Baik kontrak yang disediakan peminjam dana atau agen penjual rumah kamu. Jika ada istilah yang tidak kamu mengerti, tanyalah sampai jelas. Sementara bila ingin mengubahnya, gunakanlah hak kamu untuk bernegosiasi.

Apabila agen atau bank masih keberatan menjelaskan, banyak pakar merekomendasikan agar kamu mengganti bank atau agen tersebut. Sebab masih banyak yang ingin menjalin transaksi secara lebih terbuka dengan kamu.

5. Survei dan Pelajari Lingkungan Rumah

Pastikan kamu sudah melakukan survei ke lokasi dan mengetahui secara pasti calon lingkungan maupun tetangga kamu nantinya. Perlu diingat bahwa rumah yang akan kamu tempati nantinya adalah untuk membesarkan anak dan keluarga kamu.

6. Jangan Lupa Perangkat Rumah

Sisihkan sebagian biaya untuk membeli perangkat dan isi rumah. Tips membeli rumah yang satu ini memang terlihat simpel, namun tidak kalah penting. Setidaknya kamu menyiapkan sekitar Rp100 juta untuk mengisi rumah atau bisa lebih rendah jika kamu memprioritaskan barang-barang tertentu, seperti tempat tidur, kamar mandi, dan dapur. Jangan sampai sesudah memiliki rumah tapi tidak bisa mengisinya.

7. Pisahkan Anggaran Pengeluaran

Tips membeli rumah dari perencana keuangan Prince Financial Advisory, Lauren Prince adalah memisahkan dan mengkategorikan pengeluaran sebagai pasangan. Kategori dipisah dalam tiga kelompok yakni; survival, liveable, dan comfortable. Dengan begitu kamu dan pasangan tidak akan tergoda untuk pengeluaran tidak perlu dan bisa tetap mencicil rumah.

Pergerakan pasar properti kadang tidak dapat diprediksi. Jangan pernah menunggu pasar turun atau suku bunga turun. Jika nilai rumahnya sudah cocok dan masuk ke dalam budget kamu, jangan ragu untuk membeli. Jika terlalu lama menunggu kondisi ekonomi yang serba tak pasti, bisa jadi kamu kehilangan kesempatan memiliki rumah terbaik.

9. Besar Bukan Berarti Lebih Baik

Memilih rumah pada intinya adalah menyesuaikan. Jadi jangan terpaku pada ukuran yang besar. Lihat lingkungan kamu baik-baik, jika rumah besar itu adalah satu-satunya di sana, kemungkinan untuk laku dijual kembali dengan harga tinggi sangatlah kecil.

10. Hindari Emosi Saat Memilih

Tips membeli rumah yang terakhir, namun tak kalah penting adalah selalu mengingat bahwa kamu sedang memilih rumah, bukan mengencaninya. Jadi jangan terpikat hal-hal emosional seperti halaman belakang yang bagus, cat yang menarik, dan hal lain yang sifatnya personal.

Bagaimanapun rumah adalah salah satu bentuk investasi jangka panjang, nilainya ditentukan dari lokasi, struktur, dan hal lain yang bisa membuat nilai rumah semakin naik.

Demikian 10 tips membeli rumah bagi kamu yang baru saja mulai membangun rumah tangga dan sedang mencari hunian

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com